Konsultasi Publik RKPD 2027: Menyatukan Arah Pembangunan Kota Mataram

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konsultasi publik ini menjadi awal perjalanan panjang menuju pembangunan Kota Mataram (Foto: ist)

Konsultasi publik ini menjadi awal perjalanan panjang menuju pembangunan Kota Mataram (Foto: ist)

CERAKEN.ID — Upaya memperkuat arah pembangunan daerah kembali ditegaskan Pemerintah Kota Mataram melalui penyelenggaraan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Forum tersebut menjadi ruang awal penyatuan gagasan, evaluasi, serta penyelarasan kebijakan pembangunan agar tidak berjalan parsial, melainkan saling terhubung antara pusat, provinsi, dan pemerintah kota.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Bappeda Kota Mataram pada Kamis (12/02/2026) itu dihadiri berbagai unsur strategis. Hadir di antaranya perwakilan DPRD Kota Mataram, perwakilan Bappeda Provinsi Nusa Tenggara Barat, kalangan akademisi, pemangku kepentingan pembangunan, serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Mataram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, yang akrab disapa Miq Alwan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa forum konsultasi publik bukan sekadar agenda rutin perencanaan, tetapi menjadi momentum penting untuk mengubah cara pandang dalam menyusun program pembangunan.

Mengakhiri Tradisi “Copy Paste” Program

Dalam paparannya, Miq Alwan secara terbuka menyoroti praktik lama perencanaan yang kerap hanya mengulang program sebelumnya tanpa evaluasi mendalam. Menurutnya, pola seperti itu harus dihentikan jika pembangunan ingin menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menegaskan, penyusunan rencana kerja ke depan harus berbasis kebutuhan aktual serta arah kebijakan pembangunan yang jelas, bukan sekadar pengulangan administrasi tahunan.

Baca Juga :  Pentas Selasa Warjack: Ruang Kreatif yang Menghidupkan Denyut Seni di Taman Budaya NTB

Seluruh perangkat daerah, mulai dari kepala dinas, sekretaris, kepala bidang hingga para perencana, diminta terlibat aktif untuk memastikan program yang dirancang benar-benar relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung visi pembangunan daerah.

Dengan demikian, setiap program tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari satu rangkaian pembangunan yang berkesinambungan.

Sekda juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam menyusun arah pembangunan. Kebijakan daerah harus sejalan dengan agenda pembangunan provinsi dan pemerintah pusat, terutama dalam pelaksanaan sejumlah program strategis nasional yang kini mulai diterapkan hingga ke daerah.

Program-program nasional tersebut, menurutnya, membutuhkan kesiapan daerah agar implementasinya tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, penyelarasan perencanaan menjadi kunci agar seluruh program dapat berjalan berkelanjutan, bukan hanya untuk satu tahun anggaran, melainkan sebagai bagian dari perencanaan jangka menengah daerah.

Ia menegaskan, perencanaan pembangunan tidak boleh berpikir jangka pendek. Pembangunan harus dirancang dengan pandangan berkelanjutan yang menyambung dari tahun ke tahun dalam kerangka RPJMD periode 2025–2029.

Membangun Kesamaan Cara Pandang

Konsultasi publik RKPD sendiri memiliki peran strategis sebagai wadah menyerap masukan dari berbagai pihak sebelum dokumen perencanaan ditetapkan.

Baca Juga :  Mataram di Jalur Kota Cerdas: Konsistensi Transformasi Digital Berbasis Pelayanan Publik

Di dalam forum tersebut, berbagai pemangku kepentingan diberi ruang untuk memberikan catatan, koreksi, maupun rekomendasi agar perencanaan pembangunan semakin tepat sasaran.

Miq Alwan berharap seluruh pihak yang terlibat memiliki pola pikir yang sama dalam membangun kota, sehingga program yang disusun mampu saling terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.

Kesamaan visi ini dinilai penting agar pembangunan tidak berjalan sporadis, melainkan memiliki arah yang jelas serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Forum konsultasi publik RKPD 2027 menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Mataram tengah berupaya memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan. Tidak lagi sekadar rutinitas birokrasi, tetapi menjadi instrumen evaluasi sekaligus penentu arah pembangunan masa depan.

Dengan perencanaan yang matang dan kolaboratif, pembangunan kota diharapkan tidak hanya menghasilkan proyek fisik semata, melainkan juga menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, ekonomi yang tumbuh, serta kualitas hidup masyarakat yang semakin meningkat.

Konsultasi publik ini menjadi awal perjalanan panjang menuju pembangunan Kota Mataram yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan, sebuah fondasi penting bagi kota yang terus tumbuh sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Barat.**

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita : akun PPID Kota Mataram

Berita Terkait

Menjaga Warisan, Menata Masa Depan: Mendesak Reformasi Pendanaan dan Tata Kelola Cagar Budaya di NTB
Satgas Bencana dan Semangat Kebersamaan di Jantung Kota Mataram
Mayura dan Ikhtiar Merawat Ingatan Kota
Jejak Maulana Syaikh di Museum NTB: Merawat Warisan Ulama, Pendidik, dan Pejuang Kebangkitan Tanah Air
Pentas Selasa Warjack: Ruang Kreatif yang Menghidupkan Denyut Seni di Taman Budaya NTB
Menata Hati ASN Menyambut Ramadhan di Kota Mataram
Melawan Sampah Plastik Lewat Kanvas: Spirit Ekologis dalam Karya I Nyoman Sandiya
Merawat Kota Lewat Kolaborasi: Ketika Dunia Usaha Turut Menjaga Ketahanan Mataram

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 07:25 WITA

Menjaga Warisan, Menata Masa Depan: Mendesak Reformasi Pendanaan dan Tata Kelola Cagar Budaya di NTB

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:59 WITA

Satgas Bencana dan Semangat Kebersamaan di Jantung Kota Mataram

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:56 WITA

Konsultasi Publik RKPD 2027: Menyatukan Arah Pembangunan Kota Mataram

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:05 WITA

Mayura dan Ikhtiar Merawat Ingatan Kota

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:24 WITA

Jejak Maulana Syaikh di Museum NTB: Merawat Warisan Ulama, Pendidik, dan Pejuang Kebangkitan Tanah Air

Berita Terbaru

Puisi-puisi tersebut tidak mencoba menjadi rumit, tetapi mampu menyampaikan rasa secara langsung. Dari kesederhanaan itu, pembaca menemukan kedalaman makna (Foto: aks/ceraken,id)

BEDAH BUKU

Menyusuri Utara, Menemukan Kembali Jejak Persahabatan dan Puisi

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:17 WITA

BUDAYA

Menyigi Jejak Peradaban di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:28 WITA

Pelayanan publik yang baik tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang hangat antara pemimpin dan mereka yang bekerja di lapangan (Foto: ist)

AJONG MENTARAM

Satgas Bencana dan Semangat Kebersamaan di Jantung Kota Mataram

Jumat, 13 Feb 2026 - 19:59 WITA