Siswa SMA Sederajat Diimbau Tidak Ikuti Tren Menikah di Bulan Syawal

Sabtu, 13 April 2024 - 19:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqon

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqon

MATARAM(ceraken.id)- Bulan Syawal, yang dikenal sebagai bulan yang penuh berkah, sering kali menjadi waktu yang dipilih oleh banyak pasangan muda untuk menikah. Namun, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Dikbud NTB) memberikan peringatan kepada peserta didik tingkat SMA/SMK/SLB agar tidak mengikuti tren tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqon, mengakui bahwa setiap tahun terdapat beberapa kasus siswa yang menikah di bulan Syawal atau setelah Idulfitri. Namun, ia menegaskan bahwa jumlahnya tidak terlalu banyak.

Baca Juga :  Merawat Gairah Literasi: Menyemai Semangat Menulis di SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Takalar

“Mudah-mudahan tidak, tapi memang selalu ada kasus tapi trennya tidak banyak,” ujar Aidy kepada RRI, Sabtu (13/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aidy menambahkan untuk mencegah kasus-kasus tersebut, pihak sekolah diminta untuk secara ketat memantau dan mengontrol para siswa pasca perayaan Idulfitri 1445 H. Hal ini diharapkan dapat membantu mengendalikan kasus perkawinan anak di Provinsi NTB.

Baca Juga :  Merawat Gairah Literasi: Menyemai Semangat Menulis di SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Takalar

“Terima kasih sudah diingatkan agar saya pantau anak-anak kami di setiap sekolah pasca lebaran,” tambahnya.

Selain itu, Aidy juga mengajak para peserta didik untuk menyelesaikan pendidikan mereka terlebih dahulu sebelum mempertimbangkan untuk menikah. “Harapan kita agar dituntaskan dulu sekolahnya,” tutup Aidy.***

 

Berita Terkait

Merawat Gairah Literasi: Menyemai Semangat Menulis di SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Takalar
Mahasiswa KKN Unram Sasar Pelajar MA Perkenalkan Cara Mengolah Limbah Tembakau Jadi Pestisida Nabati di Desa Perigi Suela Lombok Timur. Ternyata ini Alasannya!
Viral! Siswa Dilarang Bawa HP ke Sekolah, Bikin Emak-Emak Ngomeh di Medsos. Ternyata ini Alasannya!
Keren! 35 Pengurus OSIS SMAN 1 Pringgabaya Digembleng Jadi Calon Pemimpin Masa Depan
IKA SMANSABAYA Dukung Program Sekolah “Cekal” Stunting
Gubernur NTB Kukuhkan Pengurus Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya
Terima Rombongan Pengurus Pusat IKA SMA Negeri 1 Pringgabaya, Kepala Sekolah Nyatakan Bangga

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:53 WITA

Merawat Gairah Literasi: Menyemai Semangat Menulis di SMP Negeri 6 Polongbangkeng Utara, Takalar

Kamis, 15 Agustus 2024 - 20:28 WITA

Mahasiswa KKN Unram Sasar Pelajar MA Perkenalkan Cara Mengolah Limbah Tembakau Jadi Pestisida Nabati di Desa Perigi Suela Lombok Timur. Ternyata ini Alasannya!

Sabtu, 13 April 2024 - 19:00 WITA

Siswa SMA Sederajat Diimbau Tidak Ikuti Tren Menikah di Bulan Syawal

Minggu, 3 Maret 2024 - 13:23 WITA

Viral! Siswa Dilarang Bawa HP ke Sekolah, Bikin Emak-Emak Ngomeh di Medsos. Ternyata ini Alasannya!

Senin, 18 September 2023 - 06:41 WITA

Keren! 35 Pengurus OSIS SMAN 1 Pringgabaya Digembleng Jadi Calon Pemimpin Masa Depan

Berita Terbaru

Mr. Red (kiri), Kim Dong Pil (tengah), Lalu Syaukani (kanan), Karya tersebut merupakan hasil pembacaan visual Kim terhadap lanskap persawahan Tetebatu yang ia rekam pada Mei 2025 (Foto: aks)

BUDAYA

Membaca Alam Lombok Lewat Lensa Drone Kim Dong Pil

Sabtu, 7 Feb 2026 - 23:01 WITA

Dari hobi suka mengoleksi kompor portable dan senter, tersirat bahwa ia tak membanggakan benda-benda itu. (Foto: ist)

TOKOH & INSPIRASI

Di Balik Hobi Unik Andi Irawan: Berburu Kompor Portable dan Senter Koleksi

Sabtu, 7 Feb 2026 - 19:35 WITA