Poli Stunting RSUD Mataram Tangani Rujukan Puskesmas

- Pewarta

Minggu, 14 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram, dr. Hj. Eka Nurhayati

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram, dr. Hj. Eka Nurhayati

MATARAM (ceraken.id)– Poli khusus stunting yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram menjadi satu satunya rujukan dari puskesmas yang menangani kasus bayi stunting dengan indikasi medis untuk mendapatkan perawatan secara optimal untuk penyembuhan.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram, dr. Hj. Eka Nurhayati mengatakan, poli stunting merupakan wujud ikhtiar Pemerintah Kota Mataram untuk menurunkan angka stunting yang terus di maksimalkan oleh semua pemangku kepentingan.

“Poli stunting saat ini baru ada di RSUD Kota Mataram, dengan adanya poli stunting ini kami sudah menangani pasien rujukan dari puskesmas di Kota Mataram,” ungkapnya Minggu (14/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelayanan di Poli Stunting RSUD Kota Mataram telah di siapkan sejumlah Dokter spesialis untuk menangani pasien sesuai dari kebutuhan penanganannya Misalnya, dokter anak, ahli gizi dan dokter lainnya yang dibutuhkan untuk perawatan medis.

“Jika di butuhkan nantinya misalnya ahli gizi atau ada kasus pasien stunting yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut seperti adanya komplikasi dari stunting ini maka dokter spesialis yang datang ke poli untuk menangani, jadi Pasiennya disana saja, nanti dokternya yang kesana,” ucapnya.

Penanganan stunting tidak saja di rumah sakit melainkan dari beberapa OPD lainnya terutama Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan juga menyiapkan anggaran khusus untuk penanganannya seperti pembelian susu. Hanya saja sebelum dikonsumsi, harus dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter spesialis yang ada di rumah sakit.

“Dananya ada di Dinkes. Kebutuhan gizi Dinas Kesehatan yang menyiapkan, tapi konsultasi dan penanganan medisnya ke kita karena dokter spesialis ada di rumah sakit,” katanya.

Untuk di ketahui pada awal tahun 2024 Dari data Dinas Kesehatan Kota Mataram, kasus stunting di Kota Mataram kembali mengalami penurunan. Tercatat dari 8,98 persen atau 2.190 balita stunting turun ke angka 8,61 persen atau sekitar 2.000 balita***

 

 

Berita Terkait

RSUD Soedjono Selong Berikan Pelayan Khusus Ibu dan Anak
Dinas Kesehatan Kota Mataram Optimalkan Penanganan DBD
Kasus DBD Tinggi, Walikota Mataram Ajak Lurah Dan Camat Lakukan Ini
Dinkes Lombok Tengah Ingatkan Warga Tak Makan Berlebihan Saat Lebaran
DBD Merajalela, 9 Turis di Gili Air Lombok Jadi Korban
Terungkap! Inilah Alasan Tiga Obat ini Banyak Dipalsukan dan Beredar Ilegal di NTB
Unit Pelayanan Kesehatan Dibuka di Areal Perkantoran Pemkot Mataram
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berpuasa?

Berita Terkait

Minggu, 28 April 2024 - 14:05 WITA

RSUD Soedjono Selong Berikan Pelayan Khusus Ibu dan Anak

Sabtu, 27 April 2024 - 18:47 WITA

Dinas Kesehatan Kota Mataram Optimalkan Penanganan DBD

Selasa, 23 April 2024 - 09:54 WITA

Kasus DBD Tinggi, Walikota Mataram Ajak Lurah Dan Camat Lakukan Ini

Minggu, 14 April 2024 - 14:46 WITA

Poli Stunting RSUD Mataram Tangani Rujukan Puskesmas

Rabu, 10 April 2024 - 13:46 WITA

Dinkes Lombok Tengah Ingatkan Warga Tak Makan Berlebihan Saat Lebaran

Selasa, 26 Maret 2024 - 20:00 WITA

DBD Merajalela, 9 Turis di Gili Air Lombok Jadi Korban

Jumat, 22 Maret 2024 - 18:27 WITA

Terungkap! Inilah Alasan Tiga Obat ini Banyak Dipalsukan dan Beredar Ilegal di NTB

Senin, 18 Maret 2024 - 21:22 WITA

Unit Pelayanan Kesehatan Dibuka di Areal Perkantoran Pemkot Mataram

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

Translate »