Di Balik Riuh Pesta Seni NTB, Dody Setiawan Menjadi Penggerak Suasana

Senin, 1 Desember 2025 - 17:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Seru. Bisa menyaksikan talenta-talenta muda beraksi membawakan ragam seni baik tradisional maupun modern,” ujar Dody Setiawan (kanan). Foto: Aks

“Seru. Bisa menyaksikan talenta-talenta muda beraksi membawakan ragam seni baik tradisional maupun modern,” ujar Dody Setiawan (kanan). Foto: Aks

CERAKEN.ID- Mataram, — Di balik meriahnya rangkaian Pentas Seni NTB 2025, ada satu sosok yang hampir tak pernah absen menemani tiga hari penuh gelaran itu: Dody Setiawan, staf Taman Budaya Provinsi NTB yang bertugas sebagai pembawa acara.

Suara lantang, gaya komunikatif, dan energinya yang konsisten menjadi pengikat bagi setiap segmen yang tampil di panggung.

“Seru. Bisa menyaksikan talenta-talenta muda beraksi membawakan ragam seni baik tradisional maupun modern,” ujar Dody dengan antusias saat ditemui di sela-sela acara. Baginya, menjadi MC bukan sekadar membacakan rundown, tetapi ikut menjaga suasana agar tetap hidup.

Ditanya tentang resep menjaga performa sepanjang tiga hari yang padat, Dody menyebut tiga hal: istirahat cukup, penguasaan materi, dan kerja sama tim.

“Yang penting istirahat yang cukup, menguasai product knowledge supaya pas nge-MC bisa menyampaikan pesan acara ke penonton,” ujarnya.

Tidak kalah penting, tambahnya, adalah relasi yang terbangun di balik panggung. “Serta membangun chemistry dengan tim. Baik dari penyelenggara dan PIC talent di backstage. Itu yang bikin alur acara jadi enak dan kita tetap semangat.”

Dengan perannya yang stabil dari awal hingga akhir gelaran, Dody menjadi bagian penting yang memastikan Pesta Seni NTB 2025 berjalan lancar, menghubungkan penampil, penyelenggara, dan penonton dalam satu panggung apresiasi seni (Aks).

Penulis : Aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita : Liputan

Berita Terkait

Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak
Bahagia yang Tak Bisa Sendiri
Lalu Payasan: Menjaga Agama Lewat Adat, Merawat Sasak Lewat Tafakur
Ketika Angka Berbicara dan Konfigurasi Berubah: Pelajaran dari Pemilihan Rektor Unram 2026–2030
Mencoba Menakar Peluang Prof. Muhamad Ali, Ph.D
Ahmad Saufi: Menyambungkan Sekolah dengan Pasar Kerja
Dari Dapur ke Kanvas: Sun Noosea dan Jalan Reva Adhitama
Dari Berlin ke NTB: Diplomasi Budaya, Sastra, dan Bekal Kepemimpinan Ahmad Saufi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:50 WITA

Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:04 WITA

Bahagia yang Tak Bisa Sendiri

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:27 WITA

Lalu Payasan: Menjaga Agama Lewat Adat, Merawat Sasak Lewat Tafakur

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:47 WITA

Ketika Angka Berbicara dan Konfigurasi Berubah: Pelajaran dari Pemilihan Rektor Unram 2026–2030

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:27 WITA

Mencoba Menakar Peluang Prof. Muhamad Ali, Ph.D

Berita Terbaru

Ia telah menemukan rumahnya di lagu, di niat baik, dan di harapan agar manusia mau bangun, bergerak, dan memberi dampak (Foto: aks)

TOKOH & INSPIRASI

Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak

Sabtu, 24 Jan 2026 - 08:50 WITA