DKP Mataram Usulkan 10 Ton Beras Cadangan Pangan Daerah

- Pewarta

Senin, 18 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Distribusi Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram Faisal Abdussomad

Kepala Bidang Distribusi Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram Faisal Abdussomad

MATARAM (ceraken.id)- Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera mengusulkan pengadaan beras cadangan pangan daerah sebanyak 10 ton untuk kebutuhan tahun 2024.

“Stok beras cadangan pangan yang kita usulkan itu, sebagai antisipasi bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana, baik bencana alam maupun non alam,” kata Kepala Bidang Distribusi Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram Faisal Abdussomad di Mataram, Senin.

Dikatakan, usulan pendaan beras cadangan pangan tersebut saat ini sedang disusun dan sesuaikan dengan anggaran serta harga beras sekarang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengadaan beras cadangan pangan Kota Mataram tersebut, katanya, harus segera diusulkan karena stok beras cadangan pangan saat ini sudah menipis.

Pasalnya, sejak Januari 2024 sampai saat ini beras cadangan pangan sudah dikeluarkan sebanyak 8,9 ton dari kuota stok 10 ton sehingga tersisa hanya 1,1 ton.

“Tapi beras yang kita keluarkan itu merupakan stok tahun 2023,” katanya.

Menurutnya, stok beras cadangan pangan untuk tahun 2024 harus segera diajukan karena cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang hingga kini masih terjadi.

Beras cadangan pangan Pemerintah Kota Mataram, dikeluarkan sesuai dengan SK Wali Kota Mataram ketika ada masyarakat yang terdampak bencana baik bencana alam maupun non alam diusulkan melalui kecamatan atau kelurahan.

Untuk jumlah sasaran, volume beras yang diberikan berbeda-beda sesuai kondisi calon penerima bantuan dan hasil verifikasi di lapangan.

“Beras cadangan pangan yang kami keluarkan ini berbeda dengan beras cadangan pangan pemerintah (CPP),” katanya.

Kalau CPP, katanya, diberikan langsung Pemerintah Pusat sehingga jumlah sasaran, volume masing-masing menerima, serta waktu pemberian sudah ditentukan Pemerintah.

“Sedangkan beras cadangan pangan yang kita miliki, dikeluarkan ketika ada permintaan dari kecamatan atau kelurahan untuk membantu warganya yang terdampak bencana alam maupun non alam,” katanya.***

Penulis : CR - 04

Editor : Tim Redaksi

Berita Terkait

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham
Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun
Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung
Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu
Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga
Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas
Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas
Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat

Berita Terkait

Minggu, 28 April 2024 - 15:06 WITA

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham

Jumat, 26 April 2024 - 17:38 WITA

Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun

Kamis, 25 April 2024 - 14:59 WITA

Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung

Rabu, 24 April 2024 - 19:57 WITA

Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu

Jumat, 19 April 2024 - 17:12 WITA

Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga

Selasa, 16 April 2024 - 22:57 WITA

Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas

Senin, 15 April 2024 - 19:20 WITA

Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas

Minggu, 14 April 2024 - 23:32 WITA

Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

Translate »