Komunitas Perempuan di Mataram Maknai Perempuan Internasional

- Pewarta

Minggu, 31 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor UTS Sumbawa, Niken Saptarini Widyawati (tengah), hadir di acara Senyum Puan dan menjadi pemateri di peringatan Hari Perempuan Internasional di Mataram, awal Maret lalu. Foto: Fitri/Senyum Puan

Rektor UTS Sumbawa, Niken Saptarini Widyawati (tengah), hadir di acara Senyum Puan dan menjadi pemateri di peringatan Hari Perempuan Internasional di Mataram, awal Maret lalu. Foto: Fitri/Senyum Puan

MATARAM (ceraken.id)- Peringatan Hari Perempuan Internasional, Maret 2024, memiliki makna beragam bagi komunitas Perempuan di Mataram. Berbagai acara digelar untuk mendorong kemampuan Perempuan dalam membangun bangsa.

Salah satu komunitas perempuan di Mataram, yang memiliki konsentrasi memperjuangkan hak perempuan adalah Komunitas Senyum Puan. Senyum Puan mengadakan Festival Puan bertema Woman’s Edutainment Day di Mataram. Acara ini merupakan acara tahunan yang bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional 2024.

Ade Lativa Putri, Ketua Komunitas Senyum Puan, mengatakan, setelah peringatan Hari Perempuan Internasional, Senyum Puan akan mengunjungi sekolah. Sehingga tidak selalu menyasar kalangan ibu-ibu Ketika memberikan pelatih. Namun juga menyasar remaja. Bahkan ada salah satu kegiatan rutin Senyum Puan, yakni Girls Day Out.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan tersebut dilaksanakan sebulan sekali, dan berisi konseling, sharing, dan penguatan bersama. Acara ini bisa dihadiri oleh peserta yang bukan anggota Senyum Puan,” kata Ade, Minggu (31/3/2024) di Mataram.

Menurut Ade tiap bulan ada saja tema khusus yang dipilih sehingga peserta mendapat pengetahuan serta kesehatan mental, berikut tips memulai bisnis. Kewirausahaan menjadi atensi Senyum Puan karena memiliki jaringan pengusaha yang lokasi kerjanya bisa menjadi lokasi untuk berpraktik. Intinya, setiap Perempuan harus berani dan berdaya agar bisa memberikan kontribusi besar bagi keluarga.

Ade mengatakan, melalui penguatan psikologi, seorang perempuan bisa menentukan karirnya. Langkah tersebut untuk menghindari dari cap standar dari laki-laki. Bahwa yang feminis itu perempuan dan yang maskulin adalah laki-laki. Sementara pada faktanya cukup banyak perempuan yang mengerjakan pekerjaan yang umumnya dilakukan laki-laki dan bisa. Bahkan pekerjaan itu telah lama dikategorikan milik laki-laki.

“Ya, banyak juga perempuan atlet atletik, panjat tebing, voli, dan sebagainya,” kata Ade.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Hultah Madrasah NBDI, Bukti Nyata NW Menjunjung Tinggi Hak Perempuan
Lebaran Topat Menjaga Ukhuah Melalui Zikir dan Doa
“Hikayat Topat” Memaknai Perayaan Lebaran Topat
Semarakkan Idul Fitri, FORTAL Gelar Aksi Peduli Yatim Piatu
Batulayar Gelar Pawai Takbiran Tingkat Kecamatan
Jelang Lebaran, Terminal Mandalika Mulai Dipadati Pemudik
Hadrah Beryanyi dan Bergendang Memuji Kesalehan Nabi
Pupuk KASGOT Ramai Diburu Pecinta Tanaman Bunga dan Sayur

Berita Terkait

Senin, 29 April 2024 - 07:22 WITA

Hultah Madrasah NBDI, Bukti Nyata NW Menjunjung Tinggi Hak Perempuan

Senin, 15 April 2024 - 13:48 WITA

Lebaran Topat Menjaga Ukhuah Melalui Zikir dan Doa

Minggu, 14 April 2024 - 00:20 WITA

“Hikayat Topat” Memaknai Perayaan Lebaran Topat

Sabtu, 13 April 2024 - 18:14 WITA

Semarakkan Idul Fitri, FORTAL Gelar Aksi Peduli Yatim Piatu

Selasa, 9 April 2024 - 12:11 WITA

Batulayar Gelar Pawai Takbiran Tingkat Kecamatan

Sabtu, 6 April 2024 - 21:00 WITA

Jelang Lebaran, Terminal Mandalika Mulai Dipadati Pemudik

Selasa, 2 April 2024 - 08:08 WITA

Hadrah Beryanyi dan Bergendang Memuji Kesalehan Nabi

Minggu, 31 Maret 2024 - 19:05 WITA

Komunitas Perempuan di Mataram Maknai Perempuan Internasional

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

SOSIAL BUDAYA

“Merarik Kodek” Bukan Budaya Sasak Lombok

Selasa, 4 Jun 2024 - 12:49 WITA

Translate »