Telepon yang Tak Pernah Berdering

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Karya Lukis Bambang Prasetya. Judul

Ilustrasi Karya Lukis Bambang Prasetya. Judul "Pagebluk:

Catatan Agus K Saputra

CERAKEN. ID- Kisah tentang manajer baru yang menyambar gagang telepon dan berpura-pura berbicara itu terdengar jenaka, nyaris seperti anekdot ringan untuk mengundang tawa. Namun di balik kelucuannya, tersimpan kritik tajam tentang cara manusia memahami kekuasaan, otoritas, dan citra diri di ruang kerja modern.

Dengan penuh percaya diri, sang manajer memulai monolognya. Ia mengucapkan terima kasih kepada “Direktur Utama”, menyebut kepercayaan besar yang diberikan kepadanya, bahkan mengatur agenda pertemuan seolah-olah ia adalah pusat pengambilan keputusan.

Semua dilakukan dengan satu tujuan: membangun kesan. Ia ingin orang-orang di sekelilingnya percaya bahwa dirinya penting, didengar, dan berpengaruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adegan ini berhenti seketika ketika para tamu yang berdiri di depan pintu, dengan wajah heran sejak awal, menyampaikan maksud kedatangan mereka: memperbaiki telepon itu. Telepon yang dibanggakan, yang dijadikan alat pertunjukan kekuasaan simbolik, ternyata rusak dan tak pernah berdering.

Baca Juga :  Senja yang Menyilaukan Pengembara

Di sinilah ironi itu menemukan momentumnya.

Dalam banyak organisasi, simbol sering kali lebih dipentingkan daripada substansi. Jabatan, meja besar, ruang kerja eksklusif, hingga gaya bicara penuh istilah manajerial kerap dijadikan penanda kekuasaan.

Manajer baru dalam kisah ini memilih jalan pintas: menciptakan ilusi otoritas sebelum benar-benar membangun kepercayaan melalui kerja nyata. Telepon menjadi properti panggung, bukan alat komunikasi.

Namun, realitas memiliki cara sendiri untuk membongkar kepura-puraan. Seperti para teknisi yang datang membawa fakta sederhana, bahwa telepon itu rusak, realitas kerja sehari-hari selalu menuntut kejujuran dan kompetensi.

Kepemimpinan tidak lahir dari dialog imajiner dengan atasan, melainkan dari kemampuan mendengar, memahami persoalan, dan mengambil keputusan yang berdampak nyata.

Kisah ini juga mencerminkan kecenderungan budaya kerja yang mengagungkan citra. Banyak orang terjebak pada keinginan tampak sibuk, tampak penting, dan tampak berkuasa.

Baca Juga :  Di Antara Jalan dan Keyakinan

Padahal, yang lebih dibutuhkan organisasi justru adalah pemimpin yang bekerja dalam senyap, membangun sistem, dan memberi ruang bagi orang lain untuk berkembang. Kepemimpinan sejati sering kali tidak membutuhkan pertunjukan.

Telepon yang rusak itu menjadi metafora yang kuat. Ia melambangkan komunikasi yang sebenarnya tidak berjalan, relasi yang semu, dan kekuasaan yang rapuh. Ketika simbol lebih keras berbicara daripada kenyataan, yang muncul bukanlah wibawa, melainkan absurditas.

Catatan singkat ini mengingatkan kita bahwa kepercayaan tidak bisa direkayasa dengan sandiwara. Ia dibangun dari konsistensi, kerja nyata, dan keberanian untuk tampil apa adanya.

Sebab pada akhirnya, seperti sang manajer itu, siapa pun yang terlalu sibuk berbicara pada telepon yang tak berdering akan segera berhadapan dengan kenyataan dan kenyataan jarang memberi ruang bagi kepura-puraan.

#Akuair-Ampenan, 28-12-2025

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Berita Terkait

Di Antara Jalan dan Keyakinan
Menjaga Nilai di Tengah Riuh yang Menyesatkan
Persahabatan yang Dirawat, Bukan Ditunggu
Senja yang Menyilaukan Pengembara
Tentang Ingatan yang Tak Seimbang: Ketika Kita Masih Menyimpan, Sementara Ia Telah Melupakan
Ada yang Salah di Negeri Ini
Di Antara Sehat dan Kosong, Manusia Belajar Bertahan
Jagoan Kalah Pilpres!

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 21:02 WITA

Di Antara Jalan dan Keyakinan

Minggu, 4 Januari 2026 - 11:39 WITA

Menjaga Nilai di Tengah Riuh yang Menyesatkan

Kamis, 1 Januari 2026 - 20:59 WITA

Persahabatan yang Dirawat, Bukan Ditunggu

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:54 WITA

Telepon yang Tak Pernah Berdering

Kamis, 25 Desember 2025 - 23:57 WITA

Senja yang Menyilaukan Pengembara

Berita Terbaru

Ia telah menemukan rumahnya di lagu, di niat baik, dan di harapan agar manusia mau bangun, bergerak, dan memberi dampak (Foto: aks)

TOKOH & INSPIRASI

Terpararerai: Musik, Doa, dan Upaya Bangun yang Berdampak

Sabtu, 24 Jan 2026 - 08:50 WITA