Gara-gara Lagu, Pengacara Rizky Febian Siap Somasi Produser Sinetron Bintang Samudera

- Penulis

Selasa, 20 September 2022

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

CERAKEN.ID –  Sinetron terbaru Steffi Zamora yakni Bintang Samudera jadi sorotan setelah resmi tayang pada 19 September lalu. Hal itu dikarenakan penggunaan lagu Hingga Tua Bersama yang dinilai tak berizin.

Fakta ini diungkapkan oleh pengacara Rizky Febian sekaligus pencipta lagu tersebut yakni Fery Hudaya.

Pria yang juga berprofesi sebagai seniman itu mengaku terkejut saat ia melihat lagu miliknya itu menjadi soundtrack di sinetron baru itu.

“Saya baru tahu adanya hal tersebut pada tanggal 19 September saat melihat salah satu televisi swasta ada sinetron baru berjudul Bintang Samudera dan menggunakan OST Hingga Tua Bersama.”

Baca Juga :  Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta

“Sedangkan saya selaku pencipta lagu tak pernah memberikan izin,” ungkapnya, Selasa (20/9).

Ia pun kini tengah mencoba menempuh jalur hukum atas tindakan tersebut.

“Saya kira saya akan melakukan somasi pada pihak terkait dan saya telah menunjuk lawyer untuk mengurus hal itu,” paparnya.

Hingga Tua Bersama merupakan salah satu hits dari Rizky Febian yang tergabung dalam album bertajuk sama yang dirilis pada 2021 lalu di YouTube channel DR2 Music Entertainment.

Baca Juga :  Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh

Bintang Samudera adalah sinetron yang digarap oleh Verona Pictures dan dibintangi oleh Steffi Zamora, Riza Syah dan Rebecca Tamara yang dijadwalkan tayang sejak 19 September lalu di sebuah stasiun televisi swasta.

Sinetron bergenre drama aksi itu mengambil kisah tentang seorang pria bernama Bintang (Riza Syah) yang jatuh hati pada seorang dokter bernama Nagita (Steffi Zamora).

Namun cinta mereka terpaksa berakhir karena Bintang harus menjalani amanat sang ayah untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Laut. Hingga suatu saat keduanya kembali bertemu di Natuna. [E-C/01]

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh
Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”
Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang
Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta
Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan
Milu: Ketika Suara Adat Menjadi Tokoh Utama di Atas Panggung
Tanah Tumpah: Ketika Tubuh Menjadi Penjaga Ingatan Bumi
Memuliakan Sketsa, Merawat Ingatan: Proses Kuratorial di Balik Pameran Tunggal S. La Radek

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WITA

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:22 WITA

Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:54 WITA

Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA