Dari Koran Kampus ke 9-Box ASN: Jejak Percakapan tentang Talenta dan Zaman

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Optimisme bahwa birokrasi NTB bergerak ke arah profesionalisme. Kehati-hatian bahwa perubahan sistem harus diiringi perubahan mental. (Foto: ist)

Optimisme bahwa birokrasi NTB bergerak ke arah profesionalisme. Kehati-hatian bahwa perubahan sistem harus diiringi perubahan mental. (Foto: ist)

Catatan Agus K Saputra

CERAKEN.ID– Puluhan tahun lalu, di ruang redaksi sederhana Koran Kampus Mahasiswa Media Universitas Mataram, diskusi kami berkisar pada deadline, tata bahasa, dan idealisme pers mahasiswa. Di tempat itulah saya mengenal Giri Arnawa: senior yang tekun, kritis, dan selalu tertarik pada bagaimana sistem bekerja di balik peristiwa.

Waktu berjalan, jalan hidup membawa kami ke lintasan masing-masing. Namun, jejaring pertemanan lama itu tiba-tiba berpendar kembali lewat sebuah story Whatsapp.

Giri Arnawa mengunggah tentang 9-Box ASN Talent Mapping: Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebuah bagan sederhana, tapi sarat makna: pemetaan kinerja dan potensi aparatur sipil negara dalam sembilan kotak strategis. Saya menanggapi lewat pesan singkat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau di tempat saya kerja dulu, sudah lama hal ini diterapkan.”

Percakapan itu tak berbalas. Namun justru di situlah kisah ini bermula. Sebuah refleksi tentang bagaimana gagasan manajemen talenta bergerak dari wacana ke praktik, dari korporasi ke birokrasi, dari masa lalu ke masa kini.

Dari Pengalaman Pribadi ke Kebijakan Publik

Pengalaman bekerja di institusi yang lebih dahulu menerapkan talent mapping membuat saya melihat unggahan itu dengan perspektif berbeda. 9-Box bukan sekadar diagram.

Ia adalah alat untuk membaca manusia dalam organisasi: siapa yang berkinerja tinggi, siapa yang berpotensi besar, dan siapa yang membutuhkan pengembangan atau reposisi.

Baca Juga :  Manusia yang Hilang dalam Imaji Air Api

Di sektor swasta, pendekatan ini lazim. Ia menjadi dasar promosi, rotasi, hingga perencanaan suksesi.

Ketika pendekatan itu masuk ke birokrasi ASN, maknanya berubah menjadi lebih politis dan strategis. Birokrasi tidak hanya mengelola kinerja, tetapi juga keadilan, transparansi, dan akuntabilitas publik.

Maka, 9-Box ASN di NTB bukan sekadar adopsi manajemen modern, melainkan sinyal perubahan cara pandang terhadap aparatur negara: dari sekadar pengisi struktur menjadi penggerak kinerja.

Unggahan Giri Arnawa terasa seperti penanda zaman. Bahwa NTB, provinsi yang kerap dipersepsikan berada di pinggiran pusat, sedang mencoba merapikan mesin internalnya.

Talent mapping menjadi bahasa baru birokrasi, bahasa yang dulu mungkin hanya kita temukan dalam buku manajemen atau ruang rapat korporasi.

NTB dan Tantangan Meritokrasi

Penerapan 9-Box ASN Talent Mapping tidak berdiri di ruang hampa. Ia hadir di tengah tuntutan reformasi birokrasi, desakan publik terhadap layanan yang lebih cepat dan bersih, serta kebutuhan daerah untuk bersaing secara nasional maupun global.

NTB, dengan dinamika sosial dan geografisnya, membutuhkan aparatur yang tidak hanya loyal, tetapi juga adaptif dan inovatif.

Di sinilah meritokrasi diuji. Apakah pemetaan talenta benar-benar digunakan untuk menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat? Ataukah ia berhenti sebagai formalitas administrasi?

