Bulog NTB Gunakan Skema Komersial Beli Gabah Petani

Selasa, 2 April 2024 - 12:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ketersediaan gabah di gudang bulog NTB.

Kondisi ketersediaan gabah di gudang bulog NTB.

MATARAM(ceraken.id)- Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Nusa Tenggara Barat akan menggunakan skema komersial dalam menyerap gabah petani pada musim panen saat ini. Penggunaan skema ini menyebabkan harga beras yang dibeli oleh Bulog bervariasi di setiap daerah, karena harga ditentukan oleh pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB, Abdul Aziz, di Mataram senin (1/4/2024) menyatakan, saat ini Bulog NTB dapat menyerap beras petani dengan skema komersial dengan harga di atas HPP (harga pembelian pemerintah). HPP saat ini sekitar Rp5.000/kg untuk Gabah Kering Panen (GKP), dan sekitar Rp6.100/kg untuk Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani dan penggilingan, serta sekitar Rp6.200 di gudang Bulog.

“Saat ini Bulog juga membeli dengan harga sekitar 7 ribu rupiah perkilogram,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aziz mengatakan, saat ini masih baru beberapa tempat yang sedang memasuki musim panen padi. Namun diharapkan tempat lainnya segera mengikuti, sehingga harga beras kembali normal dan ketersediaannya mencukupi bagi masyarakat.

Di sisi lain, Perum Bulog baru berhasil menyerap sekitar 4 ribu ton beras dari target sekitar 70 ribu ton yang harus diserap. Penyerapan beras atau gabah dari petani dilakukan setiap tahun, terutama pada masa panen, untuk mencegah agar gabah petani tidak dijual di luar daerah. Namun, pembelian dilakukan menggunakan skema komersial, di mana harga mengikuti harga pasar.

“Pengadaan masih terhambat karena beberapa daerah mengalami gangguan pada panen,” kata Pimwil Perum Bulog NTB, Raden Guna Dharma***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Prof. Nuriadi Ajak Masyarakat Memuliakan Guru di Hari Guru Nasional 2025
Festival Bau Nyale 2025: Peresean dan Parade Siu Puteri Mandalika Meriahkan Tradisi di Lombok
Konversi Lahan Pertanian Sebuah Keniscayaan, Ini Gagasan Rohmi Firin untuk Ketahanan Pangan NTB
Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham
Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun
Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung
Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu
Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga

Berita Terkait

Selasa, 25 November 2025 - 17:58 WITA

Prof. Nuriadi Ajak Masyarakat Memuliakan Guru di Hari Guru Nasional 2025

Sabtu, 15 Februari 2025 - 17:47 WITA

Festival Bau Nyale 2025: Peresean dan Parade Siu Puteri Mandalika Meriahkan Tradisi di Lombok

Senin, 14 Oktober 2024 - 06:59 WITA

Konversi Lahan Pertanian Sebuah Keniscayaan, Ini Gagasan Rohmi Firin untuk Ketahanan Pangan NTB

Minggu, 28 April 2024 - 15:06 WITA

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham

Jumat, 26 April 2024 - 17:38 WITA

Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA