Penurunan Nilai Tukar Petani Maret 2024 Memengaruhi Daya Beli Petani di NTB

Senin, 1 April 2024 - 19:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: screenshot NTP NTB Maret 2024/bps.ntb

Foto: screenshot NTP NTB Maret 2024/bps.ntb

MATARAM (ceraken.id)- Pada Maret 2024, terjadi penurunan signifikan dalam Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang merupakan cerminan dari perbandingan indeks harga yang diterima oleh petani dengan indeks harga yang harus dibayar oleh petani. Menurut data BPS NTB, NTP NTB pada bulan Maret 2024 mencapai 120,88, mengalami penurunan sebesar 3,83 persen dari bulan sebelumnya.

Kepala BPS NTB Drs. Wahyudin menyebutkan, penurunan ini disebabkan oleh dua faktor utama: penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 2,62 persen, dan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,26 persen. Hal ini menunjukkan adanya tekanan pada daya beli petani di daerah tersebut.

“NTP juga memberikan gambaran tentang daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi serta biaya produksi. Meskipun demikian, beberapa subsektor pertanian masih memperlihatkan nilai NTP di atas 100, menandakan daya beli yang relatif lebih baik dibandingkan dengan subsektor lainnya. Subsektor Tanaman Pangan mencatat NTP sebesar 122,77, sementara Subsektor Hortikultura menunjukkan angka yang tinggi, yakni 157,56,” ujarnya, Senin (1/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, situasi ekonomi rumah tangga juga turut mempengaruhi. Kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di NTB sebesar 1,71 persen pada bulan yang sama menunjukkan peningkatan pengeluaran pada berbagai kelompok, seperti Makanan, Minuman, dan Tembakau; Pakaian dan Alas Kaki; serta Transportasi.

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mengalami penurunan sebesar 2,97 persen di Provinsi NTB pada bulan yang sama, mencapai angka 123,44. Hal ini menunjukkan dampak yang serupa terhadap daya beli petani dalam ranah usaha rumah tangga pertanian.

Dengan demikian, perhatian terhadap faktor-faktor yang memengaruhi NTP dan kondisi ekonomi rumah tangga menjadi penting untuk memahami dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh petani di NTB.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Prof. Nuriadi Ajak Masyarakat Memuliakan Guru di Hari Guru Nasional 2025
Festival Bau Nyale 2025: Peresean dan Parade Siu Puteri Mandalika Meriahkan Tradisi di Lombok
Konversi Lahan Pertanian Sebuah Keniscayaan, Ini Gagasan Rohmi Firin untuk Ketahanan Pangan NTB
Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham
Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun
Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung
Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu
Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 17:58 WITA

Prof. Nuriadi Ajak Masyarakat Memuliakan Guru di Hari Guru Nasional 2025

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:47 WITA

Festival Bau Nyale 2025: Peresean dan Parade Siu Puteri Mandalika Meriahkan Tradisi di Lombok

Senin, 14 Oktober 2024 - 06:59 WITA

Konversi Lahan Pertanian Sebuah Keniscayaan, Ini Gagasan Rohmi Firin untuk Ketahanan Pangan NTB

Minggu, 28 April 2024 - 15:06 WITA

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham

Jumat, 26 April 2024 - 17:38 WITA

Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA