Waspadai 5 Efek Akibat Anak Begadang

- Penulis

Senin, 19 September 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

CERAKEN.ID – Tidur adalah salah satu pilar kesehatan mental dan fisik anak. tidur merupakan proses dinamis yang berkembang dan berubah seiring bertambahnya usia.

Diketahui juga bahwa tidur memainkan peran utama dalam perkembangan otak manusia. Penelitian menunjukkan bahwa tidur mempengaruhi kewaspadaan, perhatian, kinerja kognitif, suasana hati, fleksibilitas, penguasaan kosakata, pembelajaran, dan memori.

Memahami kebutuhan tidur anak-anak adalah langkah pertama untuk memberikan mereka tidur yang lebih baik, melalui kombinasi teknik tidur yang baik, rutinitas yang sesuai dengan usia, dan perhatian pada setiap gangguan tidur.

Pada malam hari, fungsi hormon pertumbuhan kita dipercepat, yang membuat anak-anak tumbuh. Namun, hormon ini dilepaskan hanya ketika anak-anak tidur, artinya jika anak begadang atau semakin lama mereka terjaga, semakin sedikit hormon pertumbuhan yang diproduksi. Selain pertumbuhan yang menurun, begadang juga akan menghambat perkembangan mental anak sehingga mempengaruhi kemampuannya untuk belajar.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberi rekomendasi mengenai jumlah waktu tidur pada anak selama 24 jam, termasuk tidur siang pada daftar berikut ini.

Usia 0-1 Bulan: Bayi yang usianya baru mencapai umumnya membutuhkan tidur 14-18 jam setiap hari

Usia 1- 18 Bulan: Pada usia ini, bayi membutuhkan waktu tidur 12-14 jam setiap hari termasuk tidur siang. Tidur cukup akan membuat tubuh dan otak bayi berkembang baik dan normal.

Usia 3-6 Tahun: Kebutuhan tidur yang sehat di usia anak menjelang masuk sekolah ini, mereka membutuhkan waktu untuk istirahat tidur 11-13 jam, termasuk tidur siang. Menurut penelitian, anak usia di bawah enam tahun yang kurang tidur, akan cenderung obesitas di kemudian hari

Usia 6-12 tahun: Anak usia ini membutuhkan waktu tidur 10 jam.

Menurut penelitian, anak yang tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, dapat menyebabkan mereka menjadi hiperaktif, tidak konsentrasi belajar, dan memilki masalah pada perilaku di sekolah

Usia 12-18 tahun: Menjelang remaja, kebutuhan tidur yang sehat adalah 8-9 jam. Studi menunjukkan bahwa remaja yang kurang tidur, lebih rentan terkena Depresi, tidak fokus dan punya nilai sekolah yang buruk

Usia 18-40 tahun: Orang Dewasa membutuhkan waktu tidur 7 – 8 jam setiap hari. Para dokter menyarankan bagi mereka yang ingin hidup sehat untuk menerapkan aturan ini pada kehidupannya.

Lansia: Kebutuhan tidur terus menurun, cukup 7 jam perhari. Demikian juga jika telah mencapai lansia yaitu 60 tahun ke atas, kebutuhan tidur cukup 6 jam per hari

  1. Mengganggu Perkembangan Emosi

Efek kebiasaan begadang pada anak dapat berpengaruh pada perkembangan emosi anak. Anak lebih mudah mengalami kelelahan dan sulit fokus. Saat kurang tidur, anak juga cenderung lebih hiperaktif.

  1. Menghambat Pertumbuhan

Hormon pertumbuhan dapat diproduksi saat tidur nyenyak di malam hari. Puncak produksi hormon pertumbuhan paling tinggi di jam 23.00 sampai 02.00. Cukup tidur memungkinkan pertumbuhan yang optimal pada anak. Jika anak kurang tidur tentunya akan menghambat pertumbuhan si anak.

  1. Prestasi Menurun

Akibat kurang tidur pada anak, dapat menyebabkan kantuk saat di sekolah. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk memperhatikan yang akan mempengaruhi prestasinya di sekolah

  1. Mudah Sakit

Anak yang kurang tidur menjadi lebih rentan terkena penyakit, karena saat tidur nyenyak, tubuh melepaskan sitokin yang akan membantu tubuh untuk merespon benda asing (antigen) dengan cepat. Jika anak kurang tidur, imun tubuh akan ikut menurun karena produksi yang kurang.

  1. Rentan Terkena Penyakit Kronis

Kebiasaan kurang tidur di masa kanak-kanak dapat membawa risiko kardiovaskular di masa depan dalam bentuk obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Tips Untuk Membantu Anak Rileks Sebelum Tidur

Melakukan rutinitas nyaman yang sama dalam urutan yang sama dan pada waktu yang sama setiap malam membantu mempersiapkan tidur dan meningkatkan kualitas tidur pada anak-anak:

  1. Mandikan anak Anda dengan air hangat.
  2. Jaga agar lampu tetap redup. Hal ini mendorong tubuh anak untuk memproduksi hormon tidur (melatonin).
  3. Setelah anak Anda di tempat tidur, dorong mereka untuk membaca dengan tenang atau membaca cerita bersama.
  4. Cari tahu berapa banyak waktu tidur yang dibutuhkan anak menurut kelompok usianya
  5. Hindari penggunaan perangkat elektronik setidaknya satu jam sebelum tidur. Perangkat elektronik, smartphone, dan televisi dapat mempersulit anak untuk tertidur.
  6. Kamar tidur anak Anda harus gelap, tenang, dan ideal untuk tidur yang nyaman dan santai. Suhu ruangan harus sesuai (*)
Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino
Program MBG SAKTI
Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia
Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika
Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan
Mengukur Dampak, Bukan Sekadar Anggaran: Arah Baru Birokrasi NTB dalam Menekan Kemiskinan Ekstrem
Humanity Itu Utopia: Refleksi Wing Sentot tentang AI dan Musik
Membaca Data BPS NTB 2025: Pertumbuhan Tinggi, Tantangan Inklusivitas

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:34 WITA

SATUPENA Sulsel Perkaya Literasi, Hibahkan 50 Judul Buku untuk SMA Muhammadiyah Malino

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:08 WITA

Program MBG SAKTI

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:50 WITA

Dari Mataram, Menyusun Fragmen Masa Depan Teater Indonesia

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:48 WITA

Amtenar dan “Riddim In The Air”: Ketika Reggae Lombok Kembali Berbicara dengan Bahasa Jamaika

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:47 WITA

Nada Kebaikan di Pulau Seribu Harapan

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA