PPP Gagal Lolos PT, H Rahmat Hidayat Melenggang ke Senayan

- Pewarta

Rabu, 20 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H Rahmat Hidayat Ketua DPD PDI Perjuangan NTB

H Rahmat Hidayat Ketua DPD PDI Perjuangan NTB

MATARAM (ceraken.id)– Kegagalan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menembus Parliamentary Threshold (PT) 4 persen menjadi berkah bagi H Rahmat Hidayat dari PDI Perjuangan

Saat ini, H Rahmat Hidayat menempati posisi kesembilan dari total 8 kursi diperebutkan di Dapil NTB II. Kalah dari H Fauzan Khalid dari Partai Nasdem dalam perebutan kursi terakhir.

Sementara Hj Ermlena Caleg PPP berdasarkan rekapitulasi KPU NTB mendapat kursi urutan ke 4, tetapi dengan gagalnya PPP lolos parliamentary threshold (PT) maka kursi terakhir akan di tempati H Rahmat Hidayat ( PDIP)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini susunan terbaru Caleg DPR RI terpilih setelah tidak lolos PT Partai Persatuan Pembangunan

Baca Juga :  Survei Terbaru OMI Institute: Paslon Zul-Uhel Unggul 50,5% Pilgub NTB

1. Partai Gerindra (Lale Syifaunnufus)

2. Partai Keadilan Sejahtera (Abdul Hadi)

3. Partai Golkar ( Sari Yuliati )

4. Partai Amanat Nasional (Muazzim Akbar)

5. Partai Demokrat (Nanang Samodra)

6. Partai Kebangkitan Bangsa ( Lalu Hadrian Irfani )

7. Partai NasDem ( Fauzan Khalid)

8. PDI Perjuangan ( Rahmat Hidayat)

PPP Gagal Lolos PT

Partai Persatuan Pembangunan gagal lolos ke DPR untuk pertama kalinya karena belum mampu melampaui ambang batas parlemen/parliamentary threshold (PT) 4 persen pada Pileg DPR RI 2024.

Hal ini diketahui berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat nasional yang dilakukan KPU RI terhadap perolehan suara di 38 provinsi dan 128 wilayah luar negeri pada Rabu (20/3/2024) malam.

Baca Juga :  Bupati Bima Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada 2024 

Dari hasil itu, PPP mendapatkan 5.878.777 suara dari total 84 daerah pemilihan (dapil).

Dibandingkan dengan jumlah suara sah Pileg DPR RI 2024 di yang mencapai 151.796.630 suara, PPP hanya meraup 3,87 persen suara.

Mengacu pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, partai politik yang gagal meraup sedikitnya 4 persen suara sah nasional tidak dapat mengonversi suaranya menjadi kursi di Senayan.

Selain itu, pihak-pihak yang berkeberatan dengan hasil Pemilu 2024 yang ditetapkan oleh KPU RI dapat mengajukan gugatan atau sengketa ke Mahkamah Konstitusi.

Jika mereka membawa bukti-bukti yang dianggap cukup ke MK, perolehan suara bisa berubah.***

 

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Sumber Berita : Berbagai Sumber

Berita Terkait

Resmi, Sudirman Dampingi Sahril Maju di Pilkada Sumbawa 2024
Survei Terbaru OMI Institute: Paslon Zul-Uhel Unggul 50,5% Pilgub NTB
Bupati Bima Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada 2024 
Deddy AZ : Zulrohmi Satu Hati, Hormati Mekanisme Dukungan NWDI!
TGB Belum Setuju Deklarasikan Zul-Rohmi Jilid II
Kandidat Calon Gubernur NTB Sukiman  Azmi  Daftar Tiga Parpol Hari Ini
Jelang Pilkada, Paslon RAMAH  Serahkan Berkas Pendaftaran di 8 Partai Politik
Bupati Lombok Tengah Daftar Maju Pilgub NTB 2024 Lewat PKB

Berita Terkait

Jumat, 31 Mei 2024 - 23:52 WITA

Survei Terbaru OMI Institute: Paslon Zul-Uhel Unggul 50,5% Pilgub NTB

Minggu, 26 Mei 2024 - 20:05 WITA

Bupati Bima Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada 2024 

Senin, 6 Mei 2024 - 23:11 WITA

Deddy AZ : Zulrohmi Satu Hati, Hormati Mekanisme Dukungan NWDI!

Senin, 6 Mei 2024 - 21:49 WITA

TGB Belum Setuju Deklarasikan Zul-Rohmi Jilid II

Senin, 6 Mei 2024 - 19:12 WITA

Kandidat Calon Gubernur NTB Sukiman  Azmi  Daftar Tiga Parpol Hari Ini

Senin, 6 Mei 2024 - 17:04 WITA

Jelang Pilkada, Paslon RAMAH  Serahkan Berkas Pendaftaran di 8 Partai Politik

Senin, 6 Mei 2024 - 06:57 WITA

Bupati Lombok Tengah Daftar Maju Pilgub NTB 2024 Lewat PKB

Senin, 6 Mei 2024 - 06:49 WITA

Gerindra Usung Duet Farin-Dayah di Pilkada Lobar

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

SOSIAL BUDAYA

“Merarik Kodek” Bukan Budaya Sasak Lombok

Selasa, 4 Jun 2024 - 12:49 WITA

Translate »