CERAKEN.ID — Kolaborasi antara gerakan sosial dan lembaga edukasi semakin memperlihatkan warna baru dalam gerakan komunitas di Lombok.
Salah satu contohnya terlihat ketika CEO Girindra Wiratni Puspa memberikan ruang bagi komunitas Mari Gerak Indonesia untuk mengelola charity shop mereka, membuka peluang sinergi antara pendidikan, pemberdayaan sosial, dan kolaborasi lintas komunitas.
Langkah tersebut tak lepas dari peran Denkspa sebagai platform berbagi informasi yang membantu masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, yang ingin melanjutkan studi, bekerja, atau merintis kehidupan di Jerman secara mandiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbeda dari agen perjalanan atau konsultan pendidikan yang mengurus seluruh proses keberangkatan, Denkspa hadir sebagai portal informasi independen.
Platform ini menyediakan panduan lengkap bagi siapa saja yang ingin menempuh jalur mandiri menuju Jerman, mulai dari persiapan dokumen, proses administrasi, hingga penyesuaian kehidupan sehari-hari di negara tersebut.
Denkspa didirikan oleh para profesional yang memiliki pengalaman langsung tinggal dan bekerja di Jerman.
Pengalaman pribadi tersebut menjadi kekuatan utama mereka dalam memahami tantangan yang dihadapi calon pelajar maupun pekerja Indonesia yang ingin berangkat secara mandiri. Dari persoalan visa, budaya kerja, hingga adaptasi kehidupan sosial, semuanya disajikan dalam bentuk informasi praktis dan mudah dipahami.
Lebih dari sekadar portal informasi, Denkspa juga berupaya membangun komunitas pembelajar yang saling berbagi pengalaman. Melalui berbagai kegiatan edukatif dan kolaboratif, platform ini mendorong generasi muda untuk berani merancang masa depan global dengan kepercayaan diri dan kemandirian.
Kolaborasi dengan Mari Gerak Indonesia menjadi contoh bahwa pendidikan dan gerakan sosial dapat berjalan beriringan. Di satu sisi, Denkspa membantu membuka peluang masa depan melalui akses informasi global.
Di sisi lain, komunitas sosial seperti Mari Gerak memperkuat solidaritas lokal melalui kegiatan berbagi dan pemberdayaan masyarakat.
Keberadaan charity shop yang dikelola komunitas di ruang Denkspa pun menjadi simbol bahwa ruang belajar tak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga kepedulian sosial. Pengunjung yang datang untuk mencari informasi studi ke luar negeri pun dapat sekaligus menyaksikan aktivitas sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat sekitar.
Sinergi semacam ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya tentang pendidikan formal, tetapi juga tentang membangun empati, kolaborasi, dan semangat berbagi.
Dari ruang kecil di Mataram, kolaborasi itu kini tumbuh menjadi contoh bagaimana gerakan lokal dapat terhubung dengan peluang global.
Di tengah arus globalisasi yang semakin terbuka, Denkspa dan komunitas-komunitas lokal membuktikan bahwa mimpi menuju dunia internasional tetap bisa tumbuh tanpa meninggalkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.(aks)
Penulis : aks
Editor : Ceraken Editor
Sumber Berita : liputan


































