Jalan Rusak di Desa Tampak Siring tak Kunjung Diperbaiki

Selasa, 11 Oktober 2022 - 19:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CERAKEN.ID- Kondisi jalan tanjakan di Desa Tampak Siring Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) rusak parah, namun tak kunjung diperbaiki pemerintah daerah. 

Warga Desa Tampak Siring, Alami Jaya di Praya, Selasa, mengatakan, kondisi jalan tersebut saat ini sudah berlubang besar dan dalam, sehingga dapat membahayakan dan sulit dilalui para pengendara jika jalan tersebut tidak ditimbun.

“Cekungan di pendakian jalan sudah dalam, sehingga membuat pengendara kesulitan,” katanya.

Dia menyebut, di lokasi tersebut pengendara roda dua sudah sering terpeleset dan terjatuh, sehingga mengalami luka lecet, terlebih bagi pengendara yang baru pertama kali melintasi jalan tersebut, dikarenakan mereka tidak mengetahui kondisi jalan.

“Sudah banyak pengendara yang jatuh di jalan tersebut dan kendaraan roda dua sering terpeleset,” katanya.

Ia mengatakan, jalan tersebut juga merupakan jalan alternatif yang bisa menembus jalur wisata yang berada di Kecamatan Batukliang Utara yaitu Aik Bukak dan Benang Stokel.

“Ini bisa menjadi akses jalan alternatif bagi wisatawan yang pergi ke objek wisata tersebut,” katanya. 

Salah seorang pengendara sepeda motor asal Dasan Baru, Deden mengungkapkan, jalan alternatif tersebut sering digunakan, karena menghindari jalur utama menuju Aik Bukak yang selalu padat saat liburan. Selain itu, jalan di Desa Tampak Siring ini dinilai lebih dekat dibanding melewati jalur utama.

“Kalau mau liburan kesana, saya pasti lewat jalur ini, soalnya setiap Sabtu sama Minggu jalur utama ke Aik Bukak pasti ramai sama jauh. Jadi saya mending hindarin jalur utama,” ujar Deden.

Deden menambahkan, rusaknya jalan tersebut sering membuat ban kendaraannya mengalami bocor ban akibat melintasi jalan yang rusak, karena terdapat batu-batu tajam.

“Selama melewati jalur ini sudah dua kali ban motor saya bocor, bahkan saya juga sempat mau jatuh akibat jalan banyak batu,” katanya.(007)

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA