Para Pelaut
Hai para pelaut,
Apa kabarmu?
Sudahkah kau kau membaca rotasi bintang malam ini?
Atau membaca kalender kuno dari kayu yang ditancap paku.
Aku penasaran,
batas segara yang dulu kau ceritakan padaku Sebenarnya seperti apa.
Apakah benar batasnya lebih tinggi?
Apakah benar lautnya lebih biru?
Dan apakah benar,
Kalau dulu banyak penyu yang tak boleh diburu?
Hai para pelaut,
Bolehkah aku ikut berlayar?
Akan janji takkan muntah Dan mabuk laut.
Karna Waktu aku masih bayi,
Ayah dan ibu mengajariku cara berlaut di ayuan,
Menggantung ayunanku di pohon kakao belakang rumah,
Dan mengikat ayunan dari lampin tua itu dengan tali dari pelepah pisang kering diujungnya.
Sesekali ia menariknya,
Lalu melepaskannya.
Biar aku tau,
Rasanya diatas kapal kayu,
Biar aku tau,
Kalau dongeng orang pesisir,
Bisa ku rasa nyata,
saat kian beranjak dewasa.
Pesisir Tanjung Karang,
Senin, 29 Desember 2025
Penulis : aks
Editor : Ceraken Editor



































