Oleh Sigit Susanto
CERAKEN.ID — Hari ini, Minggu 17 Mei 2026 sebagai hari buku nasional di Indonesia. Siang ini pula aku dapat kiriman beberapa foto dari Etty Prihantini Theresia, warga Indonesia asal Salatiga yang tinggal di Frankfurt.
Foto-foto itu berupa poster yang menempel di stasiun kereta api Frankfurt, Jerman. Poster biru dengan logo DB (Deutsche Bahn), Kereta Api Jerman itu tertulis:
Bacalah, hingga Kereta Api Datang.
Franz Kafka
“Metamorfosis” (Die Verwandlung)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada poster lain terpampang tulisan:
“Metamorfosis” (Die Verwandlung)
Dalam 5 Menit

“Metamorfosis” (Die Verwandlung)
Dalam 10 Menit
“Metamorfosis” (Die Verwandlung)
Dalam 20 Menit
“Metamorfosis” (Die Verwandlung)
Dalam 30 Menit
Dari empat deret teks Metamorfosis tersebut, selalu dimulai dengan pembuka yang sama,
Als Gregor Samsa eines Morgens aus unruhigen Träumen erwachte,..Ketika Gregor Samsa bangun pagi dari mimpi buruknya,…
Teks Metamorfosis ditaruh di bawah durasi, 5, 10, 20, 30 menit. Ini disesuaikan waktu yang tersedia dari para penumpang yang sedang menunggu di stasiun.
Jika penumpang ingin membaca lebih lengkap, QR di kanan bawah telah disediakan, sehingga pembaca bisa foto dan melanjutkan baca di kereta dengan link yang tersedia.

Di bawah teks ada ilustrasi seorang lelaki tidur tengkurap di tempat tidur dan punggungnya keluar dua sayap. Pada poster lain terlihat ilustrasi seorang lelaki berdiri dan dari tubuh sampai kepala sudah berubah menjadi kecoak.
Luar biasa!
Sebuah terobosan mengawinkan antara jawatan kereta api dan sastra, terkesan sangat serius. Penumpang yang sedang menunggu di stasiun, tak dibiarkan bengong atau bermain HP, tapi disuguhi menu literasi kelas tinggi.
Pantas, kalau peraih nobel sastra dari Jerman hingga sampai 10 sastrawan. Literasi Jerman sudah tua, sejak zaman klasik; Goethe, Schiller, Hölderlin hingga Günter Grass dan Herta Müller.
Selamat Hari Buku Nasional di Indonesia
Zug Switzerland, 17 Mei 2026


























































