Nobar Piala Dunia 2026 Hidupkan Bazaar Mandalika dan Gerakkan UMKM Lokal

- Penulis

Senin, 15 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

CERAKEN.ID — The Mandalika, 15 Juni 2026 – Kemeriahan FIFA World Cup 2026™ kini dapat dinikmati masyarakat secara gratis di kawasan The Mandalika melalui program Nonton Bareng (Nobar) yang digelar selama 16 hari penuh di Bazaar Mandalika.

Kegiatan ini berlangsung mulai 13 hingga 28 Juni 2026 atas kerja sama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan TVRI Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pemegang hak siar resmi FIFA World Cup 2026™ di Indonesia.

Program ini tidak hanya menghadirkan pengalaman menyaksikan ajang sepak bola terbesar di dunia secara bersama-sama, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi di Bazaar Mandalika yang kini berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan tersebut.

Sebanyak 137 pelaku usaha berpotensi merasakan dampak positif dari penyelenggaraan nobar ini. Mereka terdiri atas 96 pelaku UMKM yang berada di Creativity Zone serta 41 tenant kuliner yang menempati Culinary Zone.

Ruang Berkumpul dan Hiburan untuk Masyarakat

Pengunjung dapat menyaksikan berbagai pertandingan menarik yang melibatkan tim-tim unggulan dunia seperti Brasil, Argentina, Jepang, Spanyol, Uruguay, hingga Amerika Serikat, sesuai jadwal resmi FIFA World Cup 2026™ fase grup yang berlangsung hingga 28 Juni 2026.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Program nobar difokuskan pada pertandingan yang berlangsung pada pagi hingga siang hari. Dengan konsep terbuka dan tanpa dipungut biaya, masyarakat dapat menikmati suasana menonton yang nyaman dan inklusif bersama keluarga maupun komunitas.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengatakan bahwa penyelenggaraan nobar FIFA World Cup 2026™ merupakan bagian dari upaya ITDC menghadirkan aktivasi kawasan yang tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.

“Piala dunia adalah salah satu ajang olahraga paling bergengsi dan memiliki daya tarik yang sangat besar di seluruh dunia. Melalui nobar ini, kami ingin menghadirkan ruang berkumpul yang nyaman dan inklusif bagi masyarakat sekaligus mendorong meningkatnya aktivitas di Bazaar Mandalika. Kedatangan pengunjung selama penyelenggaraan nobar diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para tenant dan pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kawasan,” ujar Pari Wijaya.

Momentum Promosi Produk Lokal

Menurut Pari, Bazaar Mandalika kini telah berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat di kawasan The Mandalika yang menghadirkan beragam pilihan kuliner, produk kreatif, serta ruang interaksi bagi wisatawan dan masyarakat lokal.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Ia menilai momentum FIFA World Cup 2026™ menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam berbagai aktivitas kawasan sekaligus memperluas promosi produk-produk lokal.

“Kami melihat momentum FIFA World Cup 2026™ sebagai kesempatan yang baik untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam aktivitas kawasan sekaligus memperluas peluang promosi bagi produk-produk lokal. Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, kami berharap para pelaku UMKM dapat memperoleh manfaat nyata melalui peningkatan transaksi, eksposur produk, dan peluang usaha yang lebih luas. Karena itu, setiap aktivitas yang kami hadirkan di kawasan, diupayakan dapat membuka lebih banyak lagi peluang bagi masyarakat, untuk tumbuh dan berkembang bersama The Mandalika,” tambahnya.

Melalui konsep terbuka dan gratis bagi seluruh masyarakat, program Nobar FIFA World Cup 2026™ di Bazaar Mandalika menjadi salah satu alternatif destinasi berkumpul untuk menikmati kemeriahan sepak bola dunia di Pulau Lombok.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen ITDC dalam menghadirkan kawasan yang hidup melalui beragam aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat, wisatawan, dan pelaku usaha lokal, sejalan dengan upaya pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan.(*)

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA