Menggerakkan Ekonomi Desa: Koperasi Merah Putih NTB Menuju Fase Produktif

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Menurut Wirawan Ahmad, arah kebijakan ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama: peningkatan jumlah koperasi yang aktif, percepatan pembangunan gerai usaha, serta integrasi menyeluruh ke dalam sistem digital (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

Menurut Wirawan Ahmad, arah kebijakan ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama: peningkatan jumlah koperasi yang aktif, percepatan pembangunan gerai usaha, serta integrasi menyeluruh ke dalam sistem digital (Foto: pemprov ntb/ceraken.id)

CERAKEN.ID — Mataram, 30 Maret 2026 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus mengakselerasi penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen strategis dalam membangun ekonomi berbasis desa.

Program yang menjadi bagian dari prioritas nasional ini kini memasuki fase krusial: dari sekadar pembentukan menuju penguatan operasional yang produktif dan berkelanjutan.

Berdasarkan pembaruan data hingga pekan keempat Maret 2026, capaian pembinaan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dari total target yang ditetapkan, sebanyak 1.166 koperasi telah mengantongi legalitas usaha.

Capaian ini menjadi fondasi penting dalam membangun kelembagaan koperasi yang kuat di seluruh kabupaten/kota di NTB.

Namun, legalitas semata belum cukup. Pemerintah menilai bahwa tantangan utama saat ini terletak pada bagaimana koperasi-koperasi tersebut dapat bertransformasi menjadi entitas ekonomi yang aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Indikasi awal ke arah tersebut mulai terlihat: sebanyak 196 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sementara 121 koperasi sudah mulai beroperasi.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirawan Ahmad, menegaskan bahwa orientasi pembinaan kini telah bergeser. Jika sebelumnya fokus pada pembentukan dan legalisasi, maka saat ini pemerintah menitikberatkan pada penguatan aktivitas usaha koperasi.

“Legalitas sudah kita capai secara luas. Sekarang kita dorong koperasi ini benar-benar hidup, berusaha, dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Di sisi lain, penguatan sarana usaha juga terus didorong. Tercatat 373 koperasi tengah dalam tahap pembangunan gerai, dan 12 koperasi telah menyelesaikan pembangunan fisik secara penuh. Meski demikian, masih terdapat 137 koperasi yang belum memulai pembangunan, yang menjadi perhatian utama dalam agenda percepatan ke depan.

Transformasi koperasi juga diarahkan pada integrasi digital. Pemerintah Provinsi NTB mendorong penggunaan sistem Agrinas sebagai basis tata kelola berbasis data.

Hingga saat ini, sebanyak 510 koperasi telah terdaftar dalam portal tersebut, sementara 656 koperasi lainnya masih dalam proses integrasi. Ketimpangan ini menjadi tantangan tersendiri, sekaligus peluang untuk mempercepat modernisasi koperasi di daerah.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Sebaran perkembangan koperasi menunjukkan dinamika yang beragam antarwilayah. Sejumlah daerah seperti Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Sumbawa mencatat progres signifikan dalam pembangunan gerai usaha.

Namun, beberapa wilayah lainnya masih memerlukan akselerasi, terutama dalam aspek operasional dan digitalisasi.

Menurut Wirawan, arah kebijakan ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama: peningkatan jumlah koperasi yang aktif, percepatan pembangunan gerai usaha, serta integrasi menyeluruh ke dalam sistem digital.

“Kita ingin koperasi ini tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi benar-benar kuat, produktif, dan terhubung dengan sistem. Itu kunci keberlanjutan,” tegasnya.

Di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dari tingkat paling bawah.

Lebih dari sekadar lembaga ekonomi, koperasi diproyeksikan menjadi simpul kekuatan sosial-ekonomi desa yang modern, adaptif, dan berdaya tahan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah secara menyeluruh.(*)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: akun pemprov ntb

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA