Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu

- Pewarta

Rabu, 24 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa pekerja sedang menurunkan jagung daru atas truk di Gudang Bulog. Atas anjloknya harga jagung, Bulog Bima turut melakukan upaya membantu pemerintah dalam mensatbilkan harga jagung di tingkat petani. (Foto Dok Bulog Bima)

Beberapa pekerja sedang menurunkan jagung daru atas truk di Gudang Bulog. Atas anjloknya harga jagung, Bulog Bima turut melakukan upaya membantu pemerintah dalam mensatbilkan harga jagung di tingkat petani. (Foto Dok Bulog Bima)

DOMPU (ceraken.id)- Polemik anjloknya harga jagung, memicu terjadinya aksi yang dilakukan oleh petani di Kabupaten Dompu. Anjloknya harga jagung itu, dipicu swasta dengan dalih harga jagung di pasaran turun, mematok harga jagung petani di Dompu, di bawah HAP Pemerintah yang mencapai Rp4.200.

Jagung Dompu, oleh swasta, dihargai Rp2.000 – Rp3.000 per kg. Melihat kondisi ini, Bulog yang memiliki tanggung jawab penuh, turut andil dalam membantu pemerintah dengan menstabilkan harga jagung.

Pimpinan Cabang Bulog Bima, Kurnia Rahmawati mengatakan, hadirnya Corn Drying Centre (CDC) yang dibangun di Kecamatan Menggelewa, salah satu bukti Bulog hadir dalam ikut menstabilkan harga. Meski saat ini CDC di Menggelewa masih dalam tahap Commisioning test, namun sudah mampu menstabilkan harga jagung d tingkat petani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah melakukan penyerapan jagung basah (KA > 17%) dengan harga Rp4.200 per kg (rafaksi) sesuai ketentuan Bapanas mulai tanggal 19 April,” katanya, Rabu (24/4/2024).

Dikatakan, hingga 23 April 2024, CDC milik Bulog ini, sudah mampu menyerap jagung Dompu mencapai 658.480 kg. Jika ditotal sejak Commisioning test pertama yakni mulai tanggal 18 Maret 2024 hingga Commisioning test tahap dua yang dimulai 19 April 2024, CBD di Kecamatan Manggelewa ini, sudah menyerap jagung sebanyak 1.826.880 kg.

Pada tahap Commisioning test tahap awal, Bulog menyerap jagung Dompu dan Bima, mencapai 1.100 ton. Semenara untuk Commisioning test tahap dua, ditargetkan menyerap sebanyak 1.800 ton atau 120 ton per hari.

“Untuk penyerapan jagung skema komersial, penyerapan mulai tanggal 18 April, kadar Air (KA) maksimal 14 peren dengan harga Rp4.500 (include pph 22). Jumlah yang sudah terserap sampai tgl 23 April sebanyak 377.300 kg,” katanya.

Hadirnya CDC Bulog ini, terbukti ampuh. Harga jagung yang kerap dimainkan swasta, berangsur-angsur membaik.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Muhammad Syaroni, beberapa waktu lalu, mengatakan hadirnya CDC Bulog ini akan menjadi competitor pengusaha jagung swasta, yang sering memainkan harga. Syahroni berharap, Commisioning test yang sedang dilakukan oleh Bulog terhadap CDC di Manggelewa ini, segera selesai sehingga, pada panen raya akhir tahun mendatang, harga jagung di Kabupaten Dompu, stabil.

“Minimal sesuai dengan ketentuan HAP Jagung yang di keluarkan Bapanas,” katanya.***

 

 

Berita Terkait

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham
Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun
Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung
Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga
Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas
Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas
Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat
Libur Lebaran, Harga Ikan Bakar Meroket,Omzet Sampai 2 Juta Rupiah

Berita Terkait

Minggu, 28 April 2024 - 15:06 WITA

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham

Jumat, 26 April 2024 - 17:38 WITA

Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun

Kamis, 25 April 2024 - 14:59 WITA

Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung

Rabu, 24 April 2024 - 19:57 WITA

Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu

Jumat, 19 April 2024 - 17:12 WITA

Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga

Selasa, 16 April 2024 - 22:57 WITA

Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas

Senin, 15 April 2024 - 19:20 WITA

Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas

Minggu, 14 April 2024 - 23:32 WITA

Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

Translate »