Dari Gedung Penuh Penonton Menuju Mimpi Festival Teater Mahasiswa NTB

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dari panggung pelajar, sebuah ekosistem seni yang lebih besar sedang mulai dibangun (Foto: aks / ceraken.id)

Dari panggung pelajar, sebuah ekosistem seni yang lebih besar sedang mulai dibangun (Foto: aks / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Riuh tepuk tangan memenuhi Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB pada malam Anugerah Pekan Teater Pelajar (PTP) ke-5 Tahun 2026, Sabtu, 23 Mei 2026. Malam penutupan itu tidak hanya menjadi perayaan bagi para pemenang, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas tumbuhnya gairah teater pelajar di Nusa Tenggara Barat.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Mataram, Dr. Erwin, menegaskan bahwa PTP tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya; lebih hidup, lebih ramai, dan lebih menjanjikan bagi masa depan dunia teater di NTB.

Memang Pekan Teater Pelajar tahun ini rasanya beda. Dan kita berharap ke depannya kualitas rasa itu mengalami peningkatan,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan atmosfer itu lahir dari kolaborasi yang semakin kuat antara kampus, pemerintah daerah, komunitas seni, sekolah, dan para peserta yang datang dari berbagai wilayah di NTB.

Kolaborasi yang Membesarkan Panggung Teater

Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan apresiasi kepada Kepala Taman Budaya Provinsi NTB yang dinilai memberikan dukungan besar terhadap pelaksanaan PTP tahun ini. Ia menyebut keterlibatan Taman Budaya membuat penyelenggaraan PTP terasa lebih matang dan meriah.

Kami sangat mengapresiasi Kepala Taman Budaya Provinsi NTB yang tahun ini luar biasa mensupport kegiatan adik-adik Teater Sasentra,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Dikpora Provinsi NTB atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Bahkan, ia melemparkan tantangan agar pemerintah daerah bersama kampus dapat memperluas jangkauan festival di masa mendatang.

Baca Juga :  Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta

Kita kasih tantangan untuk Dikpora Provinsi NTB, ke depan agar ayo kita bergandengan tangan untuk memeriahkan lagi event ini bahkan kita tantang lagi untuk diperluas,” ucapnya.

Di hadapan peserta dan tamu undangan, Erwin menilai PTP bukan hanya ajang perlombaan, melainkan ruang pembinaan bakat dan kreativitas generasi muda NTB melalui seni pertunjukan.

Ketika Gedung Teater Tak Lagi Cukup

Salah satu hal yang paling membekas bagi Erwin adalah membludaknya jumlah penonton selama pelaksanaan PTP ke-5. Ia mengaku sempat kesulitan mendapatkan tempat duduk ketika menyaksikan pertunjukan sehari sebelumnya.

Kemarin saat saya menonton hampir saya mau keluar, karena kursinya kurang. Ternyata kapasitas Gedung Teater Tertutup ini tidak menampung peserta atau penonton PTP ke-5,” tuturnya.

Baginya, kondisi tersebut menjadi penanda bahwa minat masyarakat terhadap teater pelajar di NTB terus tumbuh. Panggung yang penuh penonton menunjukkan bahwa seni pertunjukan masih memiliki tempat di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.

Ia juga mengapresiasi para kepala sekolah dan guru pendamping yang telah memberikan dukungan kepada siswa untuk berpartisipasi dalam festival tersebut.

Kami cukup terharu dengan fasilitasi Bapak/Ibu untuk mendukung adik-adik siswa agar bisa berpartisipasi dalam event ini,” katanya.

Selain itu, Erwin memberi penghormatan khusus kepada Pembina UKM Teater Sasentra, Linda, yang tetap mendampingi mahasiswa meski sedang dalam kondisi hamil tua.

Baca Juga :  Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang

Walau dalam kondisi hamil tua, tapi masih berkesempatan untuk mendampingi adik-adik Teater Sasentra untuk memaksimalkan persiapan kegiatan,” ujarnya.

Mimpi Festival Teater Mahasiswa NTB

Di balik keberhasilan PTP ke-5, Erwin menyimpan mimpi yang lebih besar. Ia berharap festival teater di NTB tidak berhenti pada tingkat pelajar, tetapi juga berkembang menjadi Festival Teater Mahasiswa se-Nusa Tenggara Barat.

Kita berharap dengan berkolaborasi dengan Taman Budaya kita bisa memperluas jangkauannya sehingga bisa digelar Festival Teater Mahasiswa se-Nusa Tenggara Barat,” katanya.

Baginya, mimpi tersebut bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan. Ia percaya perkembangan dunia seni bergantung pada keberanian untuk terus bergerak dan membangun kolaborasi.

Di era sekarang tidak ada mimpi yang mustahil untuk direalisasikan. Semua mimpi pasti dapat direalisasikan sejauh kita mau terus bergerak dan berusaha,” tegasnya.

Pada bagian akhir sambutan, Erwin juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua dan seluruh personel Teater Sasentra yang dinilai berhasil membuktikan kualitas penyelenggaraan PTP tahun ini, meski sebelumnya kerap mendapat teguran agar melakukan persiapan lebih matang.

Segala kekhilafan di masa lalu mesti dijadikan bahan pelajaran. Dan Alhamdulillah mereka dapat membuktikan itu,” ujarnya.

Malam Anugerah PTP ke-5 akhirnya bukan hanya menjadi seremoni penutupan festival, tetapi juga penanda tumbuhnya optimisme baru bagi masa depan teater di Nusa Tenggara Barat; bahwa dari panggung pelajar, sebuah ekosistem seni yang lebih besar sedang mulai dibangun. (aks)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: liputan

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh
Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”
Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang
Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta
Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan
Milu: Ketika Suara Adat Menjadi Tokoh Utama di Atas Panggung
Tanah Tumpah: Ketika Tubuh Menjadi Penjaga Ingatan Bumi
Memuliakan Sketsa, Merawat Ingatan: Proses Kuratorial di Balik Pameran Tunggal S. La Radek

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WITA

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:22 WITA

Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:54 WITA

Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA