
CERAKEN.ID — Lombok Tengah — Musibah kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, pada malam Minggu lalu, tidak hanya meninggalkan duka bagi puluhan keluarga yang terdampak.
Peristiwa yang menghanguskan rumah warga dari 79 kepala keluarga itu juga mengetuk kepedulian berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Nusa Tenggara Barat yang turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Ketua Pengurus Daerah INTI NTB, Alwan S. Theo, bersama istri, hadir langsung di lokasi kebakaran, pada Senin, (24/8) lalu. Kehadiran rombongan INTI NTB tersebut menjadi wujud solidaritas sekaligus kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
Turut dalam rombongan jajaran INTI NTB, Perempuan INTI (PINTI) NTB, Gema INTI, serta sejumlah pihak yang ikut mendukung aksi kemanusiaan tersebut.
Kedatangan rombongan INTI NTB mendapat sambutan dari Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri, Kasrem 162/Wira Bhakti Made Alit, serta Kapolres Lombok Tengah. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pascakebakaran di Desa Adat Sade membutuhkan kerja bersama dan kepedulian lintas kelompok.
Aksi Kemanusiaan dan Semangat Kebersamaan
Bagi Ketua PD INTI NTB, Alwan S. Theo, kepedulian terhadap korban kebakaran merupakan bagian dari aksi kemanusiaan. Musibah, dalam pandangannya, harus dijawab dengan kehadiran dan solidaritas nyata agar warga yang terdampak tidak merasa menghadapi persoalan tersebut sendirian.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, juga mengharapkan seluruh komponen masyarakat dapat ikut mengambil bagian membantu para korban kebakaran. Dukungan serupa disampaikan Bupati Lombok Tengah H. L. Pathul Bahri yang berharap INTI NTB tetap eksis serta terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan di Lombok Tengah.
Ketua Harian INTI NTB, S. Widjanarko, yang memimpin rombongan bersama unsur INTI, PINTI NTB, dan Gema INTI, menegaskan bahwa bantuan tersebut mungkin tidak dapat menutup seluruh kebutuhan warga yang terdampak. Namun, kepedulian itu diharapkan dapat menjadi penguat bagi masyarakat Desa Adat Sade untuk bangkit.
“Sumbangan dari INTI tidaklah seberapa. Semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata S. Widjanarko.
Kepedulian yang sama datang dari Perempuan INTI NTB. Ketua Perempuan INTI NTB, Lusia, yang diwakili Wakil Ketua PINTI NTB Hj. Baiq Eva P., menyampaikan perhatian khusus kepada kaum ibu yang turut terdampak musibah tersebut.
“Kami berharap ibu-ibu dan seluruh masyarakat yang terdampak tetap tabah, tegar, dan kuat menghadapi musibah ini,” ujarnya.
Sementara Chen Li yang ikut menyerahkan bantuan secara simbolis menegaskan bahwa apa yang dilakukan INTI, PINTI, dan Gema INTI semata-mata untuk membantu meringankan beban warga.
“Bantuan ini hanya untuk meringankan warga. Tidak ada maksud lain, selain kepedulian kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” katanya.
Bantuan untuk Membantu Warga Bangkit
Bantuan yang dihimpun INTI NTB bersama PINTI dan Gema INTI cukup beragam. Kristo menyebutkan, bantuan tersebut antara lain 80 paket beras, sekitar 400 potong pakaian, 10 lusin sarung, 10 lusin selimut, 100 pasang sandal, serta 75 dus mi instan. Selain itu, CV Fortuna Praya turut memberikan 150 dus air mineral.
“Ini sebagai bentuk kekompakan dan kerukunan INTI, PINTI, dan Gema INTI,” ujar Kristo.
Keterlibatan CV Fortuna Praya dalam aksi tersebut, menurut Igo Ferdinan, bukanlah kerja bersama yang pertama dengan INTI NTB. Sebelumnya, Fortuna dan INTI telah menjalin kerja sama dalam kegiatan donor darah yang berhasil menghimpun lebih dari 400 kantong darah di Lombok Tengah pada 2025.
“Keterlibatan Fortuna bersama INTI ini bukan kolaborasi atau sinergi yang pertama. Sebelumnya kami juga bersama-sama melaksanakan donor darah dan hasilnya sangat menggembirakan,” kata Igo Ferdinan.
Aksi sosial INTI di Lombok Tengah sendiri telah berlangsung jauh sebelum pandemi COVID-19. Ko Awi dari Seksi Perlengkapan mengingat kembali sejumlah kegiatan kemanusiaan dan sosial yang pernah dilakukan, mulai dari penghijauan hingga aksi bersih pantai.
Hal itu menunjukkan bahwa keterlibatan organisasi masyarakat tidak hanya muncul ketika terjadi bencana. Kepedulian sosial, jika terus dirawat, dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama dalam membangun hubungan antarmasyarakat.
Di tengah duka akibat kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, bantuan tersebut menjadi tanda bahwa warga tidak sendiri. Kepala Desa Rembitan, Lalu Minaksa, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan rombongan INTI NTB dan seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian rombongan INTI NTB. Bantuan dan perhatian ini tentu sangat berarti bagi warga kami yang sedang tertimpa musibah. Kami berharap masyarakat dapat segera bangkit kembali,” ujar Lalu Minaksa.
Bagi warga Desa Adat Sade, kebakaran mungkin telah meninggalkan kehilangan yang besar. Namun, dari peristiwa itu pula, solidaritas menemukan jalannya. Kehadiran INTI NTB, PINTI, Gema INTI, CV Fortuna Praya, pemerintah daerah, aparat, dan berbagai elemen masyarakat menjadi pengingat bahwa dalam setiap musibah, selalu ada ruang untuk saling menguatkan; agar dari puing-puing kehilangan, harapan untuk bangkit kembali dapat perlahan dibangun bersama. (*)
Editor : cerekaen editor



























































