Kolaborasi Generasi dalam Perayaan Maulid Nabi oleh IKA Apitaik

- Penulis

Rabu, 29 November 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

CERAKEN.ID – Ikatan Keluarga Apitaik (IKA), Pringgabaya, Lombok Timur, NTB merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh semangat di Masjid Jamiq Apitaik pada hari Minggu, 15 Oktober 2023. Acara yang dihadiri oleh berbagai generasi ini mencakup sunatan massal, lomba-lomba Islami, dan makan bersama, menegaskan kembali pentingnya kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan di komunitas.

H. Makmun., SH., Ketua IKA yang juga merupakan advokat terkenal di Nusa Tenggara Barat, menyoroti pentingnya acara ini dalam sambutannya. “Kita berkumpul di sini tidak hanya untuk merayakan tapi juga untuk merenungkan dan mencontoh kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai inspirasi untuk kemajuan komunitas kita,” ujar H. Makmun. Beliau juga menekankan, “Ini adalah saatnya bagi kita untuk bersatu, melihat ke dalam diri kita sendiri, dan berkontribusi untuk pembangunan komunitas kita.”

Rusdi Muhadi, SE., M.Acc., Ak, yang akrab disapa Rusdi Melodi, anggota Pemuda IKA, memberikan perspektifnya tentang pentingnya sinergi antar generasi. “Peran kami di IKA adalah untuk membangun jembatan antara generasi, membagikan pengetahuan dan pengalaman, untuk kemajuan Apitaik,” katanya. Dengan latar belakangnya sebagai akademisi dan profesional yang kuat, Rusdi Melodi menyoroti kebutuhan akan pengembangan SDM dan infrastruktur sebagai kunci untuk pertumbuhan ekonomi. “Kami berharap IKA dapat menjadi lokomotif pembangunan SDM dan infrastruktur, berperan penting dalam memajukan ekonomi masyarakat Apitaik secara makro,” tambahnya.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Salah satu aspek unik dari IKA adalah kewajiban anggotanya yang berada di luar desa, termasuk mereka yang merantau, untuk tetap berkontribusi pada pembangunan desa. Anggota IKA yang berada jauh dari desa, baik di dalam maupun luar negeri, tetap terlibat aktif dalam berbagai proyek pembangunan dan kegiatan sosial. Mereka ini dianggap sebagai bagian penting dari jaringan komunitas, menjaga koneksi dengan desa dan memberikan dukungan, baik secara finansial maupun melalui pengetahuan dan keterampilan mereka.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Kegiatan sunatan massal, sebagai bagian dari acara ini, tidak hanya membantu keluarga yang kurang mampu tapi juga menjadi simbol kepedulian sosial komunitas. Lomba-lomba Islami yang diadakan bertujuan untuk mendidik generasi muda tentang agama, sementara makan bersama menunjukkan keakraban dan solidaritas di antara anggota komunitas.

Dengan berbagai kegiatan ini, IKA tidak hanya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tetapi juga menekankan pentingnya pembangunan sosial dan ekonomi. Melalui acara ini, IKA menunjukkan bagaimana perayaan keagamaan dapat diintegrasikan dengan upaya pembangunan sosial dan ekonomi serta menjadi platform untuk menyatukan anggota komunitas dalam mencapai tujuan bersama.

Perayaan Maulid Nabi oleh IKA menjadi momen penting yang menegaskan kembali komitmen komunitas dalam pengembangan nilai sosial, pendidikan, dan ekonomi, sekaligus memperkuat identitas dan solidaritas mereka sebagai bagian dari masyarakat Apitaik yang lebih besar. (*)

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA