SMKN 3 Mataram Gelar Doa Bersama Jelang Ujian Sekolah

Senin, 18 Maret 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM(ceraken.id) – SMKN 3 Mataram melaksanakan doa bersama atau Istigasah di lapangan upacara SMKN 3 Mataram pada Jumat, 15 Maret 2024. Istigasah itu dihadiri oleh seluruh siswa, guru serta pegawai yang beragama Islam. Kegiatan ini bertujuan memohon pertolongan, perlindungan, dan anugerah dari Allah SWT jelang Ujian Sekolah dan Asesmen Tengah Semester.

Kegiatan ini diisi oleh Ustazd Fatah yang merupakan salah satu guru di SMKN 3 Mataram. Sementara siswa, guru, dan karyawanan beragama Hindu melaksanakan persembahyangan di Pura Gunungsari Lombok Barat.

Ustaz Fatah memberikan tausyiah Ramadhan tentang pentingnya mengendalikan nafsu. Satu sisi nafsu itu bermanfaat jika diarahkan ke hal-hal positif, sehingga dampaknya akan sangat bagus untuk perkembangan diri dan akan memiliki dampat tidak baik jika diarahkan ke hal-hal negatif. Dua pilihan inilah yang selalu dihadapi manusia di seluruh dunia dan akhirnya semua kembali kepada setiap individu masing-masing.

Baca Juga :  Kawo Mencari Jalan Menjadi Desa Berdaya: Dari Potensi Lokal Menuju Ekosistem Kemandirian

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, S.Ag., M.Pd.I., mengingatkan kepada seluruh siswa kelas XII agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk ujian sekolah, baik persiapan materi ujian maupun persiapan secara mental. “Karena kedua hal inilah yang menentukan kesuksesan seseorang,” ujarnya.

Baca Juga :  Belajar Bahasa Indonesia di Tong Sampah

Khusus kelas XII, pada Sabtu, 16 Maret 2024, orang tuanya diundang ke sekolah untuk mendapatkan penjelasan tentang Ujian Sekolah dan hal-hal lainnya. Selama Ujian Sekolah berlangsung, kelas X dan kelas XI belajar secara daring untuk semua mata pelajaran dan akan dilanjutkan dengan Asesmen Tengah Semester. “Untuk itu seluruh peserta didik agar menyiapkan diri sebaik-baiknya dapat mengikuti asesmen dengan baik,” ungkap Sulman Hari***

Sumber Berita: Suara NTB

Berita Terkait

Kawo Mencari Jalan Menjadi Desa Berdaya: Dari Potensi Lokal Menuju Ekosistem Kemandirian
Saat Sampah Menjadi Nada, Bonjeruk Menemukan Bunyi Baru bagi Desa Wisata
Indonesia Raya Berkumandang di Ruang BNI Mataram
Merawat Budaya Sasak dari Sanggar: Putri Nyale Meniti Jalan Dramatari Menuju Pariwisata Kreatif
Belajar Bahasa Indonesia di Tong Sampah
Di Balik Vitrin, Perpustakaan Museum Negeri NTB Menyimpan Ingatan yang Tak Dipamerkan
Ekspatriat Berbahasa Indonesia dan Arisan
Dari Anak Bebek sampai Anak Sapi

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:49

Kawo Mencari Jalan Menjadi Desa Berdaya: Dari Potensi Lokal Menuju Ekosistem Kemandirian

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:49

Saat Sampah Menjadi Nada, Bonjeruk Menemukan Bunyi Baru bagi Desa Wisata

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:10

Indonesia Raya Berkumandang di Ruang BNI Mataram

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:30

Merawat Budaya Sasak dari Sanggar: Putri Nyale Meniti Jalan Dramatari Menuju Pariwisata Kreatif

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:58

Belajar Bahasa Indonesia di Tong Sampah

Berita Terbaru

Ia menjadi pengingat bahwa kebudayaan akan tetap hidup (foto: aks / ceraken.id)

BUDAYA

Menjaga Musik Tradisi NTB agar Tak Tinggal Nama

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:26