Puisi Salam Efendi

Senin, 9 Februari 2026 - 07:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Arif Ikhwanul Hakim

Ilustrasi: Arif Ikhwanul Hakim

Para Pelaut

Hai para pelaut,
Apa kabarmu?
Sudahkah kau kau membaca rotasi bintang malam ini?
Atau membaca kalender kuno dari kayu yang ditancap paku.

Aku penasaran,
batas segara yang dulu kau ceritakan padaku Sebenarnya seperti apa.

Apakah benar batasnya lebih tinggi?
Apakah benar lautnya lebih biru?
Dan apakah benar,
Kalau dulu banyak penyu yang tak boleh diburu?

Hai para pelaut,
Bolehkah aku ikut berlayar?
Akan janji takkan muntah Dan mabuk laut.

Karna Waktu aku masih bayi,
Ayah dan ibu mengajariku cara berlaut di ayuan,
Menggantung ayunanku di pohon kakao belakang rumah,
Dan mengikat ayunan dari lampin tua itu dengan tali dari pelepah pisang kering diujungnya.

Baca Juga :  Puisi Rusdin Tompo

Sesekali ia menariknya,
Lalu melepaskannya.

Biar aku tau,
Rasanya diatas kapal kayu,
Biar aku tau,
Kalau dongeng orang pesisir,
Bisa ku rasa nyata,
saat kian beranjak dewasa.

Pesisir Tanjung Karang,
Senin, 29 Desember 2025

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Berita Terkait

Puisi Rusdin Tompo
Puisi M. Wahyu Ramdani
Guru PAUD NTB Kreasikan Sampah Jadi Alat Peraga Edukasi, Begini Inovasinya Bersama Bunda Niken!
Yayasan Maraqitta’limat Perkuat Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah dengan Ujian Pra Tesis di Undiksha Singaraja
Bang Zul, Lalu Iqbal, dan Umi Rohmi Adu Gagasan soal Beasiswa NTB di Dialog BEM Unram
Mahasiswa KKN Unram Sasar Pelajar MA Perkenalkan Cara Mengolah Limbah Tembakau Jadi Pestisida Nabati di Desa Perigi Suela Lombok Timur. Ternyata ini Alasannya!
Pengabdian BEM Undikma di Sekotong Barat: Dampak Positif dan Kesan Mendalam dari Komunitas dan Relawan
Madarasah di NTB juga Fokus ke Industri Modern

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 08:22 WITA

Puisi Rusdin Tompo

Senin, 9 Februari 2026 - 07:53 WITA

Puisi Salam Efendi

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:01 WITA

Puisi M. Wahyu Ramdani

Minggu, 27 Oktober 2024 - 13:08 WITA

Guru PAUD NTB Kreasikan Sampah Jadi Alat Peraga Edukasi, Begini Inovasinya Bersama Bunda Niken!

Minggu, 1 September 2024 - 12:57 WITA

Yayasan Maraqitta’limat Perkuat Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah dengan Ujian Pra Tesis di Undiksha Singaraja

Berita Terbaru

Puisi-puisi tersebut tidak mencoba menjadi rumit, tetapi mampu menyampaikan rasa secara langsung. Dari kesederhanaan itu, pembaca menemukan kedalaman makna (Foto: aks/ceraken,id)

BEDAH BUKU

Menyusuri Utara, Menemukan Kembali Jejak Persahabatan dan Puisi

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:17 WITA

BUDAYA

Menyigi Jejak Peradaban di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:28 WITA

Pelayanan publik yang baik tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang hangat antara pemimpin dan mereka yang bekerja di lapangan (Foto: ist)

AJONG MENTARAM

Satgas Bencana dan Semangat Kebersamaan di Jantung Kota Mataram

Jumat, 13 Feb 2026 - 19:59 WITA