Mandalika Menyulam Sehat dan Budaya dalam Satu Festival

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Upaya membangun masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan; di mana kesehatan, budaya, dan ekonomi berjalan beriringan dalam satu tarikan napas (Foto: ist / ceraken.id)

Upaya membangun masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan; di mana kesehatan, budaya, dan ekonomi berjalan beriringan dalam satu tarikan napas (Foto: ist / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Sebanyak 563 peserta memadati kawasan Bazaar Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (3/5), dalam gelaran Mandalika Wellness & Cultural Festival 2026. Mereka datang dari beragam latar; wisatawan, komunitas wellness, hingga masyarakat lokal, membaur dalam satu ruang yang menawarkan lebih dari sekadar hiburan.

Festival ini menjadi penanda arah baru pengembangan kawasan The Mandalika yang tidak lagi hanya bertumpu pada event internasional, tetapi juga pada penguatan pengalaman wisata berbasis kesehatan dan budaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk mengaktivasi kawasan secara lebih beragam. Dalam lanskap pariwisata global yang terus berubah, pendekatan semacam ini menjadi penting untuk menjaga daya tarik destinasi sekaligus membuka peluang pasar baru.

Menghadirkan Gaya Hidup Sehat sebagai Daya Tarik

Sejak pagi hari, suasana Bazaar Mandalika dipenuhi energi positif. Peserta mengikuti sesi sunrise yoga yang menghadap hamparan langit pagi Lombok, menciptakan pengalaman yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menghadirkan kedekatan dengan alam.

Kegiatan berlanjut dengan mini seminar, layanan cek kesehatan gratis, hingga praktik pranic healing yang menarik minat berbagai kalangan.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Tidak hanya itu, pembagian makanan sehat menjadi bagian penting dari rangkaian acara, menguatkan pesan bahwa kesehatan tidak hanya soal aktivitas fisik, tetapi juga pola konsumsi. Lebih dari 300 orang tercatat menerima layanan kesehatan dan program makanan sehat, menunjukkan bahwa festival ini tidak berhenti pada simbol, melainkan memberi manfaat nyata.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas spektrum pariwisata di kawasan tersebut.

“Melalui program seperti ini, kami ingin memperkenalkan ekosistem pariwisata yang lebih beragam, termasuk wellness tourism. Aktivasi kawasan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci meningkatkan daya tarik destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan pergeseran paradigma: dari sekadar destinasi kunjungan menjadi ruang hidup yang memberi pengalaman menyeluruh; fisik, mental, dan sosial.

Panggung Budaya dan Interaksi Sosial

Selain aspek kesehatan, festival ini juga menempatkan budaya sebagai elemen penting. Panggung Bazaar Mandalika dimanfaatkan sebagai ruang aktualisasi seni, menghadirkan pertunjukan musik interaktif yang melibatkan peserta secara langsung.

Di sisi lain, lomba mewarnai untuk anak-anak menjadi simbol inklusivitas, bahwa festival ini dirancang untuk semua kelompok usia.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Interaksi sosial yang tercipta selama acara berlangsung menjadi nilai tambah tersendiri. Peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari pengalaman kolektif yang membangun rasa kebersamaan. Dalam konteks ini, festival berfungsi sebagai medium yang menghubungkan berbagai komunitas dalam satu ekosistem pariwisata.

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung lancar, tertib, dan kondusif turut memperkuat kesan positif. Antusiasme peserta menjadi indikator bahwa konsep wellness dan budaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut di The Mandalika.

Ke depan, ITDC berkomitmen untuk terus menghadirkan event tematik serupa sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism and wellness, sekaligus menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

Festival ini, pada akhirnya, bukan hanya tentang satu hari perayaan. Ia adalah refleksi dari upaya membangun masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan; di mana kesehatan, budaya, dan ekonomi berjalan beriringan dalam satu tarikan napas. (*)

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA