Juri Kompeten Warnai Lomba Karya Jurnalistik dan Fotografi Porwada NTB 2026

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Diharapkan menjadi bekal berharga bagi para wartawan NTB untuk meningkatkan kualitas karya mereka sebelum tampil di Porwanas Lampung 2027(foto: ist /ceraken.id)

Diharapkan menjadi bekal berharga bagi para wartawan NTB untuk meningkatkan kualitas karya mereka sebelum tampil di Porwanas Lampung 2027(foto: ist /ceraken.id)

CERAKEN.ID — MATARAM – Penyelenggaraan Lomba Karya Jurnalistik dan Fotografi dalam rangka Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 mendapat dukungan penuh dari para juri yang berasal dari kalangan profesional, akademisi, hingga praktisi media.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khaliq, menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh dewan juri pada Jumat (26/6/2026) sore di Sport Centre Universitas Mataram.

Penyerahan penghargaan tersebut menjadi penutup rangkaian penilaian lomba sekaligus bentuk penghormatan kepada para juri yang telah bekerja secara independen dan profesional dalam menentukan karya-karya terbaik.

Dalam kesempatan itu, Ahsanul Khaliq yang akrab disapa AKA juga memberikan motivasi kepada insan pers NTB agar terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik sebagai bekal menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) di Lampung pada tahun mendatang.

“Saya berharap para juara Porwada ini nantinya mampu mengharumkan nama NTB dan meraih medali pada Porwanas di Lampung. Prestasi jurnalistik dan fotografi harus terus ditingkatkan,” ujar Ahsanul Khaliq.

Juri Berasal dari Berbagai Latar Belakang Profesional

Koordinator Lomba Karya Jurnalistik dan Fotografi Porwada NTB, Rudi Hidayat, menjelaskan bahwa seluruh dewan juri dipilih berdasarkan kompetensi dan pengalaman masing-masing di bidang jurnalistik maupun fotografi. Menurutnya, kualitas penjurian menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan pemenang yang benar-benar layak mewakili NTB di tingkat nasional.

“Para juri yang kami libatkan merupakan figur-figur yang kompeten di bidangnya. Mereka memiliki pengalaman panjang sehingga proses penilaian berlangsung objektif dan profesional,” kata Rudi Hidayat.

Tahun ini, lomba karya jurnalistik diikuti oleh 17 wartawan, sedangkan kategori fotografi diikuti lima wartawan dari berbagai media.

Baca Juga :  Senandung "Jiwa Alam": Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan

Pada kategori karya jurnalistik, dewan juri terdiri atas Nurdin Rangga Barani, mantan wartawan MBM Sinar; Akdiansyah, S.H.I., anggota DPRD Provinsi NTB yang memiliki latar belakang jurnalistik; serta Bambang Mei Finarwanto, Direktur M16 yang dikenal aktif sebagai pengamat media dan komunikasi.

Sementara itu, kategori fotografi dinilai oleh Ferry Gunawan, fotografer profesional; H. Boy Mashudi, wartawan senior sekaligus Ketua JMSI NTB; serta Ust. Suaeb Qury, Komisioner KIP NTB yang juga dikenal sebagai penulis sejumlah buku dan Ketua Infokomdigi MUI NTB.

Lomba karya jurnalistik mempertandingkan lima kategori, yakni TV Porwada, Feature Porwada, Feature Wisata Loang Baloq, Feature Olahraga, dan Media Sosial Porwada.

Adapun lomba fotografi juga terdiri atas lima kategori, yaitu Pembukaan Porwada, Wisata Loang Baloq, Pemprov NTB, Grand Final Porwada, dan Ekonomi NTB.

Kualitas Karya Wartawan NTB Dinilai Semakin Meningkat

Dalam proses penilaian karya jurnalistik, panitia menetapkan panjang tulisan minimal 300 kata dan maksimal 1.000 kata. Penilaian meliputi kesesuaian tema dengan judul dan isi tulisan, keaslian ide, kedalaman liputan, penggunaan bahasa Indonesia sesuai EYD, gaya penulisan, struktur kalimat, hingga kualitas penyajian secara keseluruhan.

Baca Juga :  Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh

Sementara itu, penilaian fotografi menitikberatkan pada kesesuaian tema, ketajaman gambar, pemilihan sudut pengambilan (angle), serta komposisi visual.

Salah seorang juri fotografi, Ferry Gunawan, menilai aspek teknis dan artistik menjadi faktor penting dalam menghasilkan karya foto jurnalistik yang kuat.

Di sisi lain, Suaeb Qury berharap kompetisi fotografi bagi wartawan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah peningkatan kemampuan para pewarta visual.

“Semoga lomba fotografi untuk wartawan semakin sering diselenggarakan. Mudah-mudahan NTB bisa meraih juara pada Porwanas tahun 2027,” harap Suaeb Qury.

Apresiasi juga datang dari juri karya jurnalistik Bambang Mei Finarwanto. Menurutnya, karya-karya yang dihasilkan wartawan NTB menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, baik dari sisi kedalaman materi maupun kualitas penyajiannya.

“Kita mengapresiasi tulisan dan karya para wartawan NTB. Potensi mereka luar biasa dan karya-karya yang masuk sangat berbobot,” tandas Bambang Mei Finarwanto.

Melalui penyelenggaraan lomba ini, Porwada NTB tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarsesama insan pers, tetapi juga menjadi ruang pembinaan profesionalisme wartawan. Diharapkan para pemenang mampu membawa semangat, kreativitas, dan kualitas jurnalistik NTB untuk berprestasi pada ajang Porwanas mendatang. (*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: diskominfotikntb

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh
Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”
Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang
Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta
Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan
Milu: Ketika Suara Adat Menjadi Tokoh Utama di Atas Panggung
Tanah Tumpah: Ketika Tubuh Menjadi Penjaga Ingatan Bumi
Memuliakan Sketsa, Merawat Ingatan: Proses Kuratorial di Balik Pameran Tunggal S. La Radek

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:19 WITA

Kala Ruang Pamer Menemukan Perupanya: “Kosmologi” Sandiya dan Rumah Seni yang Bertumbuh

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Menyelami Semesta Lewat Pameran “Kosmologi”

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:06 WITA

Blue Moon: Menunggu sebagai Jalan Menuju Terang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:22 WITA

Berenang di Orbit: Ketika I Nyoman Sandiya Mengajak Manusia Berdamai dengan Semesta

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:54 WITA

Senandung “Jiwa Alam”: Ketika Klenang Menapaki Ruang Publik Masa Depan

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA