Kata-Kata Bertuah Mantra : Ajoeba Wartabone

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Foto: ist/ceraken.id

Foto: ist/ceraken.id

Puisi karya Rusdin Tompo*

Ajoeba lahir dari rahim sejarah
Dirawat ibu bapak dalam riwayat penuh falsafah
Wartabone-Kaluku jadi alir alur hidup
Menebalkan karakter
Menjabarkan identitasnya
Ia bertumbuh di Gorontalo dengan padu padan pikir dan zikir
Ia menuliskan dirinya sebagai penegasan sikap
Penanda bahwa visinya jelas terbaca
Menggema melintasi masa
Dari sana kita bisa mendaras Indonesia
Satu kesatuan dalam keberagaman Nusantara
Di Denpasar ia memadatkan gagasan
Zonder basa-basi seutuhnya bagi NKRI
Di Makassar kata-katanya mengentak mengajak:
“Sekali ke Djokja Tetap ke Djokja”
Bukan sekadar jargon pidato
Lalu menguap di udara
Bukan sekadar teriakan di ruang rapat
Dengan tepuk tangan berbatas dinding
Riuh
Kemudian diam
Bisu
Tetapi kalimat bertuah mantra yang bikin merinding
Sebagai garis pedoman
Bahwa hidup mesti tegak dipertaruhkan
Bahwa tiada yang lebih membahagiakan
Selain tulus memilih jalan pengabdian
Itulah bukti bakti
Ta loo Layi a Lipu.

Baca Juga :  Bendera-Bendera Bersilang Kibar

Makassar, 28 Maret 2026

Baca Juga :  Bung Karno, Ayo Ngopi¹
*) Rusdin Tompo lahir di Ambon, 3 Agustus 1968. Merupakan inisiator Komunitas Puisi (KoPi) Makassar. Telah menerbitkan beberapa buku kumpulan puisi. Namanya tercantum dalam buku Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2017). Selain sebagai penulis, ia juga merupakan editor, dan penggiat literasi. Ia merupakan Koordinator Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA Provinsi Sulawesi Selatan.
Follow WhatsApp Channel ceraken.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bung Karno, Ayo Ngopi¹
Bendera-Bendera Bersilang Kibar
Puisi Hajriah RE
Puisi Rusdin Tompo
Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe
Puisi Hajriah RE
Lelaku dengan Visi Siri na Pacce buat: Muhammad Burhanuddin (Om Boer)
Puisi Rusdin Tompo

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:47 WITA

Bung Karno, Ayo Ngopi¹

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:22 WITA

Bendera-Bendera Bersilang Kibar

Minggu, 26 April 2026 - 20:38 WITA

Puisi Hajriah RE

Minggu, 26 April 2026 - 11:29 WITA

Puisi Rusdin Tompo

Jumat, 17 April 2026 - 18:53 WITA

Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe

Gatra Anyar

Rekonstruksi Desa Adat Sade perlu menggunakan pendekatan berbasis masyarakat  (foto: ntbprov.go.id / ceraken.id)

SOSIAL EKONOMI

Membangun Kembali Sade, Menjaga Sade Tetap Menjadi Sade

Sabtu, 29 Agu 2026 - 09:03 WITA

"Mencari Rumah Sembunyi". Sabtu, 12 November 2022 (foto: aks / ceraken.id)

OPINI

Mohammad Hasan Sijaya dan Sastra Sabtu Sore

Kamis, 27 Agu 2026 - 17:31 WITA

Sebuah kemungkinan baru tentang bagaimana musik tradisi NTB dapat bergerak (foto: aks / ceraken.id)

MUSIK

Menata Pengawak Angin, Mencari Arah Musik Futuristik NTB

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:01 WITA