Puncak Arus Balik di Terminal Mandalika Diprediksi H-1 Lebaran Topat

- Pewarta

Sabtu, 13 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pemudik di Terminal Mandalika, Kota Mandalika tampak membawa tas dan kopernya untuk mudik lebaran 2024

Sejumlah pemudik di Terminal Mandalika, Kota Mandalika tampak membawa tas dan kopernya untuk mudik lebaran 2024

MATARAM (ceraken.id)- Puncak arus balik di Terminal Mandalika, Kota Mataram diprediski akan terjadi H+3 tiga hingga H+5 lebaran. Para pemudik dari Pulau Sumbawa maupun Pulau Jawa dipastikan kembali ke Kota Mataram atau Pulau Lombok sebelum lebaran topat.

“Biasanya dari tahun ke tahun orang mudik H-1 sebelum masuk kerja. Apalagi kita di Pulau Lombok kan ada tradisi lebaran topat, itu Masyarakat sudah pada balik sebelum lebaran topat,” kata Kepala Terminal Mandalika Marthen Tanone, kepada RRI, Sabtu (13/4/2024).

Marthen mengatakan, untuk mengantisipasi arus balik pihaknya masih memberlakukan skenario yang sama ketika arus mudik. Namun, pengawasan dan pengawalan tidak seketat pada saat arus mudik.

“Skenarionya tetap sama, tapi tidak seketat saat arus mudik, karena sifatnya kita hanya menerima saja,” katanya.

Meski demikian, para calon pemudik diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terutama terhadap barang bawaannya. Menurutnya, di tengah banyaknya masyarakat yang mudik tahun ini, keselamatan diri dan barang bawaan harus diprioritaskan.

“Untuk itu kita himbau kepada masyarakat yang akan balik agar lebih hati-hati dan tidak perlu menonjolkan perhiasannya. Simpan dulu, nanti kalau sudah di rumah baru dipakai,” tegas Marthen.

Baca Juga :  Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang

Sementara itu, Said salah satu pemudik asal Sumbawa berharap agar pemerintah menambah armada kapal khususnya di Pelabuhan Kayangan. Ia mengatakan, pengalaman saat mudik kemarin harus rela antre berjam-berjam lantaran menunggu kapal bersandar di Pelabuhan.

“Tentu harapan kita pertama armada di Pelabuhan Kayangan kalau bisa ditambah agar tidak lama antre menunggu kapal bersandar,” harapnya.

Meski terjadi antrean Panjang di Pelabuhan, Said menilai pelayanan mudik tahun ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Sehingga ia berharap, pemerintah bisa terus meningkatkan layanan mudik ini baik secara fasilitas maupun kualitas.

 

 

Berita Terkait

Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang
Aktivis Lotim Bersama Para Sopir Dum Truk Hearing dengan Pj Bupati
Selama Panen Raya, MRMP Sumbawa Beroperasi 24 Jam
Puncak Hardiknas, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan AiSO di Sembalun
Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung dan Deklarasi Patriot Pangan di Lombok Timur
Expo Gallery Dekranasda Kota Mataram Pamerkan Karya Lokal
Desa Batu Nampar Selatan Dapatkan Program Perpipaan Air Bersih
Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk yang Persulit Petani

Berita Terkait

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:45 WITA

Polsek Praya Barat Daya Berikan Bantuan Sembako dan Layanan Kesehatan Gratis kepada Lansia di Desa Pandan Tinggang

Rabu, 15 Mei 2024 - 00:54 WITA

Aktivis Lotim Bersama Para Sopir Dum Truk Hearing dengan Pj Bupati

Senin, 6 Mei 2024 - 23:27 WITA

Selama Panen Raya, MRMP Sumbawa Beroperasi 24 Jam

Minggu, 5 Mei 2024 - 13:01 WITA

Puncak Hardiknas, Pj Gubernur NTB Serahkan Penghargaan AiSO di Sembalun

Minggu, 5 Mei 2024 - 08:41 WITA

Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung dan Deklarasi Patriot Pangan di Lombok Timur

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:55 WITA

Expo Gallery Dekranasda Kota Mataram Pamerkan Karya Lokal

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:34 WITA

Desa Batu Nampar Selatan Dapatkan Program Perpipaan Air Bersih

Jumat, 3 Mei 2024 - 13:29 WITA

Mentan Ancam Cabut Izin Distributor Pupuk yang Persulit Petani

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

SOSIAL BUDAYA

“Merarik Kodek” Bukan Budaya Sasak Lombok

Selasa, 4 Jun 2024 - 12:49 WITA

Translate »