Refleksi Hardiknas : Beasiswa NTB Merajut Impian

- Pewarta

Kamis, 2 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dirayakan setiap tanggal 2 Mei di Indonesia merupakan momen penting bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kembali pentingnya pendidikan dalam membangun karakter dan peradaban bangsa.

Peringatan ini tidak hanya sekedar seremonial, melainkan sebagai sarana introspeksi dan evaluasi terhadap sistem pendidikan yang ada, serta upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Hardiknas bermula dari penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan dan pahlawan nasional Indonesia, yang lahir pada tanggal tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Filosofi “Tut Wuri Handayani” yang diusungnya, mengajarkan tentang pentingnya peran pendidik dalam membimbing, mengarahkan, dan memotivasi peserta didik dari belakang, sekaligus memberikan kebebasan untuk berkembang.

Program Beasiswa NTB

Pemberian beasiswa di Indonesia telah terentang jauh sebelumnya, sejak pemerintahan Presiden RI pertama, Soekarno. Bahkan, pemberian beasiswa kepada rakyat Indonesia telah dilakukan oleh beberapa individu dari Belanda, sejak sebelum kemerdekaan.

Belanda yang telah menjajah Indonesia dalam waktu yang lama, memiliki kewajiban moral melakukan investasi berskala besar untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, sehingga muncullah politik etis.

Salah satu bentuk politik etis memberikan beasiswa pendidikan kepada penduduk pribumi melalui Yayasan Kartini, Yayasan Van Deventer, Yayasan Tjandi dan Yayasan Max Havelaar. Melalui beasiswa itu, ada sekitar 50 pemuda Indonesia yang berkesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi di Belanda.

Dalam catatan sejarah, salah satu penerima beasiswa ini yakni Wakil Presiden RI pertama, Mohammad Hatta dan Guru Besar Sosiologi IPB Prof. Tjondronegoro. Selain itu, seorang ahli ekonomi pertanian pertama Prof. Iso Reksohadiprodjo di Indonesia dan pelukis Basoeki Abdoellah.

Sebagian para penerima beasiswa dari pemerintah Belanda tercatat ikut dalam pergerakan nasional dalam rangka kemerdekaan RI yang mulai tumbuh pada awal abad ke-20.

Terlepas dari sejarah beasiswa itu muncul, pendidikan menjadi salah satu modal untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun sayangnya tidak semua orang bisa mengenyam pendidikan karena tidak memiliki biaya.

Program Beasiswa adalah Impian anak muda NTB melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, sekaligus merasakan pengalaman belajar di luar negeri terwujud melalui Program 1.000 Cendekia Pemerintah Provinsi NTB.

Para penerima beasiswa NTB yang sedang menempuh studi di luar negeri memperoleh pengalaman baru. Setidaknya mereka belajar beradaptasi dan merasakan interaksi sosial dengan orang lain dari berbagai latar. Tentu ini menjadi motivasi dan modal berharga untuk meraih kesuksesan yang diidamkan.

Beasiswa 1.000 Cendekia merupakan program unggulan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc., dan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB sebagai pelaksana program tersebut akan mengirim 1.000 anak muda NTB belajar ke luar negeri sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov NTB 2018-2023.

Deborah Tirtania Chrisna Pake Seko merasa sangat senang menjadi salah seorang penerima Beasiswa NTB Gemilang. Debby menempuh studi magister di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada program English Language Study. Impiannya untuk terus mengembangkan diri bak gayung bersambut dengan adanya program beasiswa ini.

Senada juga dikatakan Adinda Sulistia. Perempuan asal Bima berusia 24 tahun ini tengah menempuh studi di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), jurusan Master of Political Science

“Belajar diluar negeri adalah mimpi besar saya yang ‘hampir tidak mungkin’. Sejak duduk di bangku kuliah waktu menempuh pendidikan Sarjana, tepatnya di semester 3 terbesit dihati ‘kayaknya nyambung S2 di luar negeri menarik nih’, karena saya penasaran dan ingin merasakan bagaimana cara belajar di luar negeri, apa bedanya dengan Indonesia, bagaimana budaya mereka, bagaimana pelajar-pelajar di negara lain,” ujarnya menceritakan impiannya belajar di luar negeri.

Dr. H. Zulkieflimansyah dalam sebuah kesempatan meyakini, jika NTB mampu menuntaskan pengiriman banyak mahasiswa ke luar negeri dalam jumlah besar, hal itu akan menumbuhkan optimisme.

Masyarakat NTB akan terpantik semangatnya untuk menaklukkan tantangan yang lebih berat. Beasiswa NTB itu untuk membangun cara pandang yang lebih luas, membangun jaringan dan kemampuan berinteraksi di tengah percaturan global yang kian kompetitif. ” Investasi kita di dunia pendidikan ini tidak akan lekang oleh zaman,” kata Bang Zul

Pendidikan adalah investasi terbaik yang bisa kita berikan kepada diri sendiri dan bangsa. Selamat merayakan makna dalam setiap langkah pendidikan.”

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2024

 

 

Berita Terkait

Sport Tourism, Bang Zul Branding NTB Menyapa Dunia
Muktamar NW di IKN, Melanjutkan Spirit Perjuangan Maulana Syaikh
Silaturahmi Bang Zul Mengejawantahkan Nilai Ke-Sasak-an
Hardiknas : Beasiswa NTB, Pikiran Besar Doktor Zul
Alasan dan Sejarah, Mengapa 1 Mei Diperingati Sebagai Hari Buruh?
Pilkada Arena Tarung Isi ” Gegandek”
Fenomena Cocoklogi di Pilkada Lombok Timur
Bang Zul Dibenci, Bang Zul Dirindukan

Berita Terkait

Senin, 6 Mei 2024 - 07:19 WITA

Sport Tourism, Bang Zul Branding NTB Menyapa Dunia

Minggu, 5 Mei 2024 - 15:03 WITA

Muktamar NW di IKN, Melanjutkan Spirit Perjuangan Maulana Syaikh

Sabtu, 4 Mei 2024 - 19:34 WITA

Silaturahmi Bang Zul Mengejawantahkan Nilai Ke-Sasak-an

Jumat, 3 Mei 2024 - 10:20 WITA

Hardiknas : Beasiswa NTB, Pikiran Besar Doktor Zul

Kamis, 2 Mei 2024 - 10:22 WITA

Refleksi Hardiknas : Beasiswa NTB Merajut Impian

Rabu, 1 Mei 2024 - 19:48 WITA

Alasan dan Sejarah, Mengapa 1 Mei Diperingati Sebagai Hari Buruh?

Rabu, 1 Mei 2024 - 13:05 WITA

Pilkada Arena Tarung Isi ” Gegandek”

Selasa, 30 April 2024 - 15:25 WITA

Fenomena Cocoklogi di Pilkada Lombok Timur

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

SOSIAL BUDAYA

“Merarik Kodek” Bukan Budaya Sasak Lombok

Selasa, 4 Jun 2024 - 12:49 WITA

Translate »