Hari Buku Nasional: Stasiun Kereta Api di Frankfurt Sediakan Teks Metamorfosis Kafka

Senin, 18 Mei 2026 - 07:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: ist / ceraken.id

Foto: ist / ceraken.id

Oleh Sigit Susanto

CERAKEN.ID — Hari ini, Minggu 17 Mei 2026 sebagai hari buku nasional di Indonesia. Siang ini pula aku dapat kiriman beberapa foto dari Etty Prihantini Theresia, warga Indonesia asal Salatiga yang tinggal di Frankfurt.

Foto-foto itu berupa poster yang menempel di stasiun kereta api Frankfurt, Jerman. Poster biru dengan logo DB (Deutsche Bahn), Kereta Api Jerman itu tertulis:

Bacalah, hingga Kereta Api Datang.
Franz Kafka
“Metamorfosis” (Die Verwandlung)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada poster lain terpampang tulisan:
“Metamorfosis” (Die Verwandlung)
Dalam 5 Menit

Foto: ist / ceraken.id

“Metamorfosis” (Die Verwandlung)
Dalam 10 Menit

“Metamorfosis” (Die Verwandlung)
Dalam 20 Menit

Baca Juga :  Ajoeba Wartabone, Republik, dan Jalan Panjang dari Gorontalo ke Djokja

“Metamorfosis” (Die Verwandlung)
Dalam 30 Menit

Dari empat deret teks Metamorfosis tersebut, selalu dimulai dengan pembuka yang sama,
Als Gregor Samsa eines Morgens aus unruhigen Träumen erwachte,..Ketika Gregor Samsa bangun pagi dari mimpi buruknya,…

Teks Metamorfosis ditaruh di bawah durasi, 5, 10, 20, 30 menit. Ini disesuaikan waktu yang tersedia dari para penumpang yang sedang menunggu di stasiun.

Jika penumpang ingin membaca lebih lengkap, QR di kanan bawah telah disediakan, sehingga pembaca bisa foto dan melanjutkan baca di kereta dengan link yang tersedia.

Foto: ist / ceraken.id

Di bawah teks ada ilustrasi seorang lelaki tidur tengkurap di tempat tidur dan punggungnya keluar dua sayap. Pada poster lain terlihat ilustrasi seorang lelaki berdiri dan dari tubuh sampai kepala sudah berubah menjadi kecoak.

Baca Juga :  Ajoeba Wartabone, Republik, dan Jalan Panjang dari Gorontalo ke Djokja

Luar biasa!

Sebuah terobosan mengawinkan antara jawatan kereta api dan sastra, terkesan sangat serius. Penumpang yang sedang menunggu di stasiun, tak dibiarkan bengong atau bermain HP, tapi disuguhi menu literasi kelas tinggi.

Pantas, kalau peraih nobel sastra dari Jerman hingga sampai 10 sastrawan. Literasi Jerman sudah tua, sejak zaman klasik; Goethe, Schiller, Hölderlin hingga Günter Grass dan Herta Müller.

Selamat Hari Buku Nasional di Indonesia

Zug Switzerland, 17 Mei 2026

Berita Terkait

Ajoeba Wartabone, Republik, dan Jalan Panjang dari Gorontalo ke Djokja
Adil Akbar dan Jejak Sejarah dalam Imajinasi Cerpen
Astrini Syamsuddin: Penulis dengan Genre Self-Help Religius
Merawat Ingatan Ladang: Ketika Museum Menyuarakan Tradisi Berladang Masyarakat Sasak
Mengapa Kita Budak Algoritma?
Museum yang Hidup di Tengah Kota dan Desa
Moment of Truth di Buku Biografi Sejarah Ajoeba Wartabone
Paradoks Hamlet dan Dilema Strategi: Ketika “Kejam” Menjadi Jalan Menuju Kebaikan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 07:21 WITA

Hari Buku Nasional: Stasiun Kereta Api di Frankfurt Sediakan Teks Metamorfosis Kafka

Minggu, 3 Mei 2026 - 00:27 WITA

Ajoeba Wartabone, Republik, dan Jalan Panjang dari Gorontalo ke Djokja

Senin, 20 April 2026 - 09:02 WITA

Adil Akbar dan Jejak Sejarah dalam Imajinasi Cerpen

Jumat, 17 April 2026 - 21:15 WITA

Astrini Syamsuddin: Penulis dengan Genre Self-Help Religius

Minggu, 5 April 2026 - 14:47 WITA

Merawat Ingatan Ladang: Ketika Museum Menyuarakan Tradisi Berladang Masyarakat Sasak

Berita Terbaru

Pale Blue Dot - I Nyoman  Sandiya. Pada akhirnya, seluruh kehidupan, seluruh mimpi, dan seluruh sejarah manusia memang hanya berlangsung di sebuah titik biru pucat bernama bumi (Foto: ist / ceraken.id)

PAGELARAN

Pale Blue Dot dan Kesadaran yang Menyala di Tengah Semesta

Rabu, 20 Mei 2026 - 00:02 WITA

Musik dalam pertunjukan ini hadir sebagai perekat sosial: bahasa universal yang melampaui sekat-sekat etnik (Foto: aks / ceraken.id)

PAGELARAN

Merajut Nada dari Pulau Seribu Masjid

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:27 WITA

Hari Museum Internasional 2026. Museum benar-benar hidup sebagai ruang publik, ruang pengetahuan, ruang peradaban, sekaligus pilar masa depan Indonesia (Foto: kemenbud.go.id / ceraken.id)

BALE EDUKASI

Museum sebagai Ruang Peradaban yang Menyatukan

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:09 WITA