CERAKEN.ID — Senin siang, 4 Mei 2026, sambungan telepon itu menghubungkan satu gagasan dengan sebuah kenyataan baru di kaki Gunung Rinjani. Di ujung percakapan, General Manager Geopark Rinjani, Qwadru P. Wicaksono, mengabarkan bahwa Pusat Informasi Geopark Rinjani (PIGR) resmi dibuka dua hari sebelumnya, 2 Mei 2026, di Sembalun.
Momentum itu bertepatan dengan rangkaian kegiatan Rinjani 100, sebuah ajang yang tidak hanya menguji daya tahan fisik, tetapi juga merayakan lanskap dan kehidupan di sekitar Rinjani.
Lebih dari sekadar bangunan, PIGR hadir sebagai ruang yang memuat ambisi kolektif: menjadikan geopark sebagai pusat pembelajaran yang hidup, terbuka, dan berdampak bagi masyarakat. Di tengah lanskap yang menyimpan jejak jutaan tahun sejarah geologi, sebuah ruang baru kini disiapkan untuk merawat pengetahuan sekaligus menumbuhkan masa depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari Pusat Informasi ke Ruang Kolaborasi
Qwadru menegaskan bahwa konsep PIGR melampaui fungsi konvensional sebagai pusat informasi. Ia dirancang sebagai ruang temu berbagai kepentingan; dari akademisi, komunitas lokal, hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Pusat Informasi Geopark Rinjani ini bukan hanya tempat untuk mendapatkan informasi, tetapi rumah inspirasi; tempat kita berdiskusi dan berkolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan kompleks di kawasan Geopark Rinjani,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pergeseran paradigma dalam pengelolaan geopark. Jika sebelumnya pusat informasi identik dengan display statis, kini ia berkembang menjadi ruang dinamis yang menghidupkan dialog dan pertukaran gagasan.
Senada dengan itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, melihat PIGR sebagai simbol harapan yang tumbuh dari kesederhanaan.
“Pusat Informasi Geopark Rinjani ini mungkin bangunan yang sederhana, tetapi di sinilah akan lahir mimpi-mimpi besar dari komunitas kaki Rinjani.”
Di balik pernyataan tersebut, tersimpan keyakinan bahwa pembangunan tidak selalu harus megah untuk menjadi bermakna. Justru dari ruang sederhana, gagasan besar kerap menemukan akarnya.
Menjawab Tantangan Global, Menguatkan Lokal
Pembangunan dan revitalisasi PIGR bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari respons atas proses revalidasi UNESCO Global Geopark pada 2025, di mana Geopark Rinjani berhasil mempertahankan statusnya dengan “green card”.
Dalam evaluasi tersebut, penguatan fungsi pusat informasi menjadi salah satu catatan penting asesor.

PIGR kemudian dirancang sebagai ruang terpadu; menggabungkan edukasi, koordinasi, dan pengembangan ekonomi lokal dalam satu ekosistem. Koleksi artefak dan sampel batuan khas Rinjani dihadirkan bukan sekadar sebagai pajangan, melainkan sebagai narasi ilmiah yang dapat diakses publik secara interaktif.
Lebih dari itu, kehadiran sekretariat Geopark Rinjani di kawasan Sembalun memperkuat fungsi koordinatif lembaga ini. Ia menjadi simpul yang menghubungkan berbagai program strategis, dari konservasi hingga pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, pengembangan fasilitas seperti gift shop, merchandising, dan display geoproduk lokal membuka ruang baru bagi ekonomi berbasis identitas. Produk lokal tidak hanya dipasarkan, tetapi juga diposisikan sebagai bagian dari cerita besar geopark.
Ruang multimedia yang disiapkan di dalamnya pun memperluas fungsi PIGR sebagai inkubator gagasan. Workshop, pelatihan, hingga forum diskusi akan menjadi denyut aktivitas yang menjaga ruang ini tetap hidup.
Bahkan, fungsi praktis seperti safety briefing bagi pendaki Gunung Rinjani menunjukkan bahwa PIGR tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga keselamatan dan keberlanjutan masa kini.
Peresmian PIGR pada akhirnya menegaskan satu hal penting: geopark bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang pertemuan antara manusia, pengetahuan, dan masa depan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, mitra, dan komunitas lokal yang melahirkan PIGR menjadi bukti bahwa kerja bersama mampu menghadirkan perubahan yang nyata.
Dari kaki Rinjani, sebuah langkah baru dimulai; mengubah pusat informasi menjadi ruang transformasi, tempat ide bertemu aksi, dan inspirasi menemukan jalannya menuju masa depan. (*)
Editor : ceraken editor


























































