Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam Naik Seribu di Sumbawa

- Pewarta

Kamis, 4 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang pedagang daging ayam di pasar Kota Sumbawa

Salah seorang pedagang daging ayam di pasar Kota Sumbawa

SUMBAWA (ceraken.id)- Jelang hari raya Idul Fitri tahun ini, tidak terjadi kenaikan harga barang yang signifikan. Hanya terjadi kenaikan pada harga daging ayam sebesar seribu rupiah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, Ir. Irin Wahyu Indarni mengatakan, setelah melaksanakan kegiatan gerakan pangan murah di tujuh titik kelurahan, harga pangan menjadi relatif stabil. Hanya saja ada kenaikan pada satu komiditas, yakni daging ayam. Namun, kenaikannya tidak terlalu signifikan, yakni dari Rp 40 ribu per kg menjadi Rp 41 ribu per kg. Sebab, dalam kegiatan gerakan pangan murah, pihaknya menjual daging ayam dengan harga Rp 35 ribu per kg.

Baca Juga :  Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang

“Alhamdulillah gerakan pangan murah sedikit berpengaruh pada harga pasar. Sehingga tidak terjadi lonjakan harga,” ujar Irin, Kamis (4/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, dampak inflasi sangat terasa di Kota Sumbawa. Dibuktikan dengan pelaksanaan gerakan pangan murah di salah satu kecamatan, beras SPHP hanya sekitar satu ton yang terjual. Padahal pihaknya sudah menyiapkan sekitar lima ton beras. Hal ini dikarenakan sudah mulai dilakukan panen di sejumlah kecamatan.

Untuk beras sendiri, saat ini harganya relatif turun menjadi Rp 14 ribu per kg. Biasanya, kata Irin, jika berkaca dari tahun lalu, menjelang lebaran harga sejumlah bahan pokok naik. Salah satu contoh komoditi yang biasanya mengalami kenaikan harga adalah gula. Dimana harga gula kemasan saat ini Rp 18 ribu per kg. Sementara harga gula curah sebesar Rp 17,5 ribu.

Baca Juga :  Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang

“Di pasar harganya sebelumnya memang melonjak. Namun, setelah kami melakukan gerakan pasar murah, harganya relatif stabil,” imbuhnya.

Selain gerakan pangan murah, salah satu upaya untuk menekan lonjakan harga bahan pokok, kata Irin, pihaknya melakukan distribusi pangan bekerjasama dengan Bulog. Juga tetap menggulirkan bantuan pangan pemerintah. BLT lain melalui Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa juga terus didistribusikan. Diharapkan tidak terjadi kenaikan bahan pokok lainnya menjelang lebaran ini.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang
Aktivis Lotim Bersama Para Sopir Dum Truk Hearing dengan Pj Bupati
Selama Panen Raya, MRMP Sumbawa Beroperasi 24 Jam
Puncak Hardiknas, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan AiSO di Sembalun
Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung dan Deklarasi Patriot Pangan di Lombok Timur
Expo Gallery Dekranasda Kota Mataram Pamerkan Karya Lokal
Desa Batu Nampar Selatan Dapatkan Program Perpipaan Air Bersih
Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk yang Persulit Petani

Berita Terkait

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:45 WITA

Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang

Rabu, 15 Mei 2024 - 00:54 WITA

Aktivis Lotim Bersama Para Sopir Dum Truk Hearing dengan Pj Bupati

Senin, 6 Mei 2024 - 23:27 WITA

Selama Panen Raya, MRMP Sumbawa Beroperasi 24 Jam

Minggu, 5 Mei 2024 - 13:01 WITA

Puncak Hardiknas, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan AiSO di Sembalun

Minggu, 5 Mei 2024 - 08:41 WITA

Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung dan Deklarasi Patriot Pangan di Lombok Timur

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:55 WITA

Expo Gallery Dekranasda Kota Mataram Pamerkan Karya Lokal

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:34 WITA

Desa Batu Nampar Selatan Dapatkan Program Perpipaan Air Bersih

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:29 WITA

Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk yang Persulit Petani

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

SOSIAL BUDAYA

“Merarik Kodek” Bukan Budaya Sasak Lombok

Selasa, 4 Jun 2024 - 12:49 WITA

Translate »