Ramadhan dan Etos Pelayanan: Ketika Spiritualitas Menjadi Fondasi Birokrasi di Lombok Utara

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas pemerintahan (Foto: Diskominfo KLU)

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas pemerintahan (Foto: Diskominfo KLU)

CERAKEN.ID — Tanjung, (20/2) — Mengawali bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menggelar kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq) bertajuk “Ibadah pada Bulan Ramadhan”.

Bertempat di Islamic Center Masjid Baiturrahim, Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, kegiatan ini menjadi penanda bahwa Ramadhan tidak hanya hadir sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai momentum pembenahan diri bagi aparatur pemerintahan.

Sejak pagi, para pegawai dari berbagai instansi lingkup Pemkab Lombok Utara tampak memenuhi ruang masjid. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Sahabudin, S.Sos., M.Si., para asisten, staf ahli, dan sejumlah kepala perangkat daerah.

Suasana khidmat menyelimuti kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah, dan ditutup doa bersama.

Namun lebih dari sekadar seremoni pembuka Ramadhan, Imtaq ini memuat pesan yang lebih dalam: membangun fondasi spiritual sebagai basis penguatan integritas dan profesionalisme aparatur sipil negara.

Ramadhan sebagai Momentum Disiplin

Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, dalam arahannya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat keimanan sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, nilai-nilai puasa seharusnya tidak berhenti pada dimensi personal, tetapi tercermin dalam sikap dan etos kerja ASN.

“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperbaiki diri. Saya mengajak seluruh ASN Lombok Utara untuk menjadikan bulan suci ini sebagai sarana introspeksi diri, memperbaiki niat, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Pesan tersebut menempatkan Ramadhan sebagai ruang latihan karakter. Disiplin waktu, tanggung jawab, dan kesungguhan melayani publik menjadi nilai-nilai yang ditekankan.

Baca Juga :  Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Dalam konteks birokrasi, kedisiplinan bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga ketepatan dalam menyelesaikan pekerjaan, responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat, serta kejujuran dalam setiap keputusan.

Bupati juga menyampaikan bahwa kegiatan Imtaq akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat selama bulan Ramadhan di Masjid Baiturrahim. Langkah ini bukan hanya membangun kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang kolektif untuk memperkuat fondasi spiritual aparatur.

“Insyaallah setiap hari Jumat kita laksanakan Imtaq bersama di Masjid Baiturrahim ini. Dengan memperkuat iman dan takwa, saya yakin kinerja dan integritas kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat akan semakin meningkat,” tegasnya.

Keutamaan Ramadhan dan Refleksi Diri

Tausiyah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Muhammad Zaki Abdillah, L.C., M.A., dengan tema “Ibadah pada Bulan Ramadhan”. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.

“Ramadhan adalah bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Di bulan ini doa-doa diijabah, pintu ampunan dibuka, dan rahmat Allah SWT dilimpahkan seluas-luasnya. Maka jadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak kita,” ungkapnya.

Penegasan itu mengembalikan esensi Ramadhan pada dimensi spiritual yang mendalam: memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan mempererat hubungan sosial. Dalam ruang birokrasi, pesan tersebut dapat dimaknai sebagai ajakan untuk membersihkan niat dalam bekerja, menghindari praktik-praktik yang mencederai integritas, serta memperkuat empati terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Lebih jauh, ia mengajak jamaah menjadikan Ramadhan sebagai ruang refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan sosial. Bagi aparatur pemerintahan, refleksi ini menjadi penting untuk menata kembali orientasi pelayanan: bahwa jabatan bukanlah privilese, melainkan amanah.

Spiritualitas dan Pelayanan Publik

Kegiatan Imtaq yang berlangsung khidmat itu memperlihatkan upaya serius Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam tata kelola pemerintahan.

Di tengah tuntutan publik terhadap pelayanan yang cepat, transparan, dan profesional, penguatan moral dan etika menjadi aspek yang tak kalah penting.

Ramadhan, dalam konteks ini, menjadi laboratorium sosial dan spiritual. Ia mengajarkan pengendalian diri, nilai yang relevan dalam pengambilan kebijakan.

Ia melatih kesabaran, yang dibutuhkan dalam menghadapi dinamika masyarakat. Ia menumbuhkan empati, yang menjadi dasar pelayanan publik yang humanis.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Lombok Utara berharap nilai-nilai Ramadhan tidak berhenti pada seremoni, tetapi terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari aparatur. Integritas, profesionalisme, dan kualitas pelayanan publik menjadi tujuan akhir dari penguatan iman dan takwa tersebut.

Di Masjid Baiturrahim pagi itu, Ramadhan tidak hanya disambut dengan doa dan tausiyah, tetapi juga dengan tekad memperbaiki diri. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pemerintahan bukan hanya diukur dari capaian program, melainkan juga dari kejujuran niat dan ketulusan melayani.

Dan Ramadhan, sekali lagi, hadir sebagai pengingat: bahwa membangun daerah dimulai dari membangun hati.(PIKP_Diskominfo)

Penulis : aks

Editor : ceraken editor

Sumber Berita: diskominfo klu

Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data
Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan
Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB
Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem
Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata
Menyemai Rasa di Jantung Mandalika: Ketika Kuliner Lokal Menjadi Wajah Pariwisata Lombok
Saat Tempat Kerja Menjadi Ruang Aman: Otsuka dan RS Marzoeki Mahdi Membangun Budaya Peduli Kesehatan Mental
Membaca Masa Depan Teater dari Mataram: Fragmen Tengah Menjadi Laboratorium Pengetahuan Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Menemukan Talenta ASN, NTB Perkuat Fondasi Birokrasi Berbasis Merit dan Data

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 20:30 WITA

Lombok Art Market: Membangun Ekosistem Seni, Bukan Sekadar Menggelar Perayaan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WITA

Akar Budaya untuk Masa Depan Anak NTB

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:25 WITA

Tak Ada yang Tertinggal: Desa Berdaya Menjadi Jalan NTB Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:04 WITA

Seaplane dan Taruhan Baru Pariwisata NTB: Antara Batujai, Pengga, dan Pusat Pertumbuhan yang Lebih Merata

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA