Mengakselerasi Peran Taman Budaya NTB dalam Program NTB Makmur Mendunia

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Lalu Surya Mulawarman – Kepala Taman Budaya Prov. NTB

CERAKEN.ID– Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki posisi strategis dalam perjalanan kebudayaan daerah.

Lembaga ini tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni, tetapi juga pusat pelestarian, pengembangan, kreativitas, sekaligus transformasi nilai budaya masyarakat NTB.

Dalam konteks visi pembangunan daerah bertajuk NTB Makmur Mendunia, peran Taman Budaya menjadi semakin penting dan membutuhkan akselerasi yang terarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaannya kemudian, bagaimana Taman Budaya NTB dapat bergerak lebih cepat dan relevan sehingga mampu menjadi motor penggerak kebudayaan daerah di tengah tantangan globalisasi dan industri kreatif yang terus berkembang?

Program NTB Makmur Mendunia menempatkan daerah tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal yang mampu bersaing di tingkat global.

Di sini, kebudayaan menjadi fondasi penting, sebab pariwisata, ekonomi kreatif, hingga identitas daerah berakar pada kekuatan budaya masyarakatnya.

Taman Budaya NTB selama ini telah menjalankan fungsi sebagai ruang pementasan seni, pameran, festival budaya, hingga pembinaan seniman. Namun tantangan kekinian menuntut lembaga ini tidak hanya menjadi penyelenggara kegiatan, tetapi juga menjadi pusat inovasi kebudayaan yang hidup, adaptif, dan produktif.

Artinya, Taman Budaya perlu bergerak dari sekadar ruang acara menjadi ekosistem budaya yang berkelanjutan.

Revitalisasi Fungsi sebagai Pusat Kreativitas

Langkah pertama dalam akselerasi adalah revitalisasi fungsi Taman Budaya sebagai pusat kreativitas. Ruang-ruang yang tersedia perlu dimanfaatkan secara optimal sebagai laboratorium seni dan budaya.

Workshop rutin, inkubasi seniman muda, residensi seniman lokal dan internasional, hingga pelatihan manajemen seni dapat menjadi agenda berkelanjutan. Seniman tidak hanya datang untuk tampil, tetapi juga untuk belajar, berkolaborasi, dan menciptakan karya baru.

Baca Juga :  Menjemput Kesembuhan di Tangan Belian: Potret Sosiologis Pengobatan Nonmedis di Bumi Dayan Gunung

Generasi muda menjadi kunci. Tanpa regenerasi, kebudayaan hanya menjadi nostalgia. Karena itu, Taman Budaya harus membuka ruang bagi komunitas kreatif, pelajar, mahasiswa, hingga kreator digital untuk mengembangkan karya berbasis budaya lokal.

Budaya perlu hadir dalam bentuk yang dekat dengan generasi sekarang, termasuk melalui musik modern berbasis tradisi, film, animasi, konten digital, hingga seni pertunjukan kontemporer.

Transformasi Digital sebagai Gerbang Mendunia

Akselerasi berikutnya adalah digitalisasi program dan dokumentasi budaya. Di era digital, panggung budaya tidak lagi terbatas pada ruang fisik. Dunia digital memungkinkan pertunjukan seni NTB disaksikan lintas negara.

Taman Budaya NTB dapat membangun arsip digital seni dan budaya daerah, mendokumentasikan pertunjukan, ritual adat, musik tradisional, hingga karya perupa lokal dalam platform digital yang mudah diakses publik global.

Streaming pertunjukan, festival budaya daring, hingga kolaborasi dengan kreator konten menjadi strategi memperluas jangkauan budaya NTB. Dengan demikian, seni dan budaya lokal tidak hanya hidup di ruang lokal, tetapi juga dikenal secara internasional.

Inilah salah satu jalan agar NTB benar-benar “mendunia” melalui budayanya.

Sinergi dengan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Akselerasi peran Taman Budaya juga perlu disinergikan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Setiap kunjungan wisata ke NTB idealnya tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga pengalaman budaya.

Taman Budaya dapat menjadi pusat agenda budaya daerah yang terjadwal sepanjang tahun. Wisatawan yang datang memiliki pilihan untuk menikmati pertunjukan seni, pameran budaya, hingga festival tradisi secara rutin.

Lebih jauh, karya seni dan produk kreatif berbasis budaya dapat dikembangkan sebagai komoditas ekonomi kreatif. Perajin, seniman, musisi, dan pelaku seni pertunjukan perlu didukung agar karya mereka memiliki nilai ekonomi tanpa kehilangan nilai budaya.

Baca Juga :  Menuju Pemajuan Kebudayaan NTB

Dengan demikian, budaya bukan hanya dilestarikan, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi pelakunya.

Penguatan Kolaborasi dan Partisipasi Komunitas

Akselerasi tidak dapat berjalan tanpa kolaborasi. Taman Budaya perlu menjadi simpul pertemuan antara pemerintah, komunitas seni, akademisi, sektor swasta, dan pelaku ekonomi kreatif.

Komunitas seni di NTB sebenarnya sangat hidup. Namun mereka sering berjalan sendiri-sendiri. Taman Budaya dapat mengambil peran sebagai penghubung, fasilitator, sekaligus ruang bersama untuk kolaborasi lintas komunitas dan lintas disiplin.

Keterlibatan masyarakat juga penting agar kebudayaan tidak terpisah dari kehidupan sehari-hari. Program budaya perlu hadir hingga tingkat desa, sekolah, dan komunitas lokal sehingga budaya menjadi bagian dari kehidupan, bukan sekadar tontonan.

Pada akhirnya, akselerasi Taman Budaya NTB bukan semata soal memperbanyak acara, tetapi bagaimana menjadikan budaya sebagai identitas kuat NTB di mata dunia.

Provinsi ini memiliki kekayaan budaya Sasak, Samawa, Dompu, dan Mbojo yang unik. Jika dikelola secara kreatif dan profesional, kekayaan ini dapat menjadi kekuatan global yang membedakan NTB dari daerah lain.

Program NTB Makmur Mendunia membutuhkan dukungan sektor budaya sebagai roh pembangunan. Taman Budaya NTB berada di posisi strategis untuk memastikan kebudayaan tetap hidup, berkembang, dan memberi manfaat ekonomi serta identitas bagi masyarakat.

Dengan akselerasi yang tepat, Taman Budaya NTB tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi menjadi pusat peradaban budaya yang menghubungkan tradisi, kreativitas, dan masa depan NTB di panggung dunia.*

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Berita Terkait

Membaca Dayan Gunung dalam Kekinian
Menakar Kinerja Tim Ahli Gubernur di Tengah Momentum Kebangkitan Ekonomi NTB
Enterprise Risk Management: Mengelola Ketidakpastian untuk Menjaga Keberlanjutan Perusahaan
Analisis Hukum Pemberhentian Kepala Desa Berdasarkan Putusan Adat: Konspirasi Tanpa Dasar dan Cacat Secara Yuridis
Mandalika: Antara Sirkuit Dunia dan Fondasi Budaya yang Menjaga Masa Depan
Menuju Pemajuan Kebudayaan NTB
Carpe Diem vs. Hedonisme
Merawat Akar, Menjangkau Dunia: Dinamika Event Kebudayaan di NTB Era Global

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:26 WITA

Mengakselerasi Peran Taman Budaya NTB dalam Program NTB Makmur Mendunia

Senin, 9 Februari 2026 - 09:39 WITA

Membaca Dayan Gunung dalam Kekinian

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:05 WITA

Menakar Kinerja Tim Ahli Gubernur di Tengah Momentum Kebangkitan Ekonomi NTB

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:42 WITA

Enterprise Risk Management: Mengelola Ketidakpastian untuk Menjaga Keberlanjutan Perusahaan

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:55 WITA

Analisis Hukum Pemberhentian Kepala Desa Berdasarkan Putusan Adat: Konspirasi Tanpa Dasar dan Cacat Secara Yuridis

Berita Terbaru

Puisi-puisi tersebut tidak mencoba menjadi rumit, tetapi mampu menyampaikan rasa secara langsung. Dari kesederhanaan itu, pembaca menemukan kedalaman makna (Foto: aks/ceraken,id)

BEDAH BUKU

Menyusuri Utara, Menemukan Kembali Jejak Persahabatan dan Puisi

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:17 WITA

BUDAYA

Menyigi Jejak Peradaban di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:28 WITA

Pelayanan publik yang baik tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang hangat antara pemimpin dan mereka yang bekerja di lapangan (Foto: ist)

AJONG MENTARAM

Satgas Bencana dan Semangat Kebersamaan di Jantung Kota Mataram

Jumat, 13 Feb 2026 - 19:59 WITA