Pertanda

Jumat, 22 Maret 2024 - 08:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terbit dan terbenamnya matahari adalah fenomena alam yang tidak hanya memberi petunjuk tentang waktu, tetapi juga menyimpan makna filosofis yang dalam. Matahari adalah simbol kehidupan, perubahan, dan siklus alam yang mengajarkan kita banyak pelajaran tentang keberadaan diri kita di dunia ini.

Pertama-tama, terbitnya matahari menandakan awal suatu periode baru. Ini adalah momen di mana gelapnya malam berakhir dan diganti oleh sinar matahari yang membawa kecerahan serta harapan baru ke dunia. Perumpamaan ini mengajarkan kepada kita tentang pentingnya memulai setiap perjalanan atau fase kehidupan dengan semangat baru dan sikap yang penuh harapan. Seperti matahari yang muncul setiap pagi, kita seolah diingatkan untuk selalu melihat setiap awal sebagai kesempatan baru untuk tumbuh dan berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, terbenamnya matahari menandakan akhir dari suatu periode. Ini adalah waktu untuk merenung, istirahat, dan mempersiapkan diri untuk memulai kembali di hari berikutnya. Kehadiran malam mengingatkan kita bahwa ada waktu untuk beristirahat dan merefleksikan perjalanan kita seharian.

Perumpamaan dalam gambaran di atas menekankan atas pentingnya menghargai setiap akhir sebagai bagian dari siklus kehidupan yang alami yang tak terbantahkan. Bila perumpamaan ini diterapkan pada tubuh manusia, maka tubuh kita tak lain adalah ruang yang kompleks yang terus berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Seperti matahari yang memberikan pertanda tentang waktu dan perubahan, tubuh kita juga merespons setiap pertanda dengan cara yang unik. Namun, terkadang godaan dan hawa nafsu membuat tubuh kita memberontak dan kehilangan kendali. Ini tercermin saat kita tergoda oleh dorongan-dorongan duniawi seperti keinginan untuk makan makanan yang lezat atau memenuhi kebutuhan lainnya, tubuh kita seringkali merespons dengan memberontak untuk bisa selalu dipenuhi. Pada saat yang sama akal kita berupaya untuk mengendalikannya. Maka, yang terjadi adalah pertarungan internal antara keinginan yang kuat untuk bisa dipenuhi melawan kekuatan akal sehat untuk melakukan kontrol diri.

Baca Juga :  Hari Kemenangan Mailan

Inilah, mengapa puasa menjadi penting karena merupakan sebuah praktik yang membuka pintu menuju kedalaman spiritual dan pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita sendiri serta hubungan kita dengan alam semesta. Saat kita berpuasa, kita secara aktif berikhtiar untuk terus bisa menahan diri dari keinginan-keinginan duniawi yang bisa merongrong spiritualitas kita.

Baca Juga :  Menjadi ASN Semestinya

Dalam praktik puasa, kita belajar untuk mengendalikan tubuh dan pikiran kita dengan lebih baik. Kita menjadi lebih sadar akan kekuatan dan keterbatasan kita, serta belajar untuk menghormati proses alami kehidupan. Ketika kita menahan diri dari keinginan-keinginan duniawi, kita sekaligus memperdalam pemahaman tentang nilai-nilai yang sebenarnya penting dalam hidup, seperti kesederhanaan, kemandirian, dan rasa syukur.

Selain itu, dengan merasakan lapar dan haus selama berpuasa, kita menjadi lebih bersimpati terhadap orang-orang yang kurang beruntung dan sekaligus bisa menghargai nikmat-nikmat yang seringkali kita abaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, puasa bukan hanya tentang menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga tentang bagaimana melihat lebih dalam dan mengapresiasi segala karunia  yang telah diberikan kepada kita dalam kehidupan ini.

Semoga melalui praktik puasa hari ini, kita dapat memperdalam hubungan kita dengan alam semesta dan menemukan kedamaian serta keselarasan dalam kehidupan kita. Insyaallah.**

 

Penulis : Cukup Wibowo

Berita Terkait

Hari Kemenangan Mailan
Menjadi ASN Semestinya
Senja di Savana Bale Tepak Batujai*
Ia Menjadi Jejak di Pikiran
Hujan Duka
Noktah Merah di Cangkir Kopi
Ataraxia: Ketenangan Jiwa yang Murni
Laksita Ratnaloka Permana Sari

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:26 WITA

Hari Kemenangan Mailan

Kamis, 30 April 2026 - 10:32 WITA

Menjadi ASN Semestinya

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:29 WITA

Senja di Savana Bale Tepak Batujai*

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:56 WITA

Ia Menjadi Jejak di Pikiran

Rabu, 11 Maret 2026 - 11:57 WITA

Hujan Duka

Berita Terbaru

Kebudayaan tidak diposisikan sebagai aktivitas yang berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat (Foto: pmb.ummat.ac.id)

PAGELARAN

Di Balik Tirai PTP 2026, Teater, Ekonomi, dan Harapan untuk NTB

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:59 WITA

Pertanyaan yang lebih besar: sejauh mana seni dan generasi muda mampu bergerak bersama menjawab tantangan sosial di Nusa Tenggara Barat (Foto: aks / ceraken.id)

PAGELARAN

Menutup Panggung, Menyalakan Tanggung Jawab Pemuda NTB

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:33 WITA