CERAKEN.ID– Suasana apel pagi di Halaman Kantor Wali Kota Mataram, Senin (9/2/2026), terasa berbeda dari biasanya.
Di tengah rutinitas kedinasan yang padat, apel bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Mataram kali ini menjadi momentum reflektif menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, H. L. Alwan Basri, yang bertindak sebagai inspektur apel, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajak seluruh ASN membersihkan hati dan memperkuat silaturahmi melalui saling memaafkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi masyarakat Indonesia, terutama di lingkungan birokrasi yang penuh dinamika interaksi kerja, momen menjelang Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender hijriah.
Ia menjadi ruang spiritual untuk mengevaluasi diri, memperbaiki hubungan antarindividu, sekaligus menata kembali niat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Dalam amanatnya, Miq Alwan, sapaan akrab Sekda Kota Mataram, menyampaikan bahwa apel tersebut merupakan momentum terakhir sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Karena itu, ia mengajak seluruh ASN menjadikan kesempatan tersebut sebagai awal membersihkan hati dan mempererat persaudaraan di lingkungan kerja.
“Ini merupakan apel terakhir menjelang Bulan Suci Ramadhan. Mari kita saling memaafkan. Mari kita memasuki Ramadhan dengan hati yang baik, tulus, dan bersih, sehingga Ramadhan kita menjadi khusyuk dan tawadhu dalam menjalankan ibadah puasa, serta kita semua mendapatkan anugerah-Nya,” ungkapnya di hadapan para pegawai.
Pesan tersebut bukan sekadar formalitas seremonial. Dalam realitas kerja pemerintahan, interaksi antarpegawai tidak selalu berjalan mulus.
Tekanan target kerja, perbedaan pendapat, hingga dinamika organisasi sering kali menimbulkan gesekan, baik yang terasa maupun yang terpendam.
Ajakan untuk saling memaafkan menjadi penting agar beban emosional tidak terbawa ke dalam bulan Ramadhan, bulan yang identik dengan pengendalian diri dan peningkatan kualitas spiritual.
Ramadhan sendiri mengajarkan manusia untuk menahan amarah, memperbanyak kesabaran, serta menumbuhkan empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat relevan bagi para ASN yang berperan langsung dalam pelayanan publik.
Pelayanan yang baik tidak hanya bergantung pada sistem dan prosedur, tetapi juga pada kualitas sikap dan keikhlasan individu yang menjalankannya.
Dalam konteks ini, pesan Sekda Kota Mataram seolah mengingatkan bahwa pelayanan publik yang humanis dimulai dari hati yang bersih.
Pegawai yang mampu memaafkan dan memperbaiki hubungan kerja akan lebih mudah membangun kerja sama yang sehat, produktif, dan harmonis.
Menariknya, Miq Alwan tidak hanya menyampaikan ajakan secara institusional, tetapi juga secara personal menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ASN.
Sikap tersebut menunjukkan keteladanan kepemimpinan yang menempatkan diri sejajar dengan bawahan dalam hal kemanusiaan dan kekhilafan.
“Saya juga mohon maaf lahir batin selama kita berinteraksi. Dari hati saya mengucapkan permohonan maaf menjelang kita memasuki Bulan Ramadhan,” ujarnya menutup amanat.
Gestur tersebut memiliki makna penting dalam budaya birokrasi yang kerap dipersepsikan formal dan hierarkis.
Ketika seorang pimpinan secara terbuka meminta maaf, pesan yang sampai bukan hanya soal kesantunan, tetapi juga tentang pentingnya kerendahan hati dalam kepemimpinan.
Bagi ASN Kota Mataram, apel tersebut menjadi pengingat bahwa tugas pelayanan publik tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan kebijakan, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
Ramadhan memberi kesempatan untuk memperbaiki kualitas diri, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah tantangan perkotaan yang semakin kompleks mulai dari persoalan lingkungan, pelayanan publik, hingga dinamika sosial,
ASN dituntut tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki empati sosial. Ramadhan menjadi momentum memperkuat nilai tersebut.
Pada akhirnya, pesan saling memaafkan yang disampaikan Sekda Kota Mataram mengandung makna lebih luas: bahwa birokrasi yang kuat dimulai dari hubungan kerja yang harmonis, hati yang bersih, dan niat melayani dengan tulus.
Ketika para pelayan publik memasuki Ramadhan dengan semangat tersebut, diharapkan energi positif itu juga mengalir dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.
Apel pagi pun selesai, tetapi pesan moralnya terus bergema. Ramadhan tinggal menghitung hari, dan bagi ASN Kota Mataram, persiapan spiritual telah dimulai dari langkah sederhana: saling memaafkan.**
Penulis : aks
Editor : Ceraken Editor
Sumber Berita : Akun PPID Kota Mataram


