Pengalaman banyak daerah menunjukkan, alat secanggih apa pun akan kehilangan makna jika budaya organisasi belum berubah. 9-Box bisa menjadi cermin jujur, tetapi juga bisa menjadi etalase kosong.

Baca Juga :  Musim Semi yang Dulu Indah, Kini tak Tampak Lagi

Sebagai mantan jurnalis kampus, saya terbiasa membaca di balik teks. Unggahan Whatsapp itu mungkin singkat, tetapi ia membuka ruang tafsir: ada optimisme, ada kehati-hatian.

Optimisme bahwa birokrasi NTB bergerak ke arah profesionalisme. Kehati-hatian bahwa perubahan sistem harus diiringi perubahan mental.

Percakapan yang Tak Berbalas, Gagasan yang Terus Hidup

Chat saya kepada Giri Arnawa tak berbalas. Namun, seperti banyak percakapan penting dalam hidup, maknanya tidak terletak pada respons instan. Ia hidup dalam ingatan dan refleksi.

Dari ruang redaksi kampus hingga ruang kebijakan publik, benang merahnya adalah satu: keyakinan bahwa sistem yang baik dapat melahirkan kerja yang bermakna.

Mungkin, di masa mahasiswa, kami belum membayangkan akan berbincang, meski sepihak, tentang manajemen talenta ASN. Tetapi justru di situlah menariknya perjalanan waktu.

Ide-ide yang dulu terasa jauh kini menjadi kebutuhan nyata. Dan media sosial, dengan segala kesederhanaannya, menjadi jembatan lintas generasi dan pengalaman.

9-Box ASN Talent Mapping di NTB adalah cerita tentang upaya merawat harapan.

Harapan bahwa birokrasi bisa belajar dari praktik terbaik, bahwa daerah bisa berbenah tanpa kehilangan identitas, dan bahwa percakapan, meski tak berbalas, tetap mampu menyalakan refleksi.

Seperti Koran Kampus Media dahulu, yang oplahnya sangat terbatas, tetapi gagasannya menjangkau jauh melampaui zamannya.

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Berita Terkait

Manusia yang Hilang dalam Imaji Air Api
Musim Semi yang Dulu Indah, Kini tak Tampak Lagi
Program Manajemen Talenta Nasional (MTN) 2025: Rules of the Game
Laksita Ratnaloka Permana Sari
Guru PAUD NTB Kreasikan Sampah Jadi Alat Peraga Edukasi, Begini Inovasinya Bersama Bunda Niken!
Yayasan Maraqitta’limat Perkuat Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah dengan Ujian Pra Tesis di Undiksha Singaraja
Bang Zul, Lalu Iqbal, dan Umi Rohmi Adu Gagasan soal Beasiswa NTB di Dialog BEM Unram
Mahasiswa KKN Unram Sasar Pelajar MA Perkenalkan Cara Mengolah Limbah Tembakau Jadi Pestisida Nabati di Desa Perigi Suela Lombok Timur. Ternyata ini Alasannya!

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:57 WITA

Dari Koran Kampus ke 9-Box ASN: Jejak Percakapan tentang Talenta dan Zaman

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:19 WITA

Manusia yang Hilang dalam Imaji Air Api

Selasa, 6 Januari 2026 - 20:35 WITA

Musim Semi yang Dulu Indah, Kini tak Tampak Lagi

Minggu, 21 Desember 2025 - 23:38 WITA

Program Manajemen Talenta Nasional (MTN) 2025: Rules of the Game

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:57 WITA

Laksita Ratnaloka Permana Sari

Berita Terbaru

Ia telah menemukan rumahnya di lagu, di niat baik, dan di harapan agar manusia mau bangun, bergerak, dan memberi dampak (Foto: aks)

TOKOH & INSPIRASI

Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak

Sabtu, 24 Jan 2026 - 08:50 WITA