Kampus dan Industri Media Membangun Arah Baru Pendidikan Tinggi di NTB

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Universitas berbasis riset yang diarahkan menuju konsep entrepreneur university, yakni kampus yang mandiri sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat (Foto: ist)

Universitas berbasis riset yang diarahkan menuju konsep entrepreneur university, yakni kampus yang mandiri sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat (Foto: ist)

CERAKEN.ID–Mataram — Transformasi pendidikan tinggi kembali menjadi perhatian utama di Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut tercermin dalam Workshop Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram yang digelar di Prime Park Hotel Mataram, Kamis (12/2).

Kegiatan ini menghadirkan sekitar 93 peserta dari unsur pimpinan fakultas, universitas, pemangku kepentingan, hingga mitra kerja eksternal, termasuk Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB.

Workshop tersebut bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan momentum penting untuk merumuskan kembali arah pengembangan fakultas di tengah perubahan cepat dunia pendidikan tinggi, teknologi, dan kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dekan FHISIP Unram, Dr. Lalu Wira Pria Suhartana, S.H., M.H., menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di Universitas Mataram menjadi momen strategis untuk menyesuaikan arah pengembangan fakultas dengan visi baru kampus.

Menurutnya, Universitas Mataram kini tengah mengarahkan diri sebagai perguruan tinggi unggul yang mampu bersaing secara global. Karena itu, setiap fakultas perlu menyelaraskan visi dan misinya agar mampu menjawab tantangan zaman.

“Workshop VMTS ini sejalan dengan berakhirnya visi rektor lama menuju visi baru Unram yang berdaya saing global,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan bahwa visi dan misi bukan sekadar dokumen administratif untuk memenuhi kewajiban akreditasi, melainkan menjadi fondasi institusi dalam menentukan arah kebijakan akademik dan kontribusi sosial di masa depan.

Dalam perkembangannya, perguruan tinggi tidak lagi sekadar menjadi pusat pengajaran, tetapi telah berevolusi menjadi universitas berbasis riset yang diarahkan menuju konsep entrepreneur university, yakni kampus yang mandiri sekaligus memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Dulu ada anggapan perguruan tinggi jangan menjadi menara gading. Sekarang arah perguruan tinggi harus memberi dampak langsung,” jelasnya.

Program “guru besar berdampak” yang diusung rektor terpilih pun disebut menjadi bagian strategi besar Universitas Mataram untuk memperkuat kontribusi akademik terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah.

Workshop ini sekaligus menandai fase penting pasca perubahan nomenklatur fakultas. Fakultas Hukum kini resmi bertransformasi menjadi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) setelah bergabungnya Program Studi Komunikasi, Sosiologi, dan Hubungan Internasional.

Baca Juga :  Negara Hadir, Kekerasan Seksual Ditolak Tanpa Kompromi

Saat ini FHISIP menaungi tujuh peminatan rumpun Ilmu Hukum serta tiga program studi di bidang ilmu sosial dan politik. Dengan jumlah mahasiswa mendekati tujuh ribu orang, fakultas ini menjadi salah satu unit terbesar di Universitas Mataram sekaligus telah meraih status akreditasi unggul.

Transformasi kelembagaan tersebut menuntut penyelarasan strategi pengembangan akademik agar lulusan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Peran Industri Media dalam Pengembangan Akademik

Dalam forum tersebut, JMSI NTB tampil sebagai salah satu mitra strategis yang memberikan masukan penting, terutama terkait penguatan Program Studi Komunikasi. Industri media digital yang berkembang pesat dinilai membuka peluang besar bagi sinergi antara dunia akademik dan dunia industri.

Lalu Wira Pria Suhartana (kiri) dan Sukri Aruman (kanan). JMSI NTB mengusulkan agar FHISIP melakukan kajian pembaruan mata kuliah yang relevan dengan perkembangan industri digital, khususnya regulasi media digital yang dinilai belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan industri informasi daring(Foto: ist)

Sekretaris Pengda JMSI NTB, Sukri Aruman, mengungkapkan bahwa kerja sama antara JMSI dan FHISIP Unram telah terjalin melalui nota kesepahaman sejak Desember 2025. Status unggul yang diraih Prodi Komunikasi Unram, menurutnya, menjadi momentum untuk membangun kolaborasi lebih konkret.

“Media siber di NTB berkembang sangat pesat. JMSI sebagai konstituen Dewan Pers memiliki 31 anggota media di NTB. Ini peluang besar untuk membangun ekosistem talenta media,” ujarnya.

Ia menilai lulusan komunikasi saat ini tidak cukup hanya dibekali teori komunikasi klasik. Mahasiswa harus menguasai keterampilan jurnalistik digital, multimedia storytelling, manajemen konten berbasis data, hingga pemahaman etika dan hukum media di era digital.

“Link and match antara kampus dan industri harus nyata, bukan sekadar konsep,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, JMSI NTB juga mengusulkan agar FHISIP melakukan kajian pembaruan mata kuliah yang relevan dengan perkembangan industri digital, khususnya regulasi media digital yang dinilai belum mampu mengimbangi laju pertumbuhan industri informasi daring.

Selain itu, JMSI mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis digital agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru di sektor media dan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Mengunci Arah, Mempercepat Gerak: Sinergi Internal Pemprov NTB di Bawah Kepemimpinan Ummi Dinda
Magang sebagai Laboratorium Nyata

Usulan konkret lainnya adalah pembentukan forum kolaboratif untuk evaluasi kurikulum secara berkala agar materi pembelajaran selalu relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan tren konsumsi media.

JMSI juga mendorong penguatan program magang terstruktur di media anggota JMSI. Melalui skema ini, mahasiswa tidak sekadar menjalani magang administratif, tetapi terlibat langsung dalam produksi berita digital, manajemen redaksi online, hingga strategi distribusi konten.

“Magang harus menjadi laboratorium nyata. Mahasiswa belajar ritme kerja media sekaligus membangun portofolio profesional,” kata Sukri.

Lebih jauh, JMSI mendorong pengembangan laboratorium media digital di kampus sebagai pusat inkubasi kreativitas mahasiswa. Laboratorium tersebut dapat menjadi ruang produksi portal berita, video digital, hingga podcast yang dikelola secara profesional dengan pendampingan praktisi media.

Kolaborasi kampus dan industri juga diarahkan pada penguatan riset media digital, peningkatan literasi anti-hoaks, serta pengembangan jurnalisme warga di tengah masyarakat.

Menurut Sukri, sinergi ini bertujuan menyiapkan lulusan komunikasi yang kompeten, beretika, dan mampu bersaing secara nasional.

“Kami ingin Prodi Komunikasi Unram menjadi pusat penghasil talenta media siber. JMSI siap menjadi mitra aktif dalam proses itu,” pungkasnya.

Menyusun Masa Depan Bersama

Workshop VMTS FHISIP Unram menunjukkan bahwa masa depan pendidikan tinggi tidak dapat dibangun oleh kampus semata. Dunia industri, komunitas profesional, dan masyarakat luas perlu dilibatkan agar kampus benar-benar menjadi pusat pengembangan ilmu sekaligus motor perubahan sosial.

Transformasi yang sedang dijalani FHISIP Unram mencerminkan kesadaran bahwa pendidikan tinggi harus adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan kolaborasi yang kuat antara akademisi dan industri, diharapkan kampus tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan inovasi dan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, kemitraan kampus dan industri media menjadi salah satu kunci untuk menyiapkan generasi muda NTB yang mampu bersaing, beretika, dan memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.**

Penulis : aks

Editor : Ceraken Editor

Sumber Berita : JMSI

Berita Terkait

Orkestrasi Pembangunan NTB: Sinkronisasi Daerah untuk Percepatan Kesejahteraan
Transisi Ekonomi dan Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia
Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh Kokoh, Fondasi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
APBN 2026 dan Upaya Menjaga Akses Kesehatan Publik
Nasyidah dalam Buku “Memoar Pustakawan Sejati”
NTB Melaju di Ujung 2025: Pertumbuhan Tinggi, Kemiskinan Turun, dan Agenda Besar Pemerataan Ekonomi
Bandara Lombok dan Mandalika: Menyusun Gerbang Baru Pariwisata Kelas Dunia
Menata Izin Tambang Rakyat di NTB: Antara Aspirasi Publik dan Tanggung Jawab Lingkungan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:17 WITA

Orkestrasi Pembangunan NTB: Sinkronisasi Daerah untuk Percepatan Kesejahteraan

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:14 WITA

Kampus dan Industri Media Membangun Arah Baru Pendidikan Tinggi di NTB

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:44 WITA

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh Kokoh, Fondasi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan

Senin, 9 Februari 2026 - 23:51 WITA

APBN 2026 dan Upaya Menjaga Akses Kesehatan Publik

Senin, 9 Februari 2026 - 19:58 WITA

Nasyidah dalam Buku “Memoar Pustakawan Sejati”

Berita Terbaru

Puisi-puisi tersebut tidak mencoba menjadi rumit, tetapi mampu menyampaikan rasa secara langsung. Dari kesederhanaan itu, pembaca menemukan kedalaman makna (Foto: aks/ceraken,id)

BEDAH BUKU

Menyusuri Utara, Menemukan Kembali Jejak Persahabatan dan Puisi

Sabtu, 14 Feb 2026 - 21:17 WITA

BUDAYA

Menyigi Jejak Peradaban di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Sabtu, 14 Feb 2026 - 20:28 WITA

Pelayanan publik yang baik tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari hubungan kemanusiaan yang hangat antara pemimpin dan mereka yang bekerja di lapangan (Foto: ist)

AJONG MENTARAM

Satgas Bencana dan Semangat Kebersamaan di Jantung Kota Mataram

Jumat, 13 Feb 2026 - 19:59 WITA