MTQ XXXI NTB: Dari Praya Meneguhkan Ikhtiar Membumikan Al-Qur’an dan Mengembalikan Prestasi Daerah

- Penulis

Rabu, 10 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pembukaan MTQ XXXI ditandai dengan pemukulan beduk oleh Gubernur NTB bersama Wakil Gubernur, para kepala daerah, unsur Forkopimda, dan tokoh agama sebagai simbol dimulainya rangkaian musabaqah (Foto: ist / ceraken.id)

Pembukaan MTQ XXXI ditandai dengan pemukulan beduk oleh Gubernur NTB bersama Wakil Gubernur, para kepala daerah, unsur Forkopimda, dan tokoh agama sebagai simbol dimulainya rangkaian musabaqah (Foto: ist / ceraken.id)

CERAKEN.ID — Praya – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi dibuka di Praya, Lombok Tengah, Senin malam (9/6/2026).

Di hadapan ribuan masyarakat dan kafilah dari seluruh kabupaten/kota, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan MTQ sebagai momentum menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sekaligus membangkitkan kembali kejayaan prestasi Tilawatil Qur’an NTB di tingkat nasional maupun internasional.

Pembukaan berlangsung meriah dan khidmat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris Umum LPTQ Pusat Prof. Dr. H. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, para bupati dan wali kota se-NTB, unsur Forkopimda, para tuan guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati arena utama MTQ.

Rangkaian acara diawali parade kafilah dari 10 kabupaten/kota se-NTB dan Parade Kalam Langit yang melantunkan Surah Al-Isra ayat 9–10 serta Surah Al-Hasyr ayat 21. Lantunan ayat suci yang menggema di arena utama menghadirkan suasana religius yang menegaskan posisi Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan sumber kemuliaan umat.

Membumikan Al-Qur’an Lewat Gerakan Bersama

Sebagai tuan rumah, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dipandang semata sebagai arena kompetisi. Menurutnya, perhelatan ini merupakan sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Semangat tersebut, kata Pathul, telah tampak sejak malam ta’aruf hingga pawai ta’aruf yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di NTB.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga terus menjalankan berbagai program pembinaan Al-Qur’an, mulai dari pemberian hadiah umrah bagi peserta berprestasi, insentif guru ngaji, hingga dukungan pendidikan bagi para hafiz dan hafizah.

Dalam kesempatan itu, Pathul bahkan mengajak seluruh kepala daerah di NTB memperkuat kolaborasi untuk syiar Islam dan pengembangan generasi Qur’ani.

“Kalau ada aturan urunan untuk kegiatan syiar Islam yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB, kami siap patungan bersama-sama Bupati/Walikota, masing-masing sebesar Rp1 miliar untuk membumikan Al-Qur’an di NTB,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Antusiasme Masyarakat Menjadi Modal Besar

Sekretaris Umum LPTQ Pusat Prof. Muchlis M. Hanafi mengaku terkesan dengan semangat masyarakat NTB dalam menyambut dan menyukseskan MTQ XXXI. Baginya, atmosfer yang tercipta di Lombok Tengah tidak kalah dengan pelaksanaan MTQ tingkat nasional.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Menurut Prof. Muchlis, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Al-Qur’an masih memiliki tempat yang sangat kuat dalam kehidupan sosial masyarakat NTB.

“Saya merasakan semangat yang luar biasa. Masyarakat NTB menunjukkan kecintaan yang sangat kuat terhadap Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa NTB adalah daerah yang religius dan berbudaya,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa MTQ pada hakikatnya bukan sekadar perlombaan membaca, menghafal, atau menafsirkan Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan bagian dari gerakan besar membangun literasi Al-Qur’an agar nilai-nilainya dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya para juara, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Menjemput Kembali Kejayaan Tilawatil Qur’an NTB

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa MTQ harus dimaknai lebih luas daripada sekadar kompetisi keagamaan. Menurutnya, perhelatan ini merupakan ikhtiar bersama untuk membentuk masyarakat yang berakhlak, harmonis, dan bermartabat melalui nilai-nilai Al-Qur’an.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dengan suara yang indah, tetapi harus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang penuh kebaikan. Karena itu, MTQ adalah cara kita memuliakan Al-Qur’an sekaligus memuliakan akhlak,” tegasnya.

Mengusung tema “Masmirah Mendunia Menebar Rahmatan Lil Alamin”, MTQ XXXI diharapkan menjadi ruang memperkuat persaudaraan, menebarkan kedamaian, dan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai inspirasi pembangunan daerah.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Iqbal mengingatkan bahwa NTB memiliki sejarah panjang dalam melahirkan qari dan qariah berprestasi yang pernah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, MTQ tahun ini harus menjadi titik kebangkitan prestasi Tilawatil Qur’an NTB.

“Dulu NTB selalu menjadi daerah yang diperhitungkan dan hampir selalu berada di tiga besar nasional. Dari Lombok Tengah malam ini, kita teguhkan tekad untuk mengembalikan kejayaan tersebut dan melahirkan kembali qari dan qariah terbaik yang mampu membawa nama NTB ke tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Lebih jauh, Gubernur menilai NTB memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid. Modal tersebut menjadi fondasi untuk menjadikan NTB sebagai salah satu pusat pengembangan Tilawatil Qur’an di Indonesia.

“Kalau Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, maka bukan sesuatu yang berlebihan jika kita bercita-cita menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Dan Insya Allah, NTB siap apabila dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional pada masa yang akan datang,” tegasnya.

Pembukaan MTQ XXXI kemudian ditandai dengan pemukulan beduk oleh Gubernur NTB bersama Wakil Gubernur, para kepala daerah, unsur Forkopimda, dan tokoh agama sebagai simbol dimulainya rangkaian musabaqah. Prosesi itu berlangsung semarak dengan atraksi budaya yang memadukan nuansa religius dan kearifan lokal masyarakat NTB.

Malam pembukaan mencapai puncaknya ketika ratusan penari menampilkan Tarian Kolosal Rahmatan Lil Alamin. Pertunjukan yang memadukan seni, budaya, dan pesan-pesan keislaman tersebut memukau ribuan penonton yang memadati arena utama.

Di bawah gemuruh syiar Al-Qur’an dan semangat kebersamaan yang mengalir sepanjang malam, MTQ XXXI bukan sekadar seremoni pembukaan sebuah perlombaan.

Dari Praya, tersiar pesan tentang pentingnya membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat, memperkuat akhlak generasi muda, merawat persaudaraan, sekaligus meneguhkan tekad untuk mengembalikan kejayaan prestasi Tilawatil Qur’an NTB menuju panggung nasional dan dunia.(*)

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: kominfotik ntb

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA