TGIPF Tragedi Kanjuruhan: Penggunaan Gas Air Mata Adalah Pelanggaran

- Pewarta

Kamis, 13 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CERAKEN.ID – Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan menyatakan, penggunaan gas air mata kadaluwarsa oleh polisi adalah pelanggaran.

Sebab, gas air mata itu akhirnya menyebabkan kematian terhadap ratusan jiwa.”Tentu itu adalah penyimpangan (penggunaan gas air mata kadaluwarsa, red). Tentu itu adalah pelanggaran karena gas air mata itu (mematikan, red),” kata Anggota TGIPF Rhenald Kasali di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (10/10).”Yang terjadi adalah justru mematikan. Jadi ini tentu harus diperbaiki,” ujar Rhenald dilansir CERAKEN.ID dari rri.co.id.

Baca Juga :  Akhir Pekan, Skuad Mi6 akan adakan Road Show di Bima dan Sumbawa Mapping Isu Strategis dan Kerakyatan Pilgub NTB 2024

Rhenald, dalam hal ini TGIPF meminta Polri supaya mengevaluasi diri usai Tragedi Kanjuruhan. Walaupun, kata dia, tidak semua orang paham aturan FIFA, melarang penggunaan gas air mata di stadion.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hanya sedikit anggota polisi yang mengerti tentang larangan tersebut,” ujar dia. Menurut dia, pemahaman itu berdasarkan kejadian penggunaan gas air mata, pada tahun 2018 silam.

“Walaupun sudah pernah dibicarakan gas air mata tidak boleh. Tapi, dari semua pembicaraan, tidak banyak orang mengerti bahwa aturan FIFA tidak boleh,” kata Rhenald.

Baca Juga :  Rannya Sayangkan Ada Relawan Catut Nama "HBK" Dukung Paslon di Pilbup Lombok Timur 2024

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Senin (10/10/2022), juga telah mengakui gas air mata kadaluwarsa. Polisi telah menggunakan gas air mata di Stadion Kanjuruahan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Sementara, Tim Laboratorium Forensik Polri masih mendalami jumlah gas air mata yang kedaluwarsa itu. Sedangkan, Irjen Dedi mengatakan, gas air mata yang telah kedaluwarsa justru mengalami penurunan dari segi fungsi. (E-C/01)

Berita Terkait

Wow! Inilah Aksi Gadis Makan Ular Hidup-hidup yang Viral di Media Sosial
ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!
Abah Uhel Bersatu dengan Bang Zul,Lanjutkan Ikhtiar Membangun NTB Gemilang
Rannya Sayangkan Ada Relawan Catut Nama “HBK” Dukung Paslon di Pilbup Lombok Timur 2024
Akhir Pekan, Skuad Mi6 akan adakan Road Show di Bima dan Sumbawa Mapping Isu Strategis dan Kerakyatan Pilgub NTB 2024
Mengapa Umi Rohmi Layak Jadi Gubernur? Ini Kata Tokoh Perempuan NTB!
WorldSBK dan TT Circuit Assen Perpanjang Kontrak hingga 2031
 Kontestasi Pilgub NTB 2024 Dinilai Minus Terobosan Isu Kerakyatan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 21:25 WITA

Wow! Inilah Aksi Gadis Makan Ular Hidup-hidup yang Viral di Media Sosial

Minggu, 9 Juni 2024 - 13:19 WITA

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Jumat, 7 Juni 2024 - 08:54 WITA

Abah Uhel Bersatu dengan Bang Zul,Lanjutkan Ikhtiar Membangun NTB Gemilang

Jumat, 31 Mei 2024 - 11:46 WITA

Rannya Sayangkan Ada Relawan Catut Nama “HBK” Dukung Paslon di Pilbup Lombok Timur 2024

Rabu, 29 Mei 2024 - 09:52 WITA

Akhir Pekan, Skuad Mi6 akan adakan Road Show di Bima dan Sumbawa Mapping Isu Strategis dan Kerakyatan Pilgub NTB 2024

Senin, 20 Mei 2024 - 13:04 WITA

Mengapa Umi Rohmi Layak Jadi Gubernur? Ini Kata Tokoh Perempuan NTB!

Minggu, 5 Mei 2024 - 21:42 WITA

WorldSBK dan TT Circuit Assen Perpanjang Kontrak hingga 2031

Sabtu, 4 Mei 2024 - 09:47 WITA

 Kontestasi Pilgub NTB 2024 Dinilai Minus Terobosan Isu Kerakyatan

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

Translate »