Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

Laporan: Rusdin Tompo (Penulis, dan Koordinator SATUPENA Sulawesi Selatan)

CERAKEN.ID–Hobi itu mendatangkang kegembiraan dan kesenangan. Ia tak harus mahal dan mewah. Hobi seseorang kadang terkesan unik, tetapi juga bermanfaat bagi yang melakoni maupun orang lain.

Seperti itulah yang tampak pada Drs H Andi Irawan Bintang, MT, Pustakawan Ahli Utama (Pustama) pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Provinsi Sulawesi Selatan.

Siapa nyana bila birokrat yang sudah mengabdi di sejumlah instansi ini punya hobi mengoleksi kompor portable camping dan senter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya ini anak Pramuka, yang sering ikut perkemahan semasa sekolah dahulu,” kisah pria berdarah Bone-Sinjai, suatu hari.

Hobinya mengoleksi kompor portable camping terkuak setelah ia beberapa kali terlihat membawa kompor praktis berukuran mini, saat Jumat Berkah di Masjid Ashabul Jannah Dispusarsip Provinsi Sulawesi Selatan di Jalan Sultan Alauddin, Talasalapang.

Panitia dan pengurus masjid ini sudah mengadakan Jumat Berkah sejak Maret 2025 lalu. Sejak saat itu, jumlah jamaah masjid bertambah, dari pegawai, karyawan swasta, mahasiswa dan pelajar, hingga warga di sekitar situ.

Sekali tempo, dia membawa kompor portable mini lengkap dengan panci kecil ukuran 1-2 liter yang bisa dipakai merebus air, membuat kopi, atau memasak makanan instan.

Di waktu lain, dia membawa kompor portable agak besar dengan panci ukuran 4 liter yang bisa digunakan menanak nasi, membuat sup, atau keperluan lainnya.

“Cara memakainya mudah, cukup membuka lipatan kompornya, lalu mencantolkan gas, kemudian nyalakan,” jelas pria yang akrab disapa Puang Ire itu.

Kompor portable yang dikenal pula dengan sebutan kompor kupu-kupu ini memang hanya butuh gas seukuran kaleng cat piloks. Sehingga cocok dibawa untuk aktivitas outdoor.

Baca Juga :  Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak

Dengan kompor portable praktis itu, Puang Ire, gunakan untuk memanaskan kopi susu saat kerja bakti atau menghangatkan kuah bakso, kala Jumat Berkah. Bakso merupakan salah satu menu yang disediakan panitia dan pengurus masjid. Kadang ada pula soto, nasi kuning, nasi gigit, atau nasi bakar, di samping kue-kue tradisional dan es teh.

Mereka yang mengenal Andi Irawan Bintang, akan mengagumi hobinya itu. Pria berkacamata tebal ini lama berkiprah di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Selatan.

Ia pernah menduduki jabatan sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Provinsi Sulawesi Selatan.

Pernah menjadi Kepala Dinas Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan. Pernah pula memimpin Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan sebagai kadis.

Nilai-nilai dan kode kehormatan Pramuka (satya dan darma) dipraktikkan secara konsisten (Foto: ist)

“Sebagai anggota Pramuka, saya pernah ikut Jambore Nasional I di Sibolangit, Sumatera Utara,” kenang Puang Ire.

Jambore merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang yang digelar oleh Kwartir Gerakan Pramuka.

Jambore Nasional (Jamnas) Sibolangit, tahun 1977 diadakan di Gunung Sibayak yang berudara sejuk, pada ketinggian 864 mdpl.

Bumi Perkemahan Pramuka Sibolangit ini berbukit-bukit dengan banyak anak sungai yang airnya jernih. Tempat ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, selaku Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Nasional, kala itu.

“Saya juga koleksi senter LED. Jumlahnya lebih 30an mungkin,” cerita Andi Irawan Bintang, seputar hobinya itu.

Senter-senter dalam berbagai ukuran, bentuk, warna, dan merek dibeli di marketplace secara online.

Senter-senter itu tidak menggunakan bohlam pijar tetapi berupa senter LED (Light Emitting Diode), yang punya cahaya lebih terang dan hemat energi.

Baca Juga :  Bahagia yang Tak Bisa Sendiri

Pengalaman sebagai anggota organisasi yang didirikan oleh Lord Baden-Powell sejak SD itu rupanya sangat tertanam pada diri Andi Irawan Bintang.

Hal itu bukan saja terkait dengan hobinya mengoleksi kompor portable dan senter tetapi tercermin pada karakter dirinya.

Nilai-nilai dan kode kehormatan Pramuka (satya dan darma) dipraktikkan secara konsisten. Sebagai orang yang pernah menduduki jabatan kepala dinas, ia tetap rendah hati dan bersahaja. Ia juga sosok yang peduli dan penuh perhatian.

 “Saya ke mana-mana membawa kantong plastik untuk digunakan menaruh sampah,” kata Andi Irawan Bintang sembari mengeluarkan kantong kresek.

Kantong kresek itu lalu ditaruh bekas pembungkus kue dan lontong, juga kulit rambutan. Itu dilakukan usai makan bersama di teras Masjid Ashabul Jannah, Jumat, 6 Februari 2026.

Dalam Dasa Darma Pramuka, memang terkandung banyak nilai. Selain takwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan cinta pada Tanah Air, juga cinta alam dan kasih sayang pada sesama.

Selain itu, terdapat pula nilai-nilai terkait semangat menolong, rajin, terampil, hemat, bersahaja, serta bertanggung jawab.

Dari hobi Andi Irawan Bintang yang suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. Sebab memang fungsional, bisa digunakan, dan bermanfaat pula bagi orang lain.

Kompor portable mini itu contohnya. Digunakan untuk memanaskan kuah bakso saat Jumat Berkah. Jadi makin menambah nikmat bakso yang disantap.

Apalagi makannya beramai-ramai, sebagai bentuk kebersamaan antara pustakawan Dispusarsip, maupun jamaah sholat Jumat lainnya. (*)

 

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Berita Terkait

Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak
Bahagia yang Tak Bisa Sendiri
Lalu Payasan: Menjaga Agama Lewat Adat, Merawat Sasak Lewat Tafakur
Ketika Angka Berbicara dan Konfigurasi Berubah: Pelajaran dari Pemilihan Rektor Unram 2026–2030
Mencoba Menakar Peluang Prof. Muhamad Ali, Ph.D
Ahmad Saufi: Menyambungkan Sekolah dengan Pasar Kerja
Dari Dapur ke Kanvas: Sun Noosea dan Jalan Reva Adhitama
Dari Berlin ke NTB: Diplomasi Budaya, Sastra, dan Bekal Kepemimpinan Ahmad Saufi

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:35 WITA

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:50 WITA

Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:04 WITA

Bahagia yang Tak Bisa Sendiri

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:27 WITA

Lalu Payasan: Menjaga Agama Lewat Adat, Merawat Sasak Lewat Tafakur

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:47 WITA

Ketika Angka Berbicara dan Konfigurasi Berubah: Pelajaran dari Pemilihan Rektor Unram 2026–2030

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA