Mahasiswa Poltekpar Lombok Promosikan Pariwisata Berbasis Kebudayaan

Rabu, 28 September 2022 - 19:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CERAKEN.ID– Kelompok Mahasiswa dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok program studi D4 Pengaturan Perjalanan akan melaksanakan kegiatan bertajuk Familiarization Trip Of Sustainable (FAMOUS) 2022. Kegiatan tersebut akan diadakan di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, pada 11-12 Oktober mendatang.

Pembantu Direktur I Poltekpar Lombok, Amirosa Ria Satiadji mengatakan, Famous 2022 kali ini mempunyai konsep Live In, di mana peserta bisa berinteraksi dengan masyarakat dan merasakan langsung menjadi masyarakat lokal Desa Adat Karang Bajo pada momen Maulid Adat dan semua peserta akan mengikuti prosesnya.

“Tujuannya untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya serta destinasi wisata yang ada di Lombok khususnya Kampung Adat Karang Bajo,” Katanya saat memberikan sambutan, Selasa (27/9/2022).

Amirosa menerangkan, bahwa output jangka panjang yang diharapkan yakni Agen Perjalanan Wisata (APW) dan Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang diundang dapat menjual destinasi tersebut. Diharapkan bisa menciptakan multiplier effect yang dapat memulihkan sektor pariwisata di Lombok pasca pandemi.

Sementara itu, Project Manager Famous 2022, Muhammad Azmil Fathan Yus mengatakan melalui event tersebut diharapkan sebagai mahasiswa dapat turut serta dalam mewujudkan konsep Sustainable Development Goals (SDGs) agar tercapainya tujuan pembangunan nasional secara berkelanjutan.

“Makna utama dari Famous itu sendiri adalah untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang berkelanjutan di Pulau Lombok khususnya pada bidang budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Dikatakan, sebagai generasi muda pariwisata pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal yang dikemas dalam satu konsep perjalanan wisata.

“Kami melibatkan berbagai stakeholder dan pihak industri yang bergerak dalam bidang pariwisata demi kemajuan pariwisata Lombok dan terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, pegiat adat Desa Karang Bajo, Renadi mengatakan peradaban Lombok dan cerita tentang sejarah samalas harus mampu dikembangkan sebagai pariwisata, dan Poltekpar harus mampu menyuarakan kepada dunia tentang sejarah peradaban Lombok dan keindahannya.

Menurutnya, membangun pariwisata itu tidak cukup hanya untuk membangun finansial pribadi akan tetapi pariwisata memberikan dampak ekonomi terhadap masyarakat. “Kita tidak bisa memberikan kepuasan terhadap orang lain, melainkan kita bisa berbagi kepada penikmat pariwisata,” pungkasnya***

Berita Terkait

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya
Masjid Songak: Warisan Sejarah dan Tradisi Islam Lombok yang Tetap Hidup
Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner
Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional
Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya
Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika
Kinerja Cemerlang Pj Bupati Lobar Tuai Apresiasi Kemendagri, H. Ilham: Ini Hasil Kolaborasi Bersama
Banjir Hantam  Desa Aikmel Barat Lombok Timur. Ternyata ini Penyebabnya!

Berita Terkait

Minggu, 16 Februari 2025 - 19:24 WITA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:05 WITA

Pengaruh Akulturasi Tionghoa dalam Warisan Budaya Indonesia: Dari Pakaian Tradisional hingga Kuliner

Sabtu, 15 Februari 2025 - 20:47 WITA

Pantun Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, BRIN Usul Penetapan Hari Pantun Nasional

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:40 WITA

Pemkab Nganjuk Tetapkan Candi Ngetos dan Candi Lor sebagai Cagar Budaya

Kamis, 13 Februari 2025 - 20:24 WITA

Batik Sasambo, Kain NTB dengan Sentuhan Legenda Putri Mandalika

Berita Terbaru

Bangunan bersejarah peninggalan Belanda di Taman Suranadi. (Inside Lombok/Yudina)

WARISAN NUSANTARA

Bangunan Belanda di Taman Suranadi Diajukan Masuk Cagar Budaya

Minggu, 16 Feb 2025 - 19:24 WITA