SW Ditetapkan Tersangka Kasus Investasi Online ilegal

- Pewarta

Senin, 8 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol. Nasrun Pasaribu. Foto: ANTARA/Dhimas B.P.

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol. Nasrun Pasaribu. Foto: ANTARA/Dhimas B.P.

MATARAM (ceraken.id)- Langkah hukum penting telah ditetapkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB dalam menangani kasus dugaan tindak pidana perdagangan dan ITE. Pada Rabu (3/4/2024), Ditreskrimsus Polda NTB menaikkan status terhadap seorang berinisial SW (40 tahun) sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol. Nasrun Pasaribu, menyatakan penetapan status tersangka terhadap SW telah sesuai dengan Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 45 (a).

“Pada hari Rabu, tanggal 27 Maret 2024, hasil penyidikan menunjukkan telah diperoleh cukup dua alat bukti atau lebih serta laporan hasil gelar perkara yang memungkinkan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka,” ungkap Kombes Pol. Nasrun Pasaribu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, dugaan tindak pidana tersebut terjadi sekitar bulan Februari 2023 di beberapa lokasi di Kabupaten Lombok Tengah, terkait bisnis investasi online yang diperkenalkan oleh SW melalui aplikasi Future Electronic Commerce (FEC).

“Aplikasi FEC menawarkan progres keuntungan berdasarkan jumlah dana yang diinvestasikan serta jumlah transaksi online yang dilakukan oleh anggotanya,” jelas Kombes Pol. Nasrun.

Namun, setelah beberapa waktu berjalan, aplikasi FEC mengalami kendala dan pada tanggal 5 September 2023, ditutup oleh Satgas Pembatasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PAKI), menyebabkan kerugian bagi para anggotanya.

SW telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, dan langkah selanjutnya adalah memberitahukan penetapan tersangka kepada Kejaksaan Tinggi NTB.

Diharapkan, langkah hukum ini dapat memastikan proses penegakan hukum berjalan dengan baik dan memberikan keadilan kepada para korban yang terdampak oleh kasus investasi online ilegal tersebut.

 

 

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Diduga Tersangkut Uang Proyek, Eks Sekretaris PDIP NTB Terancam Dipolisikan
Ketua dan Anggota LSM di Lombok Tengah Ditetapkan sebagai Tersangka Pengeroyokan Ketua Forum BKD
Belasan Pelajar Terjaring Razia Konsumsi Miras di Mataram
Dirazia, Pria Mabuk Melawan Petugas Polresta Mataram
Kajari Dompu akan Bekali Guru Soal Hukum
Polisi Pakai Drone Bawah Laut Cari Dokter Tenggelam
Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-60, Kanwil Kemenkumham NTB Gelar Upacara
Polresta Mataram Buka Ruang Pelaporan Kasus Dugaan Korupsi APBDes Mambalan

Berita Terkait

Rabu, 8 Mei 2024 - 12:01 WITA

Diduga Tersangkut Uang Proyek, Eks Sekretaris PDIP NTB Terancam Dipolisikan

Minggu, 5 Mei 2024 - 21:49 WITA

Ketua dan Anggota LSM di Lombok Tengah Ditetapkan sebagai Tersangka Pengeroyokan Ketua Forum BKD

Minggu, 5 Mei 2024 - 12:47 WITA

Belasan Pelajar Terjaring Razia Konsumsi Miras di Mataram

Minggu, 5 Mei 2024 - 12:44 WITA

Dirazia, Pria Mabuk Melawan Petugas Polresta Mataram

Kamis, 2 Mei 2024 - 14:29 WITA

Kajari Dompu akan Bekali Guru Soal Hukum

Senin, 29 April 2024 - 00:40 WITA

Polisi Pakai Drone Bawah Laut Cari Dokter Tenggelam

Sabtu, 27 April 2024 - 18:39 WITA

Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan Ke-60, Kanwil Kemenkumham NTB Gelar Upacara

Kamis, 25 April 2024 - 22:52 WITA

Polresta Mataram Buka Ruang Pelaporan Kasus Dugaan Korupsi APBDes Mambalan

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

SOSIAL BUDAYA

“Merarik Kodek” Bukan Budaya Sasak Lombok

Selasa, 4 Jun 2024 - 12:49 WITA

Translate »