Dinas Pertanian Mataram Memantau Stok Telur di Distributor

- Pewarta

Rabu, 13 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM ( ceraken.id)- Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melakukan pemantauan stok telur di sejumlah distributor untuk memastikan ketersediaan salah satu komoditas kebutuhan pokok tersebut.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Raihul Jannah di Mataram, NTB, Rabu, mengatakan dari hasil pemantauan ke distributor tersebut, stok telur di Mataram sejauh ini masih mencukupi kebutuhan.

“Hanya saja, terjadi kenaikan harga karena tingginya permintaan sejak menjelang hingga masuk bulan puasa,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga telur di pasar tradisional Kota Mataram saat ini sudah mencapai Rp2.100 per butir bahkan ada yang Rp2.500 per butir, dari harga normal Rp1.500-Rp1.700 per butir.

Kenaikan harga telur, lanjutnya, juga dipicu karena harga pakan yakni jagung juga mengalami kenaikan dari harga Rp8.000 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram, sehingga banyak peternak yang mengganti pakan dengan pakan jadi (kemasan).

“Penggantian pakan itu berdampak mempengaruhi penurunan produksi telur,” katanya.

Terkait dengan itu, untuk menjaga agar stok telur di pasar tetap tersedia, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak baik itu distributor, peternak, termasuk Dinas Perdagangan.

Pihaknya juga tetap meminta pengiriman dari Pulau Bali dan Jawa untuk menstabilkan stok telur, meskipun untuk harga belum bisa ditekan.

“Yang penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat stok telur harus tetap ada. Jangan sampai kosong,” katanya.

Terkait dengan itu, tambah Raihul, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar bisa menjadi konsumen cerdas dengan berbelanja sesuai kebutuhan, tidak

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kota Mataram, menyebutkan kebutuhan telur di Kota Mataram mencapai 75 ton per bulan, akan tetapi saat peringatan hari-hari besar bisa mencapai 125 ton per bulan.

Dari kebutuhan itu, produksi telur dalam daerah hanya 30-40 persen, sedangkan sisanya didatangkan dari luar.***

Berita Terkait

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham
Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun
Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung
Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu
Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga
Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas
Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas
Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 28 April 2024 - 15:06 WITA

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham

Jumat, 26 April 2024 - 17:38 WITA

Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun

Kamis, 25 April 2024 - 14:59 WITA

Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung

Rabu, 24 April 2024 - 19:57 WITA

Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu

Jumat, 19 April 2024 - 17:12 WITA

Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga

Selasa, 16 April 2024 - 22:57 WITA

Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas

Senin, 15 April 2024 - 19:20 WITA

Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas

Minggu, 14 April 2024 - 23:32 WITA

Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

Translate »