Dialog Pemajuan Kebudayaan NTB Hadirkan Lelakaq Sasak dalam Diskusi Seri Ke-4

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Maksum menyampaikan enam lelakaq yang masing-masing menegaskan pesan pelestarian budaya, relevansi dengan perkembangan teknologi, hingga pentingnya pemerintahan yang berpihak pada nilai-nilai budaya. (Foto: Aks)

Dr. Maksum menyampaikan enam lelakaq yang masing-masing menegaskan pesan pelestarian budaya, relevansi dengan perkembangan teknologi, hingga pentingnya pemerintahan yang berpihak pada nilai-nilai budaya. (Foto: Aks)

CERAKEN.ID- Lombok Barat, 4 Desember 2025 — Suasana Dialog Pemajuan Kebudayaan Nusa Tenggara Barat (NTB) Seri Ke-4 di Hotel Aruna Senggigi, Rabu (3/12), menjadi hidup ketika peserta dari Kabupaten Lombok Barat yang juga akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. Lalu Maksum, menyampaikan pandangannya melalui lelakaq (pantun Sasak).

Penyampaian bernuansa kearifan lokal itu muncul dalam sesi diskusi yang membahas strategi penguatan nilai budaya di Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara.

Dr. Maksum menyampaikan enam lelakaq yang masing-masing menegaskan pesan pelestarian budaya, relevansi dengan perkembangan teknologi, hingga pentingnya pemerintahan yang berpihak pada nilai-nilai budaya. Ia juga mengaitkan tiap lelakaq dengan dalil naqli dari Al-Qur’an sebagai landasan moral.

Dalam lelakaq pertama berjudul “Lestarikan Budaya”, ia menekankan pentingnya menjaga tradisi tanpa menolak kemajuan teknologi. Pesan ini diperkuat dengan rujukan QS Al-Baqarah: 170. Sementara lelakaq kedua, “Niat Luhur Budaya”, mengajak generasi muda untuk mempelajari peninggalan leluhur yang sarat makna, dikaitkan dengan QS Al-Baqarah: 189.

Pada lelakaq ketiga, “Pamong Budaya”, Dr. Maksum menyoroti pentingnya memilih pemimpin yang memiliki komitmen terhadap kebudayaan. Ia merujuk QS An-Nisa: 58 mengenai amanah dalam kepemimpinan. Sementara lelakaq keempat, “Hakikat Budaya”, mengingatkan bahwa budaya bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi mencakup seluruh tatanan hidup, dipautkan dengan QS Ar-Rum: 30.

Dua lelakaq terakhir, “Pohon Budaya” dan “Pemajuan Kebudayaan”, menggambarkan budaya sebagai pohon yang perlu akar kuat untuk menghasilkan buah, serta pentingnya menjadikan budaya sebagai tontonan yang memberi tuntunan. Kedua pesan ini dikaitkan dengan QS Ibrahim: 24 dan QS Yasin: 21.

Baca Juga :  Bangsa yang Gagap Melayani

Moderator dialog menyebut penyampaian Dr. Maksum sebagai bentuk kontribusi kreatif yang memperkuat suasana diskusi. “Ini menunjukkan bahwa pemajuan kebudayaan tidak hanya dibahas secara teoritis, tetapi juga diekspresikan melalui bentuk-bentuk budaya itu sendiri,” ujar salah satu fasilitator kegiatan.

Dialog Pemajuan Kebudayaan NTB Seri Ke-4 merupakan rangkaian diskusi lintas daerah yang bertujuan merumuskan strategi bersama dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan lembaga kebudayaan, pemerintah daerah, akademisi, serta komunitas budaya dari Lombok Barat, Kota Mataram, dan Lombok Utara (Aks).

Penulis : Aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Menjaga Keseimbangan Leluhur, Menjemput Masa Depan Budaya Sasak
Wicara Partisipan Belian: Membaca Tubuh, Bunyi, dan Ritual sebagai Pengetahuan Hidup
Tubuh yang Kembali ke Tanah: Catatan dari Latihan Teater dengan Metode Suzuki
Menjejak Tanah, Menyimpan Energi: Metode Suzuki dalam Latihan Teater Lampak(q) Art Community
Resonansi, Diam, dan Kesadaran: Praktik Bunyi dalam Belian
Membaca Belian sebagai Sistem Pengetahuan: Catatan dari Percakapan dengan Muhammad Sibawahi 
Gerbang Sangkareang dan Jalan Kebudayaan Kota
Belian sebagai Pengetahuan Hidup: Seni, Riset, dan Negosiasi Makna di Taman Budaya NTB

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:19 WITA

Menjaga Keseimbangan Leluhur, Menjemput Masa Depan Budaya Sasak

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:28 WITA

Wicara Partisipan Belian: Membaca Tubuh, Bunyi, dan Ritual sebagai Pengetahuan Hidup

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:36 WITA

Tubuh yang Kembali ke Tanah: Catatan dari Latihan Teater dengan Metode Suzuki

Jumat, 23 Januari 2026 - 12:02 WITA

Menjejak Tanah, Menyimpan Energi: Metode Suzuki dalam Latihan Teater Lampak(q) Art Community

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:00 WITA

Resonansi, Diam, dan Kesadaran: Praktik Bunyi dalam Belian

Berita Terbaru

Ia telah menemukan rumahnya di lagu, di niat baik, dan di harapan agar manusia mau bangun, bergerak, dan memberi dampak (Foto: aks)

TOKOH & INSPIRASI

Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak

Sabtu, 24 Jan 2026 - 08:50 WITA