Bupati Lombok Timur Mendukung Peningkatan Sarana Pendidikan di Desa

- Penulis

Minggu, 25 September 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

CERAKEN.ID- Nusa Tenggara Barat meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) daerah setempat agar lebih memperhatikan sarana maupun prasarana dan membantu pengelolaan sekolah di desa untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kita merehabilitasi gedung sekolah TK yang ada di kota, sementara kita jarang memperhatikan TK yang ada di desa-desa,” kata Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy saat menghadiri acara peresmian TK Negeri Pembina Suralaga, dalam keterangan tertulis di Selong, Ahad.

Ia mengatakan, pendidikan merupakan nilai utama dalam upaya membangun kualitas sumber daya manusia (SDM), tiga aspek penting yang dapat menentukan keberhasilan pendidikan.

Pertama, disebut Bupati adalah sarana dan pra sarana yang memadai. Kedua, adalah mengingatkan agar manajemen sekolah lebih efektif dan efisien, sehingga dapat meningkatkan kinerja sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan yang baik.

Baca Juga :  Belajar Bahasa Indonesia di Tong Sampah

Ia meminta pihak sekolah, komite, dan guru bekerja sama dengan baik dalam meningkatkan sarana dan prasarana sekolah, karena sebuah sekolah akan diminati jika sekolah, guru dan sarana mendukung.

“Jika guru bagus, kepala sekolah dan komite mendukung, insya Allah semuanya dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Bupati mengatakan, aspek yang ketiga adalah kualitas anak didiknya, sehingga dirinya berharap kepada orang tua untuk lebih memperhatikan anaknya dan memberikan makanan yang bergizi serta para orang tua agar memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya

“Mari kita berikan gizi yang baik kepada anak-anak kita. Insya Allah kita akan perbaiki sekolah, tetapi para guru serta orang tua harus kompak menjadikan anak-anak kita ini menjadi cerdas, baik budi pekerti dengan demikian tujuan pendidikan bisa tercapai,” katanya.

Baca Juga :  Car Free Day sebagai Miniatur Lombok

Bupati berpesan agar guru ada interaksi dalam proses belajar mengajar. Guru diharapkan dapat memberikan ruang bagi siswa untuk berbicara, karena trik tersebut merupakan cara belajar siswa aktif.

“Itu cara kita untuk menumbuhkan anak-anak yang berani bicara dan diskusi itu disebut belajar merdeka,” katanya. Pada kegiatan yang bertempat di Banjar Manis, Suralaga itu, Bupati Lombok Timur memberikan dana untuk melengkapi sarana pendidikan di sekolah tersebut.****

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lomba Kicau Burung Pleci di Tepi Jalan Raya
Mubes IKA SMANSABAYA: Menghimpun Kekuatan Alumni, Membuka Jalan bagi Generasi Berprestasi
Car Free Day sebagai Miniatur Lombok
Kawo Mencari Jalan Menjadi Desa Berdaya: Dari Potensi Lokal Menuju Ekosistem Kemandirian
Saat Sampah Menjadi Nada, Bonjeruk Menemukan Bunyi Baru bagi Desa Wisata
Indonesia Raya Berkumandang di Ruang BNI Mataram
Merawat Budaya Sasak dari Sanggar: Putri Nyale Meniti Jalan Dramatari Menuju Pariwisata Kreatif
Belajar Bahasa Indonesia di Tong Sampah

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 00:32 WITA

Lomba Kicau Burung Pleci di Tepi Jalan Raya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:40 WITA

Mubes IKA SMANSABAYA: Menghimpun Kekuatan Alumni, Membuka Jalan bagi Generasi Berprestasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:12 WITA

Car Free Day sebagai Miniatur Lombok

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Kawo Mencari Jalan Menjadi Desa Berdaya: Dari Potensi Lokal Menuju Ekosistem Kemandirian

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:49 WITA

Saat Sampah Menjadi Nada, Bonjeruk Menemukan Bunyi Baru bagi Desa Wisata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA