Sinergi Akademik dan Pemerintah untuk Desa Berdaya

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penegasan arah baru pembangunan desa yang lebih inklusif dan berbasis pengetahuan (Foto: ist)

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penegasan arah baru pembangunan desa yang lebih inklusif dan berbasis pengetahuan (Foto: ist)

CERAKEN.ID– Upaya mempercepat pembangunan desa dan mengentaskan kemiskinan ekstrem di Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan momentumnya melalui penguatan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram (Unram).

Sinergi ini mengemuka dalam audiensi Rektor Terpilih Universitas Mataram, Prof. Sukardi, dengan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Ruang Kerja Gubernur NTB, Senin (19/1/2026).

Pertemuan tersebut menandai keseriusan kedua pihak dalam menyatukan visi pembangunan berbasis keilmuan dan kebijakan publik melalui Program Desa Berdaya dan Program Profesor Berdampak.

Program Profesor Berdampak merupakan inisiatif akademik Universitas Mataram yang mendorong para guru besar dan profesor untuk terlibat secara aktif, terencana, dan berkelanjutan dalam pengabdian kepada masyarakat.

Tidak sekadar hadir sebagai narasumber atau pendamping sesaat, para profesor ditugaskan untuk membina desa atau wilayah tertentu dalam jangka panjang, sehingga dampak keilmuan yang dihasilkan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia mengapresiasi langkah Universitas Mataram sebagai perguruan tinggi pertama dan tertua di NTB yang menghadirkan terobosan akademik dengan orientasi langsung pada kebutuhan masyarakat desa.

Menurutnya, pembangunan desa akan berjalan lebih efektif apabila dilakukan melalui kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi.

“Penguatan pembangunan desa akan jauh lebih kuat bila berbasis data, riset, dan pendampingan keilmuan. Apa yang dilakukan Universitas Mataram melalui Program Profesor Berdampak ini sejalan dengan semangat tersebut,” ujar Miq Iqbal.

Dalam konteks kebijakan daerah, Program Profesor Berdampak dinilai memiliki irisan yang kuat dengan Program Desa Berdaya yang dijalankan Pemerintah Provinsi NTB.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Program Desa Berdaya sendiri berfokus pada pengembangan potensi lokal desa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan terintegrasi.

“Kami memiliki Program Desa Berdaya dan ini sangat memungkinkan untuk disinkronkan. Target akhirnya jelas, desa-desa tersebut mampu keluar dari kemiskinan ekstrem dan berdiri dengan kekuatan sendiri,” tegas Gubernur.

Lebih jauh, Miq Iqbal menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa, khususnya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebagai bagian integral dari kolaborasi ini.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjadi tenaga pendukung di lapangan, tetapi juga peserta pembelajaran langsung tentang bagaimana teori pembangunan diterapkan dalam realitas sosial desa.

“Ini sangat baik bagi adik-adik mahasiswa KKN agar mereka lebih objektif dan memahami logika pembangunan desa. Mereka bekerja dalam tim, dengan perencanaan yang jelas, berbasis akademik, dan didampingi para profesor,” jelasnya.

Keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem Desa Berdaya dan Profesor Berdampak diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual muda yang peka terhadap persoalan desa, memiliki pengalaman lapangan, serta mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi, Gubernur NTB bahkan merencanakan penerbitan sertifikat khusus bagi mahasiswa yang terlibat langsung dalam program tersebut.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

“Nanti akan kita terbitkan sertifikat tambahan bahwa mereka pernah terlibat langsung dalam proyek Desa Berdaya. Ini menjadi rekam jejak dan portofolio yang berharga ketika mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Terpilih Universitas Mataram, Prof. Sukardi, menegaskan bahwa Program Profesor Berdampak merupakan wujud konkret komitmen Universitas Mataram dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Ia menilai bahwa kampus tidak boleh terisolasi dari realitas sosial, melainkan harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan-persoalan masyarakat.

“Insyaallah, sinergi dan kolaborasi ini akan memberikan dampak nyata bagi pembangunan NTB, yang dimulai dari desa-desa yang berdaya,” ungkap pria kelahiran Lombok Timur tersebut dengan optimisme.

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Universitas Mataram ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penegasan arah baru pembangunan desa yang lebih inklusif dan berbasis pengetahuan.

Ketika kebijakan publik bertemu dengan riset akademik, dan pemerintah berjalan seiring dengan kampus, desa tidak lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang tumbuh dengan kesadaran, kapasitas, dan daya saing.

Di tengah tantangan pembangunan dan kompleksitas persoalan desa, sinergi Desa Berdaya dan Profesor Berdampak menjadi harapan baru: bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah ilmiah yang konsisten, kolaboratif, dan berpihak pada masyarakat akar rumput. (aks)**

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita: Akun Pemprov NTB

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA