Mudik Gratis NTB 2026: Kolaborasi Mengantar Rindu dari Lombok ke Sumbawa

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Lalu Muhamad Iqbal (kanan). Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas program mudik gratis (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

Lalu Muhamad Iqbal (kanan). Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas program mudik gratis (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Suasana haru dan semangat pulang kampung terasa di halaman Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat pada Sabtu pagi, 14 Maret 2026. Ratusan warga yang hendak kembali ke kampung halaman di Pulau Sumbawa berkumpul sejak pagi, membawa tas, harapan, dan kerinduan yang telah lama menunggu momentum untuk dilepas.

Pemerintah daerah kembali menghadirkan program mudik gratis sebagai bentuk pelayanan publik menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program Mudik Gratis 2026 yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat itu secara resmi dilepas oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di depan Pendopo Gubernur. Tahun ini sebanyak 400 peserta diberangkatkan dari Pulau Lombok menuju berbagai daerah di Pulau Sumbawa, mulai dari Kabupaten Sumbawa Barat hingga Kota Bima.

Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya memberangkatkan sekitar 200 pemudik. Peningkatan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah berupaya memperluas akses pelayanan bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.

“Alhamdulillah tahun ini kita dapat memberangkatkan sekitar 400 orang untuk mudik gratis, dari ujung barat Pulau Sumbawa hingga ujung timur Kabupaten Bima,” ujar Miq Iqbal, sapaan akrab gubernur.

Kolaborasi Banyak Pihak

Program ini tidak berdiri sendiri sebagai agenda pemerintah semata. Gubernur menegaskan bahwa penyelenggaraan mudik gratis merupakan hasil kerja bersama lintas instansi dan mitra strategis.

Sejumlah pihak yang terlibat dalam program ini antara lain DAMRI, Bank NTB Syariah, Jasa Raharja, Pertamina, serta Organda dan Basarnas. Dukungan juga datang dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan TNI.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Dalam kolaborasi tersebut, pemerintah provinsi berperan sebagai pengoordinasi utama yang menyatukan berbagai sumber daya agar pelaksanaan mudik berjalan tertib dan aman.

“Kegiatan ini bukan hanya kerja pemerintah provinsi, tetapi kerja bersama. Semua pihak berbagi peran untuk memastikan masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman,” jelas Miq Iqbal.

Jalur Trans Sumbawa Dipastikan Siap

Selain memfasilitasi transportasi, pemerintah juga memastikan kesiapan infrastruktur jalan bagi para pemudik. Jalur utama Trans Pulau Sumbawa dipastikan berada dalam kondisi baik untuk dilalui kendaraan mudik.

Gubernur bahkan mengaku baru saja melintasi jalur tersebut setelah melakukan rangkaian Safari Ramadan di Pulau Sumbawa. Dari pengalamannya di lapangan, kondisi jalan dinilai cukup memadai.

“Tadi malam dan pagi tadi saya baru kembali dari Pulau Sumbawa. Saya juga sudah melintasi jalur utama dari Sumbawa Barat sampai Sape. Alhamdulillah secara umum kondisi jalur utama sangat baik dan sudah dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah tidak hanya menyiapkan armada transportasi, tetapi juga perlindungan bagi seluruh peserta (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

Penanganan sejumlah titik kerusakan jalan juga telah dilakukan oleh Dinas PUPR Provinsi NTB bersama Balai Jalan Nasional sehingga tidak mengganggu kelancaran perjalanan.

Perlindungan Asuransi dan Konsumsi

Pemerintah tidak hanya menyiapkan armada transportasi, tetapi juga perlindungan bagi seluruh peserta. Setiap pemudik yang mengikuti program ini mendapatkan perlindungan asuransi perjalanan dari Jasa Raharja Putera melalui produk JRP Insurance.

“Semua peserta yang berada di dalam bus mendapatkan perlindungan asuransi. Jadi perjalanan ini tidak hanya diberkahi, tetapi juga terlindungi,” kata Miq Iqbal.

Selain itu, panitia juga menyediakan konsumsi untuk berbuka puasa bagi para pemudik selama perjalanan menuju daerah tujuan masing-masing. Fasilitas ini menjadi perhatian khusus karena perjalanan berlangsung di bulan Ramadan.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Didominasi Mahasiswa

Menariknya, sebagian besar peserta mudik gratis tahun ini berasal dari kalangan mahasiswa asal Pulau Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Pulau Lombok. Program ini menjadi solusi bagi mereka untuk pulang kampung tanpa harus menanggung biaya transportasi yang cukup besar menjelang Lebaran.

Menurut Miq Iqbal, pemerintah daerah justru merasa senang dapat membantu para mahasiswa kembali ke keluarga mereka.

“Tidak apa-apa kalau tahun ini masih didominasi mahasiswa. Kami senang bisa memberikan pelayanan bagi adik-adik mahasiswa. Mudah-mudahan tahun depan jumlah bus bisa ditambah sehingga masyarakat umum juga dapat memanfaatkan program ini,” ujarnya.

Komitmen Memperluas Layanan

Melihat antusiasme masyarakat, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas program mudik gratis pada tahun-tahun mendatang. Kebutuhan mobilitas antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa memang cukup tinggi, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, terutama Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang menjadi pelaksana utama kegiatan.

Di tengah semangat Ramadan, program ini bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Ia menjadi simbol kehadiran negara yang membantu warganya merajut kembali pertemuan keluarga.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat, dan semoga seluruh peserta mudik dapat sampai di kampung halaman dengan selamat,” pungkas Miq Iqbal.

Bagi ratusan pemudik yang berangkat pagi itu, perjalanan menuju Pulau Sumbawa bukan sekadar perpindahan jarak. Ia adalah perjalanan menuju rumah, tempat rindu akhirnya kembali menemukan alamatnya.(*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemprov ntb

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA