CERAKEN.ID– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan publik yang berpihak pada kemanusiaan.
Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menginstruksikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) NTB untuk segera melakukan pembenahan dan memastikan fasilitas Rumah Singgah bagi warga NTB di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar, Bali, berada dalam kondisi prima dan layak huni.
Arahan tersebut disampaikan Gubernur saat berada di Sumbawa, Rabu (21/01/2026). Menurutnya, Rumah Singgah tidak boleh sekadar menjadi tempat singgah sementara, tetapi harus menghadirkan rasa aman, nyaman, dan dukungan psikologis bagi pasien serta keluarga pendamping yang tengah menghadapi masa sulit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya meminta BAZNAS NTB untuk segera membenahi dan memastikan fasilitas di Rumah Singgah Bali dalam kondisi prima. Kita ingin warga NTB yang dirujuk ke Sanglah tidak lagi terbebani masalah akomodasi. Mereka harus merasa nyaman seperti di rumah sendiri agar bisa fokus pada pemulihan,” ujar Gubernur.
Penegasan ini sekaligus mencerminkan pandangan Gubernur bahwa kehadiran pemerintah daerah dan lembaga sosial harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam kondisi darurat dan rentan seperti saat sakit dan jauh dari kampung halaman.
Menindaklanjuti arahan tersebut, BAZNAS NTB bergerak cepat. Rumah Singgah BAZNAS NTB yang berlokasi di area Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, yang sebelumnya dikenal sebagai RS Sanglah, langsung ditinjau untuk dilakukan pembenahan menyeluruh. Langkah ini diambil guna memastikan setiap warga NTB yang menjalani pengobatan rujukan di Bali memperoleh fasilitas yang layak, manusiawi, dan mendukung proses penyembuhan.
Wakil Ketua II BAZNAS NTB, H. Zulkipli, SE., MM., secara langsung bertolak ke Denpasar untuk melakukan inspeksi mendadak sekaligus koordinasi teknis di lapangan. Dalam kunjungannya, ia meninjau satu per satu fasilitas Rumah Singgah dan berdialog dengan pengelola terkait kebutuhan mendesak yang perlu segera dipenuhi.
“Kehadiran BAZNAS di sini ingin memastikan bahwa Rumah Singgah ini bukan sekadar tempat berteduh, tetapi menjadi fasilitas yang memberikan kemudahan akses dan kenyamanan psikologis bagi pasien maupun keluarga pendamping,” tegas H. Zulkipli.
Koordinasi intensif dilakukan bersama pengelola Rumah Singgah, Burhan dan Lilik. Pembahasan mencakup perbaikan fasilitas fisik, penguatan manajemen kebersihan, hingga penyediaan sarana pendukung yang menunjang aktivitas harian pasien dan keluarga. Pembenahan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial.
Burhan, selaku pengelola Rumah Singgah, menyambut baik perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi NTB serta BAZNAS NTB. Ia menilai sinergi ini menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan dari BAZNAS NTB. Dengan adanya arahan pembenahan ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan. Harapan kami, koordinasi yang semakin erat ini membuat operasional Rumah Singgah berjalan lebih optimal dalam melayani saudara-saudara kita dari NTB,” ungkap Burhan.
Rumah Singgah BAZNAS NTB di Bali selama ini menjadi fasilitas krusial, seiring tingginya angka rujukan pasien dari NTB ke RS Sanglah. Tidak sedikit keluarga pasien yang harus menghadapi tekanan ganda, beban biaya dan tekanan mental, akibat lamanya masa pengobatan di luar daerah.
Melalui pembenahan Rumah Singgah ini, Pemerintah Provinsi NTB dan BAZNAS NTB berharap dapat meringankan beban tersebut secara signifikan.
Lebih dari sekadar fasilitas fisik, Rumah Singgah diharapkan menjadi ruang kepedulian, tempat bernaung yang menghadirkan kehangatan dan harapan bagi warga NTB yang tengah berjuang memulihkan kesehatan mereka.(aks)*
Penulis : aks
Editor : Ceraken Editor
Sumber Berita : Akun Pemprov NTB































