Pemkot Mataram Normalisasi Kolam Retensi

- Pewarta

Minggu, 17 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM(ceraken id)- Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan normalisasi kolam retensi di kawasan Babakan agar dapat berfungsi maksimal menampung air dari hulu sekaligus mengantisipasi terjadinya luapan ke permukiman warga.

“Dengan normalisasi ini, diharapkan kolam retensi Babakan bisa berfungsi maksimal untuk menampung air dari hulu ketika kapasitas berlebih,” kata Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Mataram Miftahurrahman di Mataram, Sabtu.

Kegiatan normalisasi tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, dengan menurunkan alat berat untuk mudahkan dan mempercepat normalisasi atau pengangkatan sedimen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Luas kolam retensi yang dinormalisasi sekitar 4.000 meter persegi dengan kedalaman satu hingga 1,5 meter, dan dikerjakan selama 12 hari.

“Kolam retensi ini merupakan bagian dari areal hutan kota ‘Giong Siu’, dengan total luas 1,8 hektare,” katanya.

Dikatakan, kegiatan normalisasi kolam retensi tersebut sebagai antisipasi luapan air wilayah hulu atau sungai bagian timur, selama cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras yang terjadi dalam satu pekan terakhir ini.

“Ketika terjadi peningkatan volume air sungai dari hulu, air bisa masuk ke kolam retensi untuk kemudian dialirkan ke Kali Unus Babakan,” katanya.

Di sisi lain, untuk memaksimalkan keberadaan kolam retensi Babakan yang juga menjadi hutan kota, pemerintah kota sudah melakukan penataan terhadap areal tersebut menjadi sebuah objek wisata bumi perkemahan (camping ground) “Going Siu” atau ayunan seribu.

Bahkan pemerintah kota melalui Dinas Pariwisata Kota Mataram telah melengkapi fasilitas di kawasan “Giong Siu” seperti lapak pedagang kaki lima, ayunan, tenda, pedestrian, toilet, dan lainnya yang sekarang dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat.

“Karena itu, selain berfungsi untuk membendung air dari hulu. Kolam retensi bisa dimanfaatkan untuk wisata bermain kano, sepeda air, atau sejenisnya,” kata dia menambahkan.***

 

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Antara

Berita Terkait

Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang
Aktivis Lotim Bersama Para Sopir Dum Truk Hearing dengan Pj Bupati
Selama Panen Raya, MRMP Sumbawa Beroperasi 24 Jam
Puncak Hardiknas, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan AiSO di Sembalun
Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung dan Deklarasi Patriot Pangan di Lombok Timur
Expo Gallery Dekranasda Kota Mataram Pamerkan Karya Lokal
Desa Batu Nampar Selatan Dapatkan Program Perpipaan Air Bersih
Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk yang Persulit Petani

Berita Terkait

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:45 WITA

Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang

Rabu, 15 Mei 2024 - 00:54 WITA

Aktivis Lotim Bersama Para Sopir Dum Truk Hearing dengan Pj Bupati

Senin, 6 Mei 2024 - 23:27 WITA

Selama Panen Raya, MRMP Sumbawa Beroperasi 24 Jam

Minggu, 5 Mei 2024 - 13:01 WITA

Puncak Hardiknas, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan AiSO di Sembalun

Minggu, 5 Mei 2024 - 08:41 WITA

Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung dan Deklarasi Patriot Pangan di Lombok Timur

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:55 WITA

Expo Gallery Dekranasda Kota Mataram Pamerkan Karya Lokal

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:34 WITA

Desa Batu Nampar Selatan Dapatkan Program Perpipaan Air Bersih

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:29 WITA

Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk yang Persulit Petani

Berita Terbaru

OLAHRAGA

Jeffrey Herlings Berjaya di MXGP Indonesia 2024 Series 12

Minggu, 7 Jul 2024 - 23:28 WITA

Translate »