KLHK Dukung Peningkatan Ekonomi Lokal di Gunung Rinjani

- Pewarta

Minggu, 31 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para porter sedang membawa barang-barang pendaki menuju Gunung Rinjani

Para porter sedang membawa barang-barang pendaki menuju Gunung Rinjani

MATARAM (ceraken.id)- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) mendukung upaya peningkatan ekonomi masyarakat lokal melalui pendakian di Gunung Rinjani. Menurut Suharyono, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Gunung Rinjani yang merupakan bagian dari taman nasional memerlukan pendekatan spesifik yang memperhatikan aspek konservasi.

“Pendakian di Gunung Rinjani menjadi spesifik karena merupakan bagian dari taman nasional. Taman Nasional adalah kawasan konservasi, sehingga pendakian di Rinjani harus memperhatikan aspek konservasi,” ujar Suharyono saat ditemui di Mataram, Minggu (31/3/2024).

Meskipun senang dengan dampak positif pendakian terhadap ekonomi lokal, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lebih mengutamakan kelestarian Gunung Rinjani. “Kami senang ekonomi naik, tapi kelestarian Gunung Rinjani tetap harus terjaga. Itu yang utama bagi kami,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu aspek yang ditekankan dalam pengelolaan pendakian adalah pengelolaan sampah. Suharyono mengatakan, KLHK terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan para pendaki untuk membiasakan diri dengan konsep zero waste adventure.

“Kegiatan adventure harus berjalan tanpa meninggalkan sampah. Itu yang menjadi motto kami: zero waste adventure,” ungkap Suharyono.

Dengan dukungan penuh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diharapkan pendakian di Gunung Rinjani tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitarnya. “Kami akan terus berupaya membentuk kebiasaan dan budaya agar pendakian di Gunung Rinjani menjadi nol sampah,” tegasnya.***

Berita Terkait

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham
Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun
Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung
Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu
Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga
Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas
Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas
Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat

Berita Terkait

Minggu, 28 April 2024 - 15:06 WITA

Banyak Manfaat, UMKM Didorong Berinvestasi atau Nabung Saham

Jumat, 26 April 2024 - 17:38 WITA

Dana Pemerintah Daerah Mengendap di Bank hingga Rp 180,96 Triliun

Kamis, 25 April 2024 - 14:59 WITA

Provokasi Dompu Berhasil, Bapanas Tindak Lanjuti Penyesuan HAP Jagung

Rabu, 24 April 2024 - 19:57 WITA

Bulog Ikut Stabilkan Harga Jagung di Bima – Dompu

Jumat, 19 April 2024 - 17:12 WITA

Jamur Tiram di Lombok Barat Bangun Ekonomi Warga

Selasa, 16 April 2024 - 22:57 WITA

Ulah Curang Driver Amada Di Duga Penyebab Naiknya Harga Gas

Senin, 15 April 2024 - 19:20 WITA

Tenun Lombok Antara Komoditas dan Identitas

Minggu, 14 April 2024 - 23:32 WITA

Warga Minta Tidak Ada Kenaikan Harga Saat Lebaran Topat

Berita Terbaru

SOCIAL & POLITIC

ZulUhel Disebut Pasangan Pemimpin yang Merakyat, Ini Kata Mereka!

Minggu, 9 Jun 2024 - 13:19 WITA

SOSIAL BUDAYA

“Merarik Kodek” Bukan Budaya Sasak Lombok

Selasa, 4 Jun 2024 - 12:49 WITA

Translate »