Bulog Lombok Timur Ingatkan Kepala Desa Tak Ubah Data Penerima Bantuan Beras

- Pewarta

Minggu, 31 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyaluran bantuan beras di Lombok Timur.

Penyaluran bantuan beras di Lombok Timur.

LOMBOK TIMUR (ceraken.id)– Penyaluran bantuan pangan beras di Kabupaten Lombok Timur telah masuk fase ketiga per Maret 2024. Bantun tersebut berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Kepala Bulog Lombok Timur, M Syaukani, mengingatkan agar setiap pemerintah desa tidak melakukan permainan data. Misalnya dengan mengubah data penerima CBP di tengah jalan.

Namun pengubahan data hanya bisa dilakukan jika penerima sudah meninggal dunia, penerima menolak menerima bantuan, atau pindah domisili.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau masalah dobel saat ini sudah tidak ada, karena datanya sudah menggunakan NIK. Jadi tidak bisa diganti begitu saja penerima bantuan ini,” kata Syaukani,

Diketahui jumlah CBP yang disalurkan Bulog Lombok Timur mencapai 1.600 ton untuk tahap ketiga. Penyaluran tersebut dituntaskan pada 22 Maret 2024 lalu.

Syaukani mengklaim, Lombok Timur menjadi yang tercepat dalam penyalur secara nasional. Bahkan sejak tahap pertama pada Januari lalu.

“Percepatan pendistribusian CBP ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik dengan Pemkab Lotim,” kata Syaukani.

Selain itu, ketersediaan beras juga menjadi faktor paling menentukan. “Stok beras kita alhamdulillah masih cukup banyak dan cukup untuk pendistribusian sampai tiga bulan mendatang,” ucapnya.

Program itu ditujukan untuk mengentaskan lonjakan harga beras di tengah kemarau panjang. Di mana musim tanam padi sempat tertunda akibat El Nino.

Sebagai informasi, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) beras di Lombok Timur meningkat di tahun ini, yaitu dari 151.139 penerima menjadi 155.796 penerima.

Masing-masing penerima akan diberi 10 kilogram beras per bulannya, atau akan digelontorkan 9.347.760 kilogram hingga Juni 2024***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham
Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun
Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung
Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu
Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga
Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas
Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas
Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat

Berita Terkait

Minggu, 28 April 2024 - 15:06 WITA

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham

Jumat, 26 April 2024 - 17:38 WITA

Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun

Kamis, 25 April 2024 - 14:59 WITA

Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung

Rabu, 24 April 2024 - 19:57 WITA

Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu

Jumat, 19 April 2024 - 17:12 WITA

Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga

Selasa, 16 April 2024 - 22:57 WITA

Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas

Senin, 15 April 2024 - 19:20 WITA

Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas

Minggu, 14 April 2024 - 23:32 WITA

Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat

Berita Terbaru

OLAHRAGA

Jeffrey Herlings Berjaya di MXGP Indonesia 2024 Series 12

Minggu, 7 Jul 2024 - 23:28 WITA

Translate »